INVERSI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa sembilan negara telah menggelontorkan dana lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp112 triliun untuk mendukung paket bantuan kemanusiaan bagi Gaza.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2). Forum ini menjadi langkah awal koordinasi internasional dalam upaya pemulihan wilayah Gaza.
Dalam pernyataannya, Trump memaparkan daftar negara yang telah berkontribusi, yakni Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait telah menyumbang lebih dari 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan,” ujar Trump, seperti dikutip RIA Novosti.
Ia juga menyampaikan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) tengah menggalang tambahan dana sebesar 2 miliar dolar AS. Penghimpunan dana tersebut ditujukan untuk memperkuat dukungan terhadap proses pemulihan dan bantuan darurat di Gaza.
Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan sesuai dengan mandat serta mekanisme yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebutkan lebih dari 20 negara diperkirakan menghadiri pertemuan Board of Peace yang digagas oleh Trump. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari inisiatif diplomatik Amerika Serikat dalam mendorong rekonstruksi Gaza.
Pada Januari lalu, Trump secara resmi mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk berpartisipasi. Menurut Gedung Putih, forum ini dirancang untuk memperkuat dukungan internasional terhadap proses pembangunan kembali Gaza sekaligus membuka jalan menuju stabilitas dan perdamaian jangka panjang.
Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun kolaborasi global dalam merespons krisis kemanusiaan di Gaza, dengan melibatkan berbagai negara mitra dari kawasan Timur Tengah hingga Asia Tengah.