INVERSI.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan proses penanganan ikan sapu-sapu dilakukan mengikuti rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya terkait tata cara penguburan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat serta memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.
“Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik,” kata Anwar di Jakarta, Selasa.
Dalam upaya pengendalian populasi, petugas gabungan kembali melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa. Sebelum dilakukan penguburan, seluruh ikan dipastikan sudah dalam kondisi mati.
Pada kegiatan terbaru ini, pemerintah menargetkan pengumpulan hingga lima ton ikan. Sebelumnya, pada operasi serupa yang digelar Jumat lalu, petugas berhasil mengamankan sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu.
Anwar menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam menjaga kualitas lingkungan dan perairan di wilayah ibu kota.
Menurutnya, keberadaan ikan sapu-sapu memberikan dampak serius terhadap keseimbangan ekosistem, terutama karena mengancam kelangsungan ikan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat.
“Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, penangkapan ikan sapu-sapu akan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan, dengan fokus utama di wilayah hulu. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi populasi hingga ke bagian hilir.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas lingkungan dan air semakin baik sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera,” paparnya.
Upaya ini juga mendapat dukungan dari warga setempat. Salah satu warga, Yanuar Hadi (47), menilai langkah pemerintah sebagai solusi tepat untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami mendukung kegiatan ini karena pengendalian ikan sapu-sapu lebih baik dibandingkan harus mengorbankan ikan lokal,” kata Yanuar.
Pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan serentak di sejumlah titik dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan, terdiri dari unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI, serta partisipasi masyarakat.