By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mobil China Mulai Tekan Dominasi Jepang di Indonesia, Ini Analisis Pakar ITB
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mobil China Mulai Tekan Dominasi Jepang di Indonesia, Ini Analisis Pakar ITB

Ekonomi

Mobil China Mulai Tekan Dominasi Jepang di Indonesia, Ini Analisis Pakar ITB

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - Pengunjung memadati venue pameran mobil pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai pabrikan mobil asal China mulai menunjukkan pengaruh besar di pasar otomotif Indonesia. Dominasi produsen Jepang yang selama ini kuat kini mulai mendapat tekanan, terutama di segmen kendaraan listrik (EV) dan kelas menengah.

Menurut Yannes, posisi mobil Jepang memang masih kokoh di sejumlah segmen populer. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, persaingan dipastikan semakin ketat seiring agresivitas merek China yang terus memperluas pasar.

“China belum akan menggeser popularitas mobil Jepang di segmen SUV entry level, MPV entry level dan Low Cost Green Car (LCGC) Internal Combustion Engine (ICE) konvensional dalam 3 sampai 5 tahun ke depan,” kata Yannes ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa perubahan peta persaingan sudah mulai terlihat, terutama di sektor strategis. Pabrikan China disebut mulai mengambil alih perhatian konsumen di segmen kendaraan listrik, SUV, hingga hatchback kelas menengah.

Yannes menilai, salah satu faktor yang mempercepat tren ini adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

“Harga BBM yang mahal membuat biaya operasional EV entry level terlihat semakin jauh lebih hemat. Tren ini akan semakin menguat di kota besar dan mendorong adopsi EV China di berbagai kota lebih cepat,” katanya.

Selain harga yang kompetitif, banyaknya pilihan model EV dari produsen China juga turut mempercepat penetrasi pasar. Hal ini membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif dengan fitur modern namun tetap terjangkau.

Di sisi lain, Yannes mengakui bahwa persepsi publik terhadap mobil China masih beragam. Beberapa konsumen masih mempertimbangkan faktor nilai jual kembali, ketahanan kendaraan, serta ketersediaan suku cadang dalam jangka panjang.

Namun demikian, ia melihat adanya perbaikan yang signifikan, terutama melalui peningkatan layanan purnajual serta kehadiran fasilitas perakitan lokal di Indonesia.

Baca Juga :

Wacana Duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Jadi Solusi Konsolidasi Nasional
5 Daftar Sayur dan Buah-buahan dapat Turunkan Gula Darah

Masuknya produsen China juga membawa dampak ganda bagi industri otomotif nasional. Kehadiran pabrik perakitan Completely Knocked Down (CKD) dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong alih teknologi.

“Memang betul pabrik CKD China menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong transfer teknologi. Tetapi, banyak pemasok komponen lokal tertekan karena China sering menggunakan rantai pasoknya sendiri,” katanya.

Meski memberikan peluang, Yannes menyoroti bahwa implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih bersifat administratif. Hal ini dinilai belum cukup untuk memperkuat transfer teknologi inti yang dibutuhkan guna mendorong kemandirian industri otomotif Indonesia ke depan.

You Might Also Like

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0
TAGGED:ChinaJepangMobil ListrikOtomotif
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sebelum Mengeluh, Lihat Ini! BBM Indonesia Masih Paling Rasional Se-Asia Tenggara
Next Article Ikuti Saran MUI, Penguburan Ikan Sapu-Sapu di Jaksel Dilakukan Terstandar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index