By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Menteri ESDM Paksa Asing Barter Teknologi, SDA Tak Boleh Lagi Keluar Mentah-Mentah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menteri ESDM Paksa Asing Barter Teknologi, SDA Tak Boleh Lagi Keluar Mentah-Mentah

Ekonomi

Menteri ESDM Paksa Asing Barter Teknologi, SDA Tak Boleh Lagi Keluar Mentah-Mentah

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) Bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat memberi keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Foto, Antara/Hafidz Mubarak)
SHARE

JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi sektor mineral kritis kepada Amerika Serikat (AS), namun dengan syarat tegas, yakni asing tak lagi boleh sekadar mengeruk sumber daya alam (SDA).

Di era Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, setiap investasi diwajibkan membawa transfer teknologi, pembangunan smelter, dan ekosistem industri hilir di dalam negeri. Pendekatan ini menandai fase baru kebijakan ekonomi nasional, barter teknologi untuk setiap butir mineral yang keluar dari tanah Indonesia.

Bahlil menegaskan Indonesia membuka peluang luas bagi investor Amerika Serikat dalam pengembangan mineral kritis seperti nikel, logam tanah jarang, dan komoditas strategis lainnya. Namun, semua kerja sama harus mematuhi regulasi nasional dan mendukung agenda hilirisasi.

“Untuk mineral kritikal terkait dengan nikel, logam tanah jarang, dan mineral-mineral lainnya, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di Amerika Serikat untuk melakukan investasi dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita,” ujar Bahlil di Washington D.C., Jumat (20/2).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan prioritas dukungan dalam eksekusi investasi selama memenuhi syarat peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Bahlil menekankan bahwa pembukaan investasi tidak berarti Indonesia kembali mengekspor bahan mentah.

“Kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika dan beberapa negara lain yang akan melakukan investasi di Indonesia, khususnya di mineral kritikal dan ini sudah terjadi, sebelum perjanjian ini pun sudah ada contoh, seperti Freeport,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa era ekspor mineral mentah sudah berakhir. Investor asing kini harus membangun fasilitas pengolahan, teknologi pemurnian, hingga industri lanjutan di Indonesia.

Mineral kritis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan logam tanah jarang kini menjadi komoditas strategis global untuk industri baterai, kendaraan listrik, elektronik, hingga pertahanan.

Pemerintah menempatkan sektor ini sebagai alat tawar dalam diplomasi ekonomi internasional sekaligus pendorong transformasi industri nasional.

Baca Juga :

Bahlil-Rosan-Purbaya Kompak Temui Kadin China, Sinyal RI Tak Anti Investor
Ciri-ciri Kanker Usus Stadium Awal pada Orang Dewasa

Dalam berbagai forum ekonomi, pemerintah menegaskan hilirisasi bukan sekadar industrialisasi, melainkan strategi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat rantai pasok global, dan mempercepat transisi energi nasional.

Kebijakan barter teknologi mencerminkan perubahan paradigma besar. Indonesia tidak lagi ingin berada di posisi penyuplai bahan baku murah, tetapi menjadi produsen komponen industri bernilai tinggi.

Pemerintah menargetkan investasi asing di sektor mineral kritis dengan beberapa persyaratan. Mulai dari membangun smelter dan pabrik pemurnian, mengembangkan industri baterai, kendaraan listrik, dan material canggih, melakukan transfer teknologi dan pelatihan SDM local, serta membentuk ekosistem industri hilir terintegrasi.

Kementerian ESDM saat ini menekankan kebijakan karpet merah investasi hanya diberikan jika investor membawa nilai tambah nyata. Artinya, setiap butir mineral yang diambil harus diolah di dalam negeri, membawa teknologi kelas dunia, dan memperkuat industri nasional.

Strategi ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik publik soal pengerukan SDA oleh asing. Dengan cara ini, Indonesia ingin mengubah hubungan investasi dari sekadar eksploitasi menjadi kemitraan industri dan teknologi.

Apalagi saat ini, dunia tengah mengalami perang mineral kritis secara global. AS, China, dan Uni Eropa kini berlomba mengamankan pasokan mineral kritis untuk transisi energi dan pertahanan. Indonesia menjadi pemain kunci karena cadangan nikel dan tembaga besar. Hilirisasi dan larangan ekspor mentah yang diterapkan Indonesia akan menjadi senjata tawar dalam negosiasi dagang global

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:Amerika SerikatBahjlil LahadaliaMenteri ESDMMineral kritisSDASumber Daya Alam
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Akun TikTok, WhatsApp, dan Massa Bayaran: Puzzle Kerusuhan Agustus 2025 yang Belum Diungkap Polisi
Next Article Tips Aman Tinggalkan Mobil dan Motor Saat Mudik Agar Tidak Soak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index