INVERSI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Banten pada 16 hingga 21 Februari 2026. Kondisi ini diprediksi ditandai hujan deras yang berpotensi disertai angin kencang.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Hartanto dalam keterangan yang diterima di Lebak, Minggu, mengatakan masyarakat Banten harus tetap meningkatkan kewaspadaan dalam sepekan ke depan.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang sampai ekstrem masih cukup tinggi di sejumlah kabupaten dan kota di Banten.
Pada 16–18 Februari 2026, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan mengguyur Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, baik wilayah barat maupun timur. Potensi serupa juga mengintai Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, serta Kabupaten Lebak bagian utara dan selatan.
Wilayah Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, termasuk Kota Tangerang Selatan, turut masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Adapun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang bagian utara, serta Kota Tangerang.
Memasuki 19–21 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang sampai lebat diperkirakan masih berlangsung di Kabupaten Lebak bagian utara, Kabupaten Serang bagian timur, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Tak hanya curah hujan tinggi, BMKG juga memprediksi adanya angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam pada 17–21 Februari 2026. Daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Pandeglang bagian barat dan selatan, Kabupaten Lebak bagian selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Serang bagian utara dan barat, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, hingga Kota Tangerang Selatan.
BMKG mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang, agar meningkatkan kesiapsiagaan. Warga juga disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal media sosial @bmkgwilayah2.
Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.