By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Belajar ke Luar Negeri Pakai Uang Negara, Tapi Hina Indonesia? Ini Peringatan Keras Pemerintah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Belajar ke Luar Negeri Pakai Uang Negara, Tapi Hina Indonesia? Ini Peringatan Keras Pemerintah

Pendidikan

Belajar ke Luar Negeri Pakai Uang Negara, Tapi Hina Indonesia? Ini Peringatan Keras Pemerintah

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
3 Min Read
(ilustrasi) Sikap arogan penerima beasiswa LPDP yang menggugat soal nasionalisme, etika penerima dana negara, dan rasa bangga sebagai warga Indonesia menuai kecaman publik dan terancam kena black list pemerintah Indonesia. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Polemik pernyataan viral “cukup saya WNI” yang dilontarkan seorang penerima beasiswa LPDP kembali membuka perdebatan publik soal nasionalisme, etika penerima dana negara, dan rasa bangga sebagai warga Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi dan politik yang penuh tantangan, pemerintah menegaskan rasa cinta tanah air tidak boleh pudar, terutama bagi mereka yang dibiayai oleh uang rakyat untuk belajar ke luar negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar tidak menghina negara sendiri. Ia bahkan mengancam sanksi tegas bagi awardee yang melanggar etika kebangsaan.

“Nanti saya akan blacklist dia. Di seluruh (instansi) pemerintahan tidak akan bisa masuk. Jadi jangan menghina negara sendiri,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/2/2026) di Jakarta.

Purbaya mengingatkan bahwa dana LPDP berasal dari pajak rakyat, sehingga penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral terhadap negara. “Kalau menghina negara, biaya beasiswa beserta bunganya akan diminta untuk dikembalikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kritik boleh disampaikan, tetapi tidak dalam bentuk penghinaan terhadap identitas bangsa. “Kalau nggak senang ya nggak senang, tapi jangan menghina negara lah,” katanya.

Kasus ini bermula dari ketika, Dwi Sasetyaningtyas, perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video pernyataan. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

“Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anaku, kita buka ya,” ujarnya.

“Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris,” lanjutnya.

Baca Juga :

Najwa Shihab Ngobrol dengan Chris Martin Vokalis Coldplay, Puji Ide soal Kolaborasi dengan Musisi Indonesia
7 Tanda Kulit Kepala Mulai Menua, No 4 Sering Terjadi

Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.

“I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anaku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.

Pernyataan itu memicu reaksi luas dan kritik publik, hingga pemerintah turut memberikan respons karena dianggap mencederai rasa nasionalisme, terutama karena disampaikan oleh individu yang selama ini mendapat manfaat dari dana pendidikan negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto juga mengingatkan bahwa dana LPDP berasal dari uang negara yang dikumpulkan dari pajak rakyat. Ia menekankan penerima beasiswa harus menjaga etika dan sikap sebagai representasi bangsa di luar negeri.

Kasus ini muncul saat Indonesia menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan politik. Pemerintah menilai rasa bangga sebagai WNI justru harus diperkuat, bukan dilemahkan oleh elite terdidik yang dibiayai negara.

Kasus “cukup saya WNI” menjadi pengingat bahwa pendidikan global yang dibiayai negara membawa tanggung jawab moral. Kritik terhadap negara sah, tetapi rasa bangga dan loyalitas kebangsaan tetap menjadi fondasi, terutama bagi mereka yang telah merasakan langsung manfaat dana publik.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
TAGGED:@sasetyaningtyasBrian Yuliartocukup saya WNIdan TeknologiLpdpMenteri Pendidikan TinggiPurbaya Yudhi SadewaSains
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kemensos Pastikan 90 Persen Bansos Kuartal I Cair untuk 18 Juta KPM
Next Article Akun TikTok, WhatsApp, dan Massa Bayaran: Puzzle Kerusuhan Agustus 2025 yang Belum Diungkap Polisi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027

5 days ago
Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index