INVERSI.ID – Tekanan emosional yang berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari menjadi tanda seseorang perlu mempertimbangkan bantuan dari tenaga profesional.
Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog menjelaskan bahwa kondisi emosional yang tidak kunjung membaik bahkan semakin berat dapat membuat seseorang kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari.
“Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, bahkan semakin berat, sampai membuat dirinya kewalahan dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari,” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
Ratih yang juga tergabung dalam Tim Ahli Kelompok Kerja Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa tekanan emosional yang tidak tertangani bisa membuat seseorang kesulitan menjalankan fungsi dasar dalam hidupnya.
Hal tersebut dapat terlihat dari menurunnya kemampuan dalam bekerja, terganggunya hubungan sosial, sulit tidur, hingga kesulitan menjalankan rutinitas harian.
Selain itu, ada sejumlah tanda lain yang juga perlu diwaspadai. Di antaranya muncul rasa putus asa yang berkepanjangan, emosi yang mudah meledak dan sulit dikendalikan, keinginan menarik diri dari lingkungan sosial secara ekstrem, hingga muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
“Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional,” katanya.
Ratih menambahkan, seseorang yang sudah merasa tidak mampu mengelola emosinya secara mandiri juga disarankan untuk mencari bantuan profesional agar proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog mengatakan bahwa bantuan dari tenaga profesional juga dapat membantu seseorang memahami kondisi dirinya secara lebih mendalam.
“Kalau seseorang merasa perlu ada yang membantu dan memutuskan pergi ke bantuan profesional, itu tentu langkah yang baik,” kata lulusan The University of Melbourne itu kepada ANTARA pada Kamis.
Ia menambahkan bahwa saat ini layanan psikolog sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, sehingga masyarakat bisa mengaksesnya dengan lebih mudah.
Meski demikian, Novi menilai proses pemulihan mental tidak selalu harus dimulai dari layanan profesional. Kesadaran diri untuk memahami emosi dan kondisi pribadi juga dapat menjadi langkah awal yang penting.
Salah satu cara membangun kesadaran diri bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti membaca buku pengembangan diri, mempelajari filsafat, atau melakukan refleksi pribadi untuk memahami tujuan hidup serta cara menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, kemampuan melakukan refleksi diri dapat membantu seseorang melihat kembali pengalaman hidup dan memahami penyebab munculnya reaksi emosional tertentu.
Ia juga menekankan pentingnya mengambil jeda dari tekanan lingkungan agar seseorang dapat menemukan kembali ketenangan dalam dirinya.
“Kuncinya adalah kesadaran diri. Ketika seseorang mulai mengenali dirinya, itu sudah menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi mental,” kata dia.