By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Dokter Anak Ungkap Cara Kejar Ketertinggalan Vaksin Anak Lewat Catch-Up Immunization
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dokter Anak Ungkap Cara Kejar Ketertinggalan Vaksin Anak Lewat Catch-Up Immunization

Kesehatan

Dokter Anak Ungkap Cara Kejar Ketertinggalan Vaksin Anak Lewat Catch-Up Immunization

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi anak sedang divaksin. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter spesialis anak Attila Dewanti menegaskan bahwa orang tua yang belum melengkapi vaksinasi anak sesuai jadwal tidak perlu khawatir. Ketertinggalan imunisasi masih dapat dikejar melalui metode catch-up immunization atau imunisasi kejar.

Menurut Attila, langkah tersebut bisa dilakukan untuk anak yang terlambat menerima vaksin, asalkan orang tua terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar jadwal pemberian vaksin tetap tepat dan aman sesuai kondisi kesehatan anak.

“Bisa banget (dikejar pemberian vaksinnya), itu namanya catch-up immunization. Jadi vaksinasi kejar, jadi misalnya kita kasih di kiri dan kanan sekaligus. Di kiri DPT, di kanan PCV. Besoknya lagi (vaksin) campak begitu,” kata dokter Attila di Jakarta, Sabtu.

Konsep catch-up immunization juga didukung oleh World Health Organization (WHO). Dalam panduannya, metode ini diperuntukkan bagi individu yang belum menerima vaksin sesuai jadwal imunisasi nasional pada waktu yang telah ditentukan.

WHO menilai program vaksinasi anak memiliki peran penting dalam menekan risiko penyakit berat akibat infeksi virus berbahaya, seperti polio dan campak.

Attila menekankan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memberikan vaksin kepada anak, bahkan bagi mereka yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali.

Ia mengingatkan bahwa vaksinasi sebaiknya dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang karena mampu membentuk perlindungan tubuh terhadap berbagai penyakit menular yang berisiko membahayakan kesehatan anak.

“Kita mencegah lebih baik daripada mengobati ya. Pencegahan itu sangat penting karena dengan memberi vaksinasi akan mengurangi sebuah penyakit menjadi berat,” kata dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia itu.

Pentingnya vaksinasi anak, lanjut Attila, terlihat dari meningkatnya kasus campak di Indonesia yang bahkan telah memicu sejumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah.

Baca Juga :

Fakta-fakta Sekelompok Orang Datangi Rumah Mewah di Jakarta, Diduga Tak Bayar Gaji ART
Mengenal Tapera Lengkap dengan Tujuannya, Potongan yang Viral di Media Sosial

Menurutnya, penyebaran campak sebenarnya dapat ditekan apabila terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity melalui vaksinasi MR (measles rubella) maupun MMR (measles mumps rubella).

“Masalahnya adalah orang-orang yang antivaksin, itulah yang membuat kita jadi ada ledakan kasus seperti ini. Karena nggak semuanya tervaksin kan,” kata dokter Atilla.

Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam menyaring informasi terkait vaksinasi dan tidak mudah percaya pada hoaks kesehatan yang beredar di media sosial.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:VaksinVaksin Anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article WHO Soroti Kondisi Gaza: Rumah Sakit Rusak, Penyakit Menyebar di Lokasi Pengungsian
Next Article Pendidikan Tanpa Perbedaan Jadi Komitmen Pemerintah untuk Seluruh Anak Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index