By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Tanggapi Gugatan Masyarakat ke MK, Banggar DPR Sebut Anggaran Program MBG Konstitusional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tanggapi Gugatan Masyarakat ke MK, Banggar DPR Sebut Anggaran Program MBG Konstitusional

MBGPolitik

Tanggapi Gugatan Masyarakat ke MK, Banggar DPR Sebut Anggaran Program MBG Konstitusional

Yayat Cipasang
By
Yayat Cipasang
4 months ago
Share
4 Min Read
Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah menilai program Makan Bergizi Gratis diperlukan karena peningkatan gizi anak merupakan agenda penting, karena prevalensi gizi kronis di Indonesia masih berada di kisaran 19 persen. (Foto, Inversi.id/Yayat Cipasang)
SHARE

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, angkat bicara terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto itu dinilai memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, namun tetap memerlukan perbaikan dalam tata kelola dan pengawasan.

“Perhatian publik terhadap MBG wajar mengingat cakupan program menyasar puluhan juta penerima manfaat,” kata Said dalam pernyataan tertulis, Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan bahwa peningkatan gizi anak merupakan agenda penting, sebab prevalensi gizi kronis di Indonesia masih berada di kisaran 19 persen.

“Angka tersebut tergolong menengah-tinggi, mengingat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kategori rendah jika berada di bawah 10 persen,” ujarnya.

Said menyebut intervensi melalui program pemberian makan di sekolah bukan hal baru. Sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang, serta negara-negara Skandinavia seperti Finlandia dan Norwegia telah lebih dahulu menerapkannya, bahkan diikuti negara berkembang seperti India dan Brasil dengan hasil yang relatif sukses.

“Meski mendukung penuh tujuan MBG, saya menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi. Salah satunya terkait pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” kata Said.

Pada tahun ini, sambung Said, pemerintah menargetkan 35.270 SPPG beroperasi. Sebagian besar dikelola masyarakat, baik yayasan sosial maupun perorangan.

“Partisipasi masyarakat ini positif, tetapi ada oknum pengelola yang tidak mematuhi standar pelayanan dan menu gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Said.

Baca Juga :

Enam Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal Indonesia Masters 2026
Kumpulan Ucapan Hari Bhayangkara 1 Juli 2023 ke-77, Cocok untuk Media Sosial

Ia mendorong BGN untuk menerapkan daftar hitam bagi rekanan atau pengelola dapur yang melanggar aturan, bahkan menempuh jalur hukum bila diperlukan.

Selain itu, ia mengusulkan evaluasi jumlah penerima manfaat per SPPG.

“Dari target awal 3.000 siswa per dapur, menurutnya lebih ideal jika dibatasi maksimal 1.500 hingga 2.000 siswa agar proses memasak dan distribusi makanan lebih cepat serta tetap higienis,” kata politikus PDIP ini.

Said juga menekankan pentingnya pelibatan pemerintah daerah dan desa dalam pengawasan.

“BGN tidak memiliki struktur vertikal hingga ke bawah, sehingga pengawasan oleh pemda dapat membantu memastikan kelayakan makanan serta mengantisipasi potensi masalah di lapangan,” katanya.

Isu Anggaran Pendidikan

Terkait polemik anggaran, Said menjelaskan bahwa APBN merupakan undang-undang yang diajukan pemerintah dan dibahas bersama DPR. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan tetap memenuhi amanat konstitusi sebesar 20 persen dari belanja negara.

Pada APBN 2025, anggaran pendidikan tercatat sebesar Rp724,2 triliun dan meningkat menjadi Rp769 triliun pada 2026.

“Dalam dua tahun tersebut, anggaran MBG termasuk dalam pos pendidikan, yakni Rp71 triliun pada 2025 dan Rp268 triliun pada 2026,” ujarnya.

Dari alokasi Rp268 triliun untuk Badan Gizi Nasional pada 2026, sebesar Rp255,5 triliun diperuntukkan bagi pelaksanaan program MBG dan Rp12,4 triliun untuk dukungan manajemen.

“Dari total anggaran program sebesar Rp255,5 triliun itu, Rp223,5 triliun masuk dalam fungsi pendidikan,” kata Said.

Said juga membenarkan adanya kenaikan anggaran di sejumlah kementerian seperti Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kemenag, Kemensos, dan Kementerian PUPR. Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan konsekuensi dari meningkatnya belanja negara yang menjadi dasar perhitungan 20 persen anggaran pendidikan.

“Keputusan memasukkan anggaran MBG ke dalam pos pendidikan merupakan keputusan politik bersama DPR dan pemerintah yang telah disahkan dalam Undang-Undang APBN,” tegasnya.

Menanggapi adanya gugatan masyarakat ke Mahkamah Konstitusi, Said menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan.

“Apakah kebijakan ini konstitusional atau tidak, tentu menjadi kewenangan MK untuk memutuskan. Namun DPR dan pemerintah telah mengambil keputusan berdasarkan kajian konstitusional,” ujarnya.

“Saya berharap penjelasan ini dapat memberikan gambaran utuh mengenai tata kelola dan posisi anggaran MBG dalam struktur anggaran pendidikan nasional,” tutupnya.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:Badan Anggaran DPRBGNProgram MBGSaid AbdullahSPPG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Telinga Tiba-tiba Tersumbat? Bisa Jadi Gangguan Pendengaran Konduktif
Next Article Dunia Panik Energi, Indonesia Justru Mendekati Swasembada: Strategi Prabowo Mulai Terlihat Hasilnya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”

2 weeks ago
Foto : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index