By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Dunia Panik Energi, Indonesia Justru Mendekati Swasembada: Strategi Prabowo Mulai Terlihat Hasilnya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dunia Panik Energi, Indonesia Justru Mendekati Swasembada: Strategi Prabowo Mulai Terlihat Hasilnya

EkonomiTerkini

Dunia Panik Energi, Indonesia Justru Mendekati Swasembada: Strategi Prabowo Mulai Terlihat Hasilnya

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
5 Min Read
Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama mengawal swasembada energi sebagai salah satu pilar utama kebijakan ekonomi nasional. (Foto, IG melangkahdaritimur)
SHARE

JAKARTA — Ketika pasar energi global kembali diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada energi sebagai salah satu pilar utama kebijakan ekonomi nasional—dan sejumlah indikator terbaru menunjukkan strategi tersebut mulai menunjukkan hasil.

Lonjakan risiko di jalur perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global, telah memicu kekhawatiran di banyak negara pengimpor energi. Namun struktur pasokan energi Indonesia yang semakin terdiversifikasi dinilai membuat ekonomi domestik relatif lebih terlindungi dari volatilitas global.

“Kemandirian energi adalah fondasi stabilitas ekonomi dan geopolitik,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu saat menjelaskan arah kebijakan energi pemerintah.

Menurut data Kementerian ESDM, pemerintah menargetkan sejumlah tonggak swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari diesel hingga bahan bakar penerbangan.

Indonesia menargetkan swasembada solar pada 2026 dengan kapasitas produksi sekitar 40,2 juta kiloliter per tahun. Kenaikan produksi ini berasal dari dua faktor utama: ekspansi biodiesel berbasis sawit dan peningkatan kapasitas kilang domestik. Program biodiesel nasional telah berkembang dari B35 menuju B40 dan berpotensi meningkat hingga B50 dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, proyek peningkatan kapasitas kilang milik PERTAMINA di Balikpapan yang rampung pada Januari 2026 menambah produksi solar nasional sekitar 1,8 juta kiloliter per tahun.

Untuk bahan bakar penerbangan, Indonesia juga berada di jalur menuju swasembada pada 2026 dengan target produksi 2 juta kiloliter per tahun. Tambahan produksi berasal dari peningkatan kapasitas kilang Balikpapan yang meningkatkan produksi avtur sekitar 0,64 juta kiloliter per tahun. Pemerintah juga mulai mengembangkan sustainable aviation fuel (SAF) berbasis minyak jelantah, yang berpotensi menjadi sumber bahan bakar alternatif bagi industri penerbangan.

Sementara itu, swasembada bensin ditargetkan tercapai pada 2028 dengan total produksi sekitar 39,9 juta kiloliter. Selain peningkatan kapasitas kilang yang menambah produksi sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun, pemerintah juga mengembangkan bahan bakar nabati berbasis tebu, singkong, dan jagung untuk mengurangi ketergantungan impor.

Risiko Hormuz Lebih Rendah
Ketergantungan Indonesia terhadap jalur minyak strategis global juga relatif lebih rendah dibanding negara Asia lainnya.

Baca Juga :

7 Tips Liburan Sekolah Produktif Biar Gak Cuma Rebahan dan Scroll TikTok Doang!
Komunitas Padel di Jakarta Selatan: Olahraga Baru yang Bangun Gaya Hidup, Jejaring, dan Semangat Kompetisi

Sekitar 20% impor bensin Indonesia, atau sekitar 0,3 juta barel per hari, melewati Selat Hormuz. Sebagai perbandingan, ketergantungan Jepang mencapai sekitar 75%, Korea Selatan 65%, India 50%, dan China sekitar 48%.

Diversifikasi jalur dan sumber impor ini menjadi salah satu faktor yang memperkecil risiko gangguan pasokan. Cadangan BBM Indonesia saat ini berada di kisaran 20–23 hari, sejalan dengan rata-rata negara Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan peningkatan cadangan strategis hingga 90 hari, mendekati standar negara anggota International Energy Agency.

Transisi Listrik dan Energi Terbarukan
Selain bahan bakar cair, Indonesia juga mempercepat transisi di sektor listrik. Total kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini sekitar 107,5 gigawatt, dengan sekitar 15,7% berasal dari energi baru terbarukan. Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam beberapa dekade ke depan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis diesel.

Di sektor gas, Indonesia juga memperkuat diversifikasi impor LNG. Sekitar 57% dari total impor LNG Indonesia sebesar 7,1 juta metrik ton per tahun berasal dari United States, dan porsinya berpotensi meningkat hingga 70% melalui kesepakatan perdagangan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Langkah ini sekaligus memperluas portofolio pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Bagi Indonesia, strategi swasembada energi bukan hanya kebijakan sektor energi, tetapi juga bagian dari strategi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Ketika banyak negara di Asia masih sangat bergantung pada impor minyak mentah dan produk BBM dari Timur Tengah, Indonesia mencoba mengurangi kerentanan tersebut melalui kombinasi biofuel, peningkatan kapasitas kilang, serta percepatan energi terbarukan.

Jika target-target tersebut tercapai dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia berpotensi mengubah posisinya di peta energi global—dari negara importir besar menjadi salah satu ekonomi besar yang lebih tahan terhadap guncangan energi dunia.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaPertaminaPrabowo SubiantoSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tanggapi Gugatan Masyarakat ke MK, Banggar DPR Sebut Anggaran Program MBG Konstitusional
Next Article Pemerintah Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index