By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: KPAI Kecam Kekerasan terhadap Anak di Daycare Yogyakarta, 13 Orang Jadi Tersangka
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » KPAI Kecam Kekerasan terhadap Anak di Daycare Yogyakarta, 13 Orang Jadi Tersangka

Terkini

KPAI Kecam Kekerasan terhadap Anak di Daycare Yogyakarta, 13 Orang Jadi Tersangka

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
2 Min Read
Garis polisi terpasang di depan Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menyoroti kasus dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah daycare di Yogyakarta yang dinilai mencerminkan lemahnya sistem pengawasan serta regulasi tempat penitipan anak di tingkat daerah.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan banyak daycare masih beroperasi tanpa izin resmi dan tidak memiliki standar operasional prosedur pengasuhan yang jelas.

“Kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di tingkat daerah. Banyak lembaga beroperasi tanpa izin resmi, tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengasuhan, dan luput dari pantauan dinas terkait,” kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Jasra, lemahnya sistem rujukan dan asesmen yang tidak terintegrasi turut menjadi penyebab potensi kekerasan terhadap anak sulit terdeteksi sejak awal.

“Sehingga, membuat lemahnya pengawasan berjenjang dan rujukan yang terputus,” kata Jasra Putra.

KPAI juga menyampaikan kecaman keras atas dugaan tindak kekerasan dan penelantaran yang dialami anak-anak di daycare tersebut. Lembaga itu menilai kasus tersebut sebagai tragedi serius dalam perlindungan anak di Indonesia.

“Penemuan anak-anak dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut tersumpal kain agar tidak menangis adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menampar wajah perlindungan anak di Indonesia,” kata Jasra Putra.

Kasus ini bermula ketika Daycare Little Aresha dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Petugas kepolisian kemudian melakukan penggerebekan di daycare itu pada Jumat (24/4).

Baca Juga :

Polisi Tidak Tahan Pasutri Penganiaya Pemotor di Palmerah, Ini Alasannya
Jalur Afirmasi PPDB Jakarta 2024, Prioritas untuk Anak dari Keluarga Tidak Mampu

Dari hasil penyelidikan awal, sedikitnya 53 anak diduga menjadi korban kekerasan, diskriminasi, hingga penelantaran dari total 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut.

Dalam perkembangan kasusnya, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Dua di antaranya yakni DK (51) yang diketahui menjabat sebagai ketua yayasan serta AP (42) selaku kepala sekolah. Sementara sebelas tersangka lainnya merupakan pengasuh daycare.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memicu desakan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap tempat penitipan anak demi mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
TAGGED:DaycareKasus Daycare Yogya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Perjuangan Aldila dan Janice Berakhir Dramatis di Madrid Open 2026
Next Article Kemenhub Panggil Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index