By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Menteri Bahlil Siap Cabut Izin 301 Blok Migas Mangkrak: Nasionalisme Energi Tanpa Kompromi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menteri Bahlil Siap Cabut Izin 301 Blok Migas Mangkrak: Nasionalisme Energi Tanpa Kompromi

Ekonomi

Menteri Bahlil Siap Cabut Izin 301 Blok Migas Mangkrak: Nasionalisme Energi Tanpa Kompromi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pencabutan izin sebagai langkah strategis mempercepat produksi nasional dan mengamankan aset negara. (Foto, DOk/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan arah tegas dalam pengelolaan sumber daya energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan mencabut izin 301 wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) yang dinilai mangkrak, sebagai langkah strategis mempercepat produksi nasional dan mengamankan aset negara.

Langkah ini diposisikan pemerintah sebagai bagian dari nasionalisme ekonomi, memastikan setiap jengkal aset migas dikelola produktif untuk kepentingan rakyat, bukan dibiarkan menganggur oleh pemegang konsesi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat ratusan wilayah kerja migas yang tidak menunjukkan aktivitas eksplorasi maupun produksi signifikan. Kondisi ini dinilai menghambat target peningkatan lifting minyak nasional yang selama ini stagnan di kisaran 600 ribu barel per hari.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir konsesi yang tidak produktif. “Wilayah kerja yang tidak dikerjakan akan kami evaluasi. Kalau memang tidak ada kegiatan, izinnya akan kami cabut dan kami tawarkan kepada pihak lain yang siap bekerja,” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kementerian ESDM mencatat 301 wilayah kerja migas masuk kategori idle atau tidak aktif secara optimal, sehingga berpotensi menjadi sumber kehilangan penerimaan negara dan hambatan bagi ketahanan energi nasional.

Langkah pencabutan izin WK mangkrak dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi memberi ruang bagi spekulasi aset migas. Selama bertahun-tahun, sejumlah blok migas dikuasai oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) namun tidak dikembangkan karena pertimbangan keekonomian atau keterbatasan modal.

Bahlil menegaskan aset migas adalah milik negara dan harus dikelola secara produktif. “Migas adalah sumber daya strategis. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan bisnis yang tidak produktif. Kalau tidak dikerjakan, negara harus ambil alih,” kata Bahlil.

Pernyataan ini menandai pergeseran pendekatan pemerintah dari akomodatif ke assertive state control dalam pengelolaan sumber daya alam.

Pencabutan izin blok mangkrak juga dikaitkan dengan ambisi pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional dan menekan ketergantungan impor. Saat ini, produksi minyak Indonesia berada jauh di bawah kebutuhan domestik yang mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari, sehingga impor minyak mentah dan BBM masih tinggi.

Baca Juga :

Indonesia Lampaui Target Emas, Bonus Atlet SEA Games Capai Rp465 Miliar
Cerita Horor Kawasan Cikini, Dua Hantu Anak Kecil Bergentayangan Usai Terperosok ke Sungai Ciliwung

Bahlil menyatakan pembukaan blok baru dan optimalisasi WK idle menjadi kunci untuk mengejar target lifting nasional. “Kita tidak bisa terus bergantung pada impor. Semua potensi yang ada harus dimaksimalkan, termasuk wilayah kerja yang selama ini tidak produktif,” ujar Bahlil.

Langkah ini juga selaras dengan agenda nasionalisme ekonomi Presiden Prabowo, yang menempatkan energi sebagai sektor strategis kedaulatan nasional. Pemerintah menilai kemandirian energi merupakan prasyarat bagi stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Dengan mencabut izin WK mangkrak, pemerintah membuka peluang bagi BUMN dan investor baru yang lebih agresif dalam eksplorasi dan produksi, termasuk skema farm-in atau lelang ulang wilayah kerja.

Pengamat energi menilai kebijakan ini berpotensi memperbaiki governance sektor migas, yang selama ini dinilai kurang tegas terhadap kontraktor yang tidak memenuhi komitmen kerja.

Meski dinilai tegas, kebijakan pencabutan izin WK migas juga menyimpan tantangan. Eksplorasi migas membutuhkan investasi besar, teknologi tinggi, dan risiko geologi yang tidak kecil. Investor global cenderung selektif, terutama di tengah transisi energi global.

Namun pemerintah menilai ketegasan regulasi justru akan meningkatkan kredibilitas sektor migas Indonesia, karena hanya pemain serius yang akan masuk.

Ketegasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencabut izin 301 wilayah kerja migas mangkrak menjadi simbol pendekatan baru negara dalam mengelola aset strategis. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi pernyataan politik ekonomi bahwa sumber daya alam tidak boleh dibiarkan menganggur di tangan pemegang konsesi yang tidak produktif.

Dalam narasi nasionalisme ekonomi, langkah ini diposisikan sebagai upaya memastikan kekayaan energi Indonesia benar-benar dikelola untuk rakyat, bukan sekadar menjadi aset tidur dalam neraca perusahaan.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:301 WK Migas MangkrakBahlil LahadaliaLifting nasionalMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dibalik Hubungan Ekonomi RI–AS, Diplomasi Ekonomi Prabowo Bisa Jadi Lompatan Industri Nasional
Next Article Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index