By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Akun TikTok, WhatsApp, dan Massa Bayaran: Puzzle Kerusuhan Agustus 2025 yang Belum Diungkap Polisi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Akun TikTok, WhatsApp, dan Massa Bayaran: Puzzle Kerusuhan Agustus 2025 yang Belum Diungkap Polisi

PolitikTerkini

Akun TikTok, WhatsApp, dan Massa Bayaran: Puzzle Kerusuhan Agustus 2025 yang Belum Diungkap Polisi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mempertanyakan kebijakan pihak kepolisian Indonesia yang belum mengungkap kerusuhan Agustus 2025 meski sudah banyak jejak digital. (Foto, Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)
SHARE

JAKARTA – Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengungkap adanya temuan operasi sistematis yang bertujuan mengekskalasi kemarahan publik menjadi kerusuhan brutal pada Agustus 2025. Ia menyoroti tiga akun media sosial yang dinilai sangat provokatif namun hingga kini tidak diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.

Ketiga akun yang diidentifikasi oleh Komisi Pencari Fakta (KPF) tersebut adalah Strongerboy, Adiastha8 (TikTok), dan Armyzoned ID (YouTube).

“Akun-akun ini dibuat hanya satu bulan sebelum peristiwa dengan jumlah pengikut yang sangat besar. Mereka menyebarkan narasi yang mengarahkan pada potensi kerusuhan dan mengimajinasikan kembali peristiwa 98,” ujar Isnur dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu pekan lalu.

Isnur menjelaskan akun-akun tersebut melakukan manipulasi disinformasi dengan memanfaatkan momentum kemarahan warga, termasuk viralnya video anggota DPR yang berjoget pada pertengahan Agustus 2025. Menurutnya, akun-akun itu secara sistematis mengolah amarah publik menjadi narasi berlebihan dan provokatif.

Berdasarkan analisis yang juga terverifikasi dengan data Drone Emprit, narasi media sosial bergeser tajam setelah meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025. Jika awalnya tuntutan massa adalah pembubaran DPR, akun-akun provokator mengubahnya menjadi sentimen “polisi pembunuh”.

“Akun-akun ini mengekskalasi kekerasan menjadi semakin brutal. Pertanyaan besarnya, kenapa mereka tidak diusut? Kenapa diabaikan dan seolah lenyap dalam upaya pengungkapan kebenaran? Padahal jejak digitalnya sangat nyata,” kata Isnur.

Selain operasi disinformasi digital, hasil investigasi KPF juga mengungkap adanya massa terorganisir yang diduga disewa untuk melakukan aksi penjarahan rumah pejabat negara saat kerusuhan Agustus 2025. Massa tersebut menyasar rumah sejumlah anggota DPR hingga kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kami menemukan ada massa yang dipimpin oleh mobil mewah seperti Mercedes-Benz. Mereka konvoi rapi menggunakan kendaraan bermotor, membawa molotov, dan menyasar rumah-rumah pejabat seperti Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Nafa Urbach, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani,” ungkap Isnur.

Menurut KPF, massa tersebut berasal dari berbagai wilayah seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung dan Cianjur. Mereka diduga diiming-imingi barang jarahan sebagai imbalan atas aksi mereka.

Baca Juga :

Daftar Nama Finalis dan Jadwal Final Puteri Indonesia 2024
Awal Mula Cakra Khan Ikut Audisi America’s Got Talent

Isnur menyayangkan sikap kepolisian yang dinilai hanya menyasar pelaku lapangan, tanpa mengungkap aktor intelektual di balik kerusuhan.

“Gambar dan videonya ada, orang-orangnya terekam jelas. Harusnya mereka ditelusuri lebih lanjut, siapa koordinatornya, di mana titik simpul pertemuannya, dan siapa yang mengarahkan mereka melakukan penjarahan. Jangan hanya berhenti di tersangka lapangan,” tegasnya.

KPF juga menemukan keberadaan massa bayaran yang diorganisir oleh kelompok bernama, Bison. Kelompok ini disebut sering direkrut sebagai penonton bayaran di acara televisi dan kemudian dimobilisasi dalam situasi kerusuhan.

“Kelompok ini mengakui didorong dan dibayar untuk menjegal aksi demonstrasi mahasiswa, termasuk aksi HMI dan PMII. Mereka bahkan mengklaim sebagai afiliator dari sebuah lembaga tertentu di Indonesia,” ungkap Isnur.

Selain TikTok dan YouTube, KPF menemukan bukti pesan berantai di WhatsApp berisi gambar provokatif yang menyebar ke berbagai grup warga, termasuk kolektif Nika, KPR Depok, dan Nakama. Pesan tersebut masuk secara spontan tanpa struktur organisasi yang jelas.

Menurut Isnur, banyak grup tidak melakukan penyaringan anggota, sehingga aktor anonim mudah menyusup dan menyebarkan konten yang memicu emosi massa.

“Kami memiliki banyak tangkapan layar bukti disinformasi ini. Ini menunjukkan ada pihak yang memang ingin kerusuhan ini terjadi, namun justru warga biasa dan aktivis yang tidak tahu apa-apa yang sekarang malah ditangkap dan dipidanakan,” pungkasnya.

Kronologis Singkat

Kerusuhan Agustus 2025 dipicu viralnya video anggota DPR yang berjoget, kemudian diperkuat oleh narasi provokatif di media sosial sejak 20 Agustus. Situasi berubah drastis setelah meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan pada 28 Agustus, yang menggeser narasi menjadi sentimen anti-polisi. Pada akhir Agustus, aksi massa meluas dan diikuti penjarahan rumah pejabat negara, dengan indikasi massa terorganisir dan bayaran. Pasca kerusuhan, penegakan hukum menuai kritik karena dianggap hanya menyasar pelaku lapangan.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
TAGGED:Kerusuhan Agustus 2025KPFMuhammad IsnurYLBHI
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Belajar ke Luar Negeri Pakai Uang Negara, Tapi Hina Indonesia? Ini Peringatan Keras Pemerintah
Next Article Menteri ESDM Paksa Asing Barter Teknologi, SDA Tak Boleh Lagi Keluar Mentah-Mentah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index