JAKARTA, INVERSI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proses pemulihan infrastruktur energi di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam berjalan signifikan dan hampir sepenuhnya pulih. Kondisi kelistrikan di sejumlah provinsi terdampak, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, kini berada pada tahap akhir pemulihan.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa hasil rapat koordinasi lintas sektor menunjukkan infrastruktur energi menjadi salah satu sektor yang paling cepat ditangani pascabencana. Menurutnya, pemulihan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat.
“Secara keseluruhan, terutama untuk infrastruktur energi, kelistrikan bisa dibilang hampir pulih. Pemulihan terus kami dorong agar seluruh wilayah kembali normal,” ujar Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.
Meski demikian, Anggia mengakui bahwa kelistrikan di Aceh belum sepenuhnya pulih 100 persen. Sejumlah kendala teknis serta keterbatasan akses ke wilayah terdampak berat masih menjadi tantangan utama. Namun, Kementerian ESDM memastikan seluruh proses perbaikan jaringan listrik terus berjalan secara berkelanjutan.
Berdasarkan data dari PT PLN (Persero), hingga 18 Januari 2026 sebanyak 6.432 desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 98,9 persen dari total desa terdampak bencana. Capaian ini merupakan hasil percepatan pemulihan yang dilakukan PLN bersama Kementerian ESDM.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh dilakukan sesuai arahan Presiden dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat. Seluruh sumber daya PLN dikerahkan untuk memastikan layanan listrik dapat segera kembali dinikmati secara normal.
“Pemulihan kami lakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat,” ujar Darmawan.
PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Sebagian wilayah tersebut masih menghadapi hambatan akibat kerusakan jaringan distribusi dan akses jalan.
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian ESDM menyalurkan pasokan listrik darurat melalui Program 1.000 Genset. Program ini ditujukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun jaringan listrik permanen belum sepenuhnya pulih.
“Kehadiran genset darurat menjadi solusi sementara agar kegiatan masyarakat tidak terhenti. Jika masih ada permintaan tambahan, tentu akan kami upayakan,” kata Anggia.
Selain sektor kelistrikan, Kementerian ESDM juga memastikan distribusi bahan bakar minyak dan LPG di wilayah terdampak bencana berjalan lancar. Distribusi BBM dan LPG di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah pulih sepenuhnya, sementara di Aceh pemulihan masih berlangsung secara bertahap.
Dengan capaian tersebut, Kementerian ESDM optimistis seluruh layanan energi di wilayah Sumatera akan segera kembali normal, seiring komitmen berkelanjutan dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat pascabencana.