By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: WHO Soroti Kondisi Gaza: Rumah Sakit Rusak, Penyakit Menyebar di Lokasi Pengungsian
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » WHO Soroti Kondisi Gaza: Rumah Sakit Rusak, Penyakit Menyebar di Lokasi Pengungsian

Internasional

WHO Soroti Kondisi Gaza: Rumah Sakit Rusak, Penyakit Menyebar di Lokasi Pengungsian

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi Situasi Gaza. (foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – World Health Organization atau WHO mengungkapkan bahwa proses pembangunan kembali dan rehabilitasi sistem kesehatan di Gaza diperkirakan membutuhkan dana hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp172 triliun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Dalam konferensi pers di Jenewa yang disiarkan dari Yerusalem, Perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, Reinhilde Van de Weerdt, menyampaikan bahwa kerusakan pada sektor kesehatan di Gaza telah mencapai sekitar 1,4 miliar dolar AS atau setara Rp24 triliun.

Menurut WHO, lebih dari 1.800 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan berat, baik sebagian maupun total. Fasilitas yang terdampak mencakup rumah sakit besar, pusat layanan kesehatan primer, klinik, apotek, hingga laboratorium medis.

Kondisi lingkungan di Gaza juga semakin memprihatinkan akibat banyaknya bangunan runtuh dan tumpukan sampah yang memicu munculnya berbagai risiko kesehatan baru.

“Bangunan yang hancur dan tumpukan sampah menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi tikus dan hama. Sebanyak 80 persen dari 1.600 lokasi pengungsian kerap melihat kemunculan tikus dan hama; 80 persen lebih dari lokasi pengungsian ini melaporkan infeksi kulit, seperti rabies, kutu, dan kutu kasur,” katanya.

Meski menghadapi situasi yang sangat sulit, WHO menyebut upaya pemulihan layanan kesehatan di Gaza tetap berjalan. Salah satunya dengan penambahan 128 tempat tidur di Al-Shifa Hospital untuk meningkatkan kapasitas layanan medis bagi warga sipil.

Namun demikian, Van de Weerdt menekankan pentingnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan serta akses tanpa hambatan bagi distribusi obat-obatan dan perlengkapan medis ke wilayah Gaza.

“Namun, agar penyelamatan nyawa memiliki dampak, kesehatan dan petugas kesehatan harus dilindungi dan obat-obatan serta pasokan penting harus masuk ke Gaza, termasuk penghapusan proses birokrasi dan pembatasan akses terhadap medis dan pasokan penting yang diakui secara global.”

Terkait proses evakuasi medis, ia menjelaskan bahwa langkah tersebut memiliki tantangan besar, baik dari sisi keamanan maupun logistik. Namun menurutnya, hak pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga :

Menhub Ungkap Penerbangan Arus Mudik Lebaran Mencapai 121.325 Penumpang
Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Ngaku Ketakutan

“Pasien dapat meninggalkan Gaza untuk pergi ke rumah sakit di Yerusalem Timur atau di Tepi Barat: untuk melakukan itu, mereka akan pergi melalui perbatasan Rafah, menuju Mesir dan dari sana ke negara lain, dan baru-baru ini juga kembali ke Yordania. Evakuasi medis terakhir dilakukan pada 23 April, melalui Rafah, untuk 47 pasien dan 86 pendamping.”

WHO menilai masuknya pasokan medis ke Gaza menjadi langkah krusial agar pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

You Might Also Like

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H
Pemerintah Pulangkan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Menlu RI Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warganya
Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan
Pasukan Perdamaian PBB Melemah, Dunia Terancam Konflik Tanpa Akhir?
TAGGED:Anggaran KesehatanGazapalestina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Puan Maharani Soroti Maraknya Kecurangan UTBK SNBT 2026
Next Article Dokter Anak Ungkap Cara Kejar Ketertinggalan Vaksin Anak Lewat Catch-Up Immunization
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

AS dan Iran Segera Perpanjang Gencatan Senjata, Selat Hormuz Siap Dibuka

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Iran dan AS Masuki Tahap Final, Trump Sebut Perang Segera Berakhir

2 weeks ago
InternasionalTerkini

Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris

2 weeks ago
InternasionalTerkini

Putin-Xi Kompak Bunyikan Alarm Dunia: Perdamaian Global Terancam ‘Hukum Rimba’

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index