By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kementerian ESDM Dorong Green Industry, DPR Nilai Stop Impor Solar Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kementerian ESDM Dorong Green Industry, DPR Nilai Stop Impor Solar Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Ekonomi

Kementerian ESDM Dorong Green Industry, DPR Nilai Stop Impor Solar Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
5 Min Read
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga (kedua kanan). (Foto : Antara/Putra M Akbar)
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga (kedua kanan). (Foto : Antara/Putra M Akbar)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM untuk menghentikan impor bahan bakar minyak jenis solar mendapat dukungan kuat dari DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Lamhot Sinaga, menilai langkah strategis tersebut bukan hanya memperkuat kedaulatan energi nasional, tetapi juga menjadi pendorong utama pengembangan green industry atau industri hijau di Indonesia.

Menurut Lamhot, kebijakan penghentian impor solar yang disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi momentum penting bagi transformasi industri nasional menuju sistem produksi yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Komisi VII DPR RI memandang kebijakan ini sebagai bagian dari agenda besar masa depan industri Indonesia.

“Kebijakan penghentian impor solar adalah momentum penting bagi kemandirian energi sekaligus akselerator bagi green industry berbasis energi bersih di Indonesia. Komisi VII DPR RI sepakat bahwa ini bukan semata urusan energi, tetapi urusan masa depan industri nasional,” ujar Lamhot dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menjelaskan, dengan dihentikannya impor solar, industri nasional akan terdorong untuk mempercepat adopsi teknologi rendah karbon, meningkatkan efisiensi energi, serta memanfaatkan sumber energi domestik yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, industri yang masih bergantung pada solar konvensional perlu segera menyiapkan langkah transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kebijakan ESDM tersebut juga sejalan dengan target nasional mencapai net zero emission pada 2060 atau bahkan lebih cepat. Lamhot menilai transformasi industri rendah emisi menjadi kunci utama untuk mencapai target tersebut, mengingat sektor industri merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.

“Kami di DPR mendorong agar skema insentif dan regulasi yang lengkap tersedia bagi industri yang ingin melakukan dekarbonisasi proses produksinya. Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memudahkan investasi teknologi hijau,” tuturnya.

Penghentian impor solar didukung oleh beroperasinya proyek strategis Refinery Development Master Plan RDMP Kilang Balikpapan milik PT Pertamina. Kilang tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari, terbesar di Indonesia.

Baca Juga :

Panduan Lengkap Ujian Nasional TKA SMA 2025 Mulai dari Pendaftaran hingga Sertifikat Hasil
4 Pelaku Pembacokan Pemuda di Cicalengka Ditangkap, Inisiatornya Jadi Buronan

Peningkatan kapasitas ini memungkinkan produksi BBM yang lebih efisien dan berkualitas tinggi sehingga kebutuhan solar nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi menerbitkan izin impor solar, termasuk bagi SPBU swasta yang selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar negeri. Ke depan, seluruh badan usaha diwajibkan membeli solar dari Pertamina sebagai penyedia utama energi domestik.

“Mulai tahun ini, kita tidak lagi mengimpor solar,” ujar Bahlil saat peresmian RDMP Balikpapan.

Lamhot menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap keberlanjutan industri nasional. Dengan pasokan energi domestik yang lebih terjamin, pelaku industri dapat mengalihkan fokus investasi ke teknologi rendah karbon, efisiensi produksi, serta penurunan emisi. Langkah ini diyakini akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global yang semakin menuntut standar lingkungan tinggi.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa adopsi standar green industry di Indonesia mulai menunjukkan tren positif, meskipun masih berada pada tahap awal. Sejumlah program sertifikasi industri hijau telah berjalan dan mendorong efisiensi energi serta pengelolaan limbah yang lebih baik.

Komisi VII DPR, lanjut Lamhot, akan terus mengawal kebijakan ESDM ini melalui rapat kerja dengan Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, serta para pemangku kepentingan industri. DPR juga mendorong adanya paket kebijakan komprehensif, termasuk insentif fiskal dan pembiayaan bagi industri yang bertransformasi menuju produksi rendah karbon.

Selain itu, DPR menaruh perhatian pada penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga kerja agar siap mengisi lapangan kerja baru di sektor industri hijau atau green jobs, khususnya di wilayah pengembangan RDMP dan klaster industri baru.

Pemerintah bersama lembaga internasional juga tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi industri untuk sektor intensif energi seperti semen, baja, pupuk, tekstil, dan makanan.

Lamhot berharap kebijakan ESDM menghentikan impor solar dapat berkontribusi nyata terhadap pengurangan emisi industri nasional, mempercepat pencapaian target net zero, serta memperkuat struktur industri domestik yang mandiri dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinkronisasi kebijakan energi dan industri menjadi kunci bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau dan berdaya saing.

Baca Juga : https://inversi.id/oversupply-minyak-dunia-tekan-icp-desember-2025-ke-usd6110-per-barel-esdm-ungkap-faktor-global/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaDPRESDMKementerian ESDMKomisi VII
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prosesi adat Bali yang menampilkan perempuan-perempuan berjalan beriringan sambil membawa gebogan di atas kepala, mengenakan kebaya putih dan kain kuning, sebagai simbol persembahan dan rasa syukur dalam ritual keagamaan. (Foto : thebalisun.com) Bali Raih Predikat Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
Next Article PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia. Selasa, (13/1/2026). (Foto : Inversi/TWH) Optimisme John Herdman: Timnas Indonesia Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Tanpa Pemain Eropa
1 Comment
  • Pingback: Target PNBP Minerba 2026 Naik Jadi Rp134 Triliun, Kementerian ESDM Optimistis Meski Produksi Dipangkas - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

7 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index