By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Target 500 Sekolah Rakyat, Prabowo Optimistis Tampung 30 Ribu Siswa pada Akhir 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Target 500 Sekolah Rakyat, Prabowo Optimistis Tampung 30 Ribu Siswa pada Akhir 2026

Pendidikan

Target 500 Sekolah Rakyat, Prabowo Optimistis Tampung 30 Ribu Siswa pada Akhir 2026

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
4 Min Read
Presiden Prabowo menyampaikan sambutan saat peresmian 166 Soklah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo menyampaikan sambutan saat peresmian 166 Soklah Rakyat di 34 Provinsi, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). (Foto : Tangkapan Layar/YouTube/Sekretariat Presiden)
SHARE

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026. Peresmian ini menandai langkah awal pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, sekaligus mempertegas komitmen negara dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat masih menghadapi tantangan besar, terutama untuk mencapai target nasional sebanyak 500 sekolah hingga tahun 2029. Ia mengakui bahwa capaian saat ini belum sepenuhnya memenuhi target jangka panjang pemerintah.

Meski demikian, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap dengan dukungan seluruh elemen negara.

“Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029. Insya Allah akan tercapai. Saya minta maaf karena sampai hari ini kami masih belum bisa menghasilkan lebih banyak dari yang ada sekarang,” ujar Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat tersebut.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap kondisi di lapangan sekaligus komitmen untuk terus meningkatkan capaian pembangunan pendidikan nasional.

Presiden menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen utama untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan. Melalui pendidikan gratis yang dibiayai negara, pemerintah berharap dapat menciptakan mobilitas sosial yang lebih adil dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Menurut Prabowo, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang mandiri dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa keberadaan 166 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi pada tahun ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah peserta didik.

Saat ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat tercatat sekitar 15.000 anak. Pemerintah menargetkan angka tersebut akan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun 2026.

Baca Juga :

5 Model Rambut Wanita yang Diprediksi Tren di 2025, Kamu Pilih yang Mana?
Timnas Amin Setuju Soal Debat Capres-Cawapres 2024 Pakai Bahasa Inggris

“Kalau hari ini jumlahnya masih sekitar 15.000, saya dilaporkan bahwa pada akhir tahun ini akan mencapai 30.000 siswa,” kata Prabowo.

Ia menilai peningkatan tersebut sebagai indikator bahwa program Sekolah Rakyat mulai berjalan sesuai dengan perencanaan awal dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama.

Presiden juga memaparkan visi jangka panjang dari pembangunan Sekolah Rakyat. Apabila target 500 sekolah berhasil diwujudkan, maka jumlah siswa yang dapat ditampung secara nasional diperkirakan mencapai 500.000 anak.

Perhitungan ini didasarkan pada kapasitas ideal setiap Sekolah Rakyat yang dirancang untuk menampung sekitar 1.000 murid per kampus.

“Ujungnya sasaran kita adalah setiap kampus Sekolah Rakyat berisi 1.000 murid. Artinya, kalau ada 500 sekolah, maka sasaran kita adalah 500.000 murid,” tutur Prabowo.

Ia menegaskan bahwa target tersebut mencerminkan skala besar intervensi negara dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, khususnya mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Selain memperluas daya tampung, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat. Prabowo menyebutkan bahwa peningkatan kualitas tenaga pendidik, sarana prasarana, serta kurikulum akan menjadi fokus utama agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi solusi kuantitatif, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter.

Dengan peresmian 166 Sekolah Rakyat di awal 2026, pemerintah menegaskan bahwa pendidikan inklusif dan berkeadilan menjadi prioritas strategis pembangunan nasional.

Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadi langkah nyata negara dalam mengurangi kesenjangan sosial melalui pendidikan.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
TAGGED:Prabowo SubiantoPresiden Prabowo SubiantoSekolah Rakyat
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dari Festival ke Pendapatan Daerah, Jakarta Festive Wonders Bukukan Rp15 Triliun
Next Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Jakarta. (Foto : Inilahcom/Clara) Dorong Kemandirian Energi, Menteri Bahlil Optimistis Impor Solar Nol pada 2026 Lewat B50
1 Comment
  • Pingback: Prabowo Tegaskan Nilai Kehormatan Kerja Jujur, Pemulung Dinilai Lebih Mulia daripada Koruptor - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
Pendidikan

Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya

2 weeks ago
PendidikanTerkini

Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026

2 weeks ago
Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index