JAKARTA, INVERSI – Situasi global kembali memanas setelah sejumlah peristiwa besar mengguncang pemberitaan internasional pada awal Februari 2026.
Mulai dari terungkapnya jutaan dokumen baru terkait kasus kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, hingga peringatan serius dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai potensi Perang Dunia Ketiga. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas global di tengah dinamika politik dan keamanan internasional.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat seiring beredarnya rumor mengenai kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Kekhawatiran tersebut dipicu oleh pergerakan armada militer AS ke wilayah Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini membuat sebagian warga Iran mulai bersiap menghadapi skenario terburuk, termasuk mencari tempat perlindungan dan menimbun kebutuhan pokok.
“Saya terus menunggu serangan itu datang. Saya tidak bisa tidur sampai pagi. Saya terbangun berulang kali dan berusaha mendengar suara ledakan,” ujar Milad, seorang insinyur berusia 43 tahun, seperti dikutip Middle East Eye.
Ia mengaku kecemasan warga meningkat drastis seiring eskalasi retorika politik dan militer antara kedua negara.
Di sisi lain, publik internasional juga dikejutkan oleh rilis jutaan dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein yang diungkap Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada akhir Januari. Dokumen tersebut kembali menyeret nama Prince Andrew, anggota keluarga Kerajaan Inggris, dalam pusaran skandal kejahatan seksual yang telah mencoreng reputasinya selama beberapa tahun terakhir.
Dalam sejumlah berkas dan foto yang beredar, tampak sosok Pangeran Andrew berada dalam situasi yang memicu kontroversi, termasuk berinteraksi dengan seorang perempuan atau anak perempuan yang terbaring di lantai. Rilis dokumen ini memicu tekanan politik baru di Inggris, sekaligus menghidupkan kembali tuntutan agar ia bertanggung jawab secara hukum.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut angkat bicara menanggapi perkembangan tersebut. Ia mendesak Andrew Mountbatten-Windsor, nama yang kini digunakan Pangeran Andrew, untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat guna menjelaskan hubungannya dengan Epstein.
Tekanan ini dinilai sebagai upaya pemerintah Inggris menjaga integritas institusi negara di tengah sorotan publik global.
Sementara itu, ketegangan geopolitik yang terus meningkat juga menjadi perhatian para pemimpin dunia. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia Ketiga menjadi topik dominan dalam pertemuan para kepala negara di Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo usai menghadiri pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss.
“Saya baru pulang dari Eropa dan hadir di Davos bersama puluhan kepala negara. Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia Ketiga,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor.
Ia menilai eskalasi konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah dan Eropa Timur, telah menciptakan ketidakpastian global yang serius.
Peringatan tersebut mencerminkan kekhawatiran luas para pemimpin dunia terhadap arah hubungan internasional yang semakin konfrontatif. Di satu sisi, pengungkapan dokumen Epstein kembali mengguncang kepercayaan publik terhadap elite politik dan kekuasaan. Di sisi lain, ancaman konflik bersenjata antara negara besar berpotensi memicu krisis kemanusiaan dan ekonomi global yang lebih luas.
Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa dunia tengah berada di fase krusial, di mana transparansi, diplomasi, dan stabilitas keamanan menjadi isu utama. Ketegangan politik, skandal elite, dan ancaman konflik berskala besar kini saling berkelindan, membentuk lanskap global yang penuh ketidakpastian dan menuntut kewaspadaan bersama.