By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Dorong Kemandirian Energi, Menteri Bahlil Optimistis Impor Solar Nol pada 2026 Lewat B50
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dorong Kemandirian Energi, Menteri Bahlil Optimistis Impor Solar Nol pada 2026 Lewat B50

Terkini

Dorong Kemandirian Energi, Menteri Bahlil Optimistis Impor Solar Nol pada 2026 Lewat B50

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto : Inilahcom/Clara)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto : Inilahcom/Clara)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Keberhasilan implementasi program mandatori biodiesel B40 menjadi pijakan penting pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Program yang mengombinasikan 40 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 60 persen solar ini terbukti efektif menekan impor solar sepanjang 2025.

Capaian tersebut mendorong optimisme pemerintah untuk menghentikan impor solar secara penuh pada 2026 melalui peningkatan bauran menjadi biodiesel B50.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa penurunan impor solar terjadi secara signifikan sejak penerapan B40. Berdasarkan data pemerintah, volume impor solar Indonesia pada 2024 masih berada di angka 8,3 juta ton. Namun, pada 2025 angka tersebut berhasil ditekan menjadi sekitar 5 juta ton.

“Saya bersyukur karena impor solar pada 2024 masih sekitar 8,3 juta ton. Kemudian pada 2025 turun menjadi kurang lebih 5 juta ton,” ujar Menteri Bahlil di Jakarta, Minggu, 11 Januari 2026.

Penurunan ini dinilai sebagai bukti konkret efektivitas kebijakan mandatori biodiesel dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dari realisasi pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, konsumsi biodiesel B40 mencapai 14,2 juta kiloliter.

Angka ini melampaui target indikator kinerja utama yang ditetapkan sebesar 13,5 juta kiloliter atau setara dengan capaian 105,2 persen. Pemerintah menilai pencapaian ini sebagai sinyal kuat bahwa ekosistem biodiesel nasional semakin matang.

Penerapan B40 tidak hanya berdampak pada penurunan impor, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi langkah lanjutan menuju B50. Pemerintah menargetkan uji coba biodiesel B50 rampung pada paruh pertama 2026. Apabila hasil evaluasi teknis dan ekonominya menunjukkan hasil positif, implementasi penuh B50 akan dilakukan pada semester II tahun 2026.

Menurut Menteri Bahlil, transisi menuju B50 akan menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk benar-benar lepas dari impor solar.

Baca Juga :

Agung Widiyanto, Presma Universitas Mulia, Ukir Sejarah di IYEN 2025, Siap Buat Proyek SDGs di Balikpapan!
Dokter Richard Lee Dukung dan Jadikan Inara Rusli sebagai BA Produk Kecantikannya

“Kalau B50 kita gunakan dan RDMP di Kalimantan Timur diresmikan dalam waktu dekat, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi pada 2026,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa kombinasi kebijakan biodiesel dan penguatan infrastruktur energi akan menghasilkan kemandirian pasokan bahan bakar.

Selain menekan impor, kebijakan B40 sepanjang 2025 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah mencatat penghematan devisa negara mencapai Rp130,21 triliun.

Di sisi lain, kebijakan ini turut meningkatkan nilai tambah crude palm oil yang diolah menjadi biodiesel dengan total nilai sekitar Rp20,43 triliun. Capaian tersebut dinilai mampu mendorong industri sawit nasional sekaligus memperkuat ekonomi domestik.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan biodiesel B40 juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Sepanjang 2025, penurunan emisi tercatat mencapai 38,88 juta ton CO₂ ekuivalen. Pemerintah menilai kebijakan ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung transisi energi dan upaya mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Optimisme menuju nol impor solar pada 2026 juga ditopang oleh proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan di Kalimantan Timur. Proyek strategis nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak dalam negeri, termasuk solar, sehingga kebutuhan domestik dapat dipenuhi tanpa bergantung pada impor.

Meski demikian, pemerintah masih membuka ruang untuk impor terbatas jenis solar berkualitas tinggi dengan cetane number 51. Impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri alat berat, mengingat kapasitas produksi solar dengan spesifikasi tersebut di dalam negeri masih dalam tahap pengembangan.

Secara keseluruhan, keberhasilan B40 dan rencana implementasi B50 menegaskan arah kebijakan energi nasional yang berfokus pada kemandirian, efisiensi ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah optimistis, dengan sinergi kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang konsisten, target bebas impor solar pada 2026 dapat terealisasi.

Baca Juga : https://inversi.id/esdm-rencanakan-pemangkasan-produksi-batu-bara-menjadi-sekitar-600-juta-ton-pada-2026/

You Might Also Like

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
TAGGED:Bahlil LahadaliaDari Rakyat Untuk EnergiKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Presiden Prabowo menyampaikan sambutan saat peresmian 166 Soklah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Presiden) Target 500 Sekolah Rakyat, Prabowo Optimistis Tampung 30 Ribu Siswa pada Akhir 2026
Next Article Presiden Prabowo menyampaikan sambutan saat peresmian 166 Soklah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Presiden) Prabowo Tegaskan Nilai Kehormatan Kerja Jujur, Pemulung Dinilai Lebih Mulia daripada Koruptor
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index