By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Alasan Kendaraan Listrik Berbasis Batubara Menjadi Pertahanan Strategis Indonesia di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Alasan Kendaraan Listrik Berbasis Batubara Menjadi Pertahanan Strategis Indonesia di Tengah Gejolak Minyak Dunia

EkonomiInternasionalTerkini

Alasan Kendaraan Listrik Berbasis Batubara Menjadi Pertahanan Strategis Indonesia di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Kebijakan subsidi untuk kendaraan listrik harus segera direalisasikan dalam rangka perkuat kedaulatan energi nasional dan menghilangkan ketergantungan tinggi pada impor minyak. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan program subsidi konversi motor konvensional ke motor listrik senilai Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per unit pada 5 Maret 2026, reaksi publik di media sosial terbelah.

Sebagian menyambut antusias, sisanya skeptis — mempertanyakan relevansi program ini di tengah tekanan fiskal dan isu IHSG yang sedang gonjang-ganjing. Ada pula yang mempertanyakan logika mengalihkan ketergantungan dari minyak impor ke listrik yang sebagian besar masih bersumber dari batubara.

Namun, di balik perdebatan itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: pada hari yang sama, Selat Hormuz — jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia — terancam ditutup akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Dan cadangan BBM Indonesia saat itu hanya tersisa 25 hari.

Selat Hormuz Ditutup: Bukan Skenario Hipotetis

Selat Hormuz adalah titik paling kritis dalam rantai pasokan energi global. Sekitar 20 persen dari seluruh perdagangan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya. Ketika konflik di kawasan Timur Tengah meningkat, ancaman penutupan Selat Hormuz bukan lagi sekadar skenario dalam simulasi perang — ia menjadi realitas yang mengancam ketahanan energi puluhan negara, termasuk Indonesia.

Bahlil mengungkapkan bahwa sekitar 20–25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini melewati Selat Hormuz. Artinya, setiap kali ketegangan meningkat di Timur Tengah, Indonesia langsung merasakan dampaknya — baik melalui kenaikan harga minyak, gangguan pasokan, maupun tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat kebutuhan devisa untuk impor energi.

Ini bukan ancaman yang bisa diatasi dengan negosiasi diplomatik semata. Ini adalah kerentanan struktural yang hanya bisa diselesaikan dengan satu cara: mengurangi ketergantungan pada minyak impor secara sistematis dan terencana.

Lebih dari 50 Persen Minyak Indonesia Adalah Minyak Impor

Indonesia bukan lagi negara pengekspor minyak yang disegani. Sejak keluar dari OPEC pada 2016, produksi minyak dalam negeri terus merosot sementara konsumsi terus meningkat. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen konsumsi minyak Indonesia kini dipenuhi dari impor.

Baca Juga :

SMA 1 KURUN! William Roberts Raih Perunggu Olimpiade Matematika Dunia
Hubungan Yudha Arfandi dan Raffi Ahmad, Teman Motoran Tidak Ada Terlibat Bisnis

Ketergantungan ini menciptakan dua masalah serius. Pertama, setiap kenaikan harga minyak dunia langsung membebani APBN melalui subsidi BBM yang membengkak. Kedua, setiap guncangan geopolitik di jalur pasokan minyak global — seperti penutupan Selat Hormuz — berpotensi mengganggu ketersediaan BBM di dalam negeri. Cadangan strategis BBM Indonesia yang hanya 25 hari adalah angka yang sangat tipis untuk sebuah negara dengan 120 juta kendaraan bermotor di jalanan.

Bandingkan dengan batubara. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di dunia. Pada 2025, produksi batubara nasional mencapai 790 juta ton, dengan sekitar 276 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan domestik. Pasokan batubara untuk pembangkit listrik dalam negeri dijamin melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), dan stok batubara untuk PLTU saat ini mencapai 84 juta ton — cukup untuk menjaga operasional pembangkit dalam jangka panjang.

Satgas Transisi Energi: Respons Strategis, Bukan Proyek Dadakan

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas, adalah respons strategis terhadap kondisi geopolitik yang memburuk — bukan sekadar proyek baru yang lahir dari kepentingan sesaat.

Satgas ini memiliki mandat yang komprehensif: mempercepat konversi 120 juta motor konvensional ke motor listrik, membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt, dan mengkonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke PLTS untuk mengurangi beban subsidi listrik. Target Presiden Prabowo adalah implementasi maksimal dalam tiga hingga empat tahun — sebuah ambisi yang mencerminkan urgensi situasi.

Konversi PLTD ke PLTS sendiri memiliki dampak ganda: mengurangi konsumsi solar bersubsidi di pembangkit listrik terpencil, sekaligus membuka ruang fiskal untuk program-program prioritas lainnya. Ini bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari arsitektur ketahanan energi nasional yang lebih besar.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaMenteri ESDMSelat HormuzSubsidi konvensi motor listrik
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jangan Abaikan Tekanan Emosi, Ini Sinyal Anda Perlu Konsultasi dengan Psikolog
Next Article Subsidi Kendaraan Listrik Satu Jalan Menuju Kedaulatan Energi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index