JAKARTA — Gelombang krisis ekonomi global mulai mengguncang industri teknologi dunia. Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap ribuan pegawai sebagai bagian dari restrukturisasi dan efisiensi perusahaan di tengah tekanan ekonomi global serta mahalnya investasi kecerdasan buatan (AI).
PHK yang mulai berlangsung pada 20 Mei 2026 itu disebut menyasar sekitar 10 persen tenaga kerja Meta secara global atau setara sekitar 8.000 karyawan. Langkah tersebut menjadi salah satu gelombang pemangkasan terbesar yang dilakukan perusahaan teknologi raksasa dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam dokumen internal yang dikutip Reuters, Meta disebut sedang melakukan restrukturisasi besar untuk mempercepat fokus bisnis pada pengembangan AI dan efisiensi operasional perusahaan.
CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya memang telah berulang kali menegaskan bahwa persaingan teknologi AI global memaksa perusahaan melakukan penyesuaian besar-besaran agar tetap kompetitif.
Laporan Meta Platforms menyebutkan PHK dilakukan dalam beberapa gelombang di berbagai negara, termasuk divisi teknis dan nonteknis.
Sementara itu, laporan The New York Times mengungkap bahwa Meta kini sedang mengalihkan sumber daya perusahaan secara agresif ke sektor AI generatif yang membutuhkan investasi sangat besar dan efisiensi ketat di sektor lain.
Di tengah gejolak tersebut, Meta juga menyiapkan paket pesangon cukup besar untuk meredam dampak sosial PHK. Berdasarkan laporan Business Insider, pegawai di Amerika Serikat mendapatkan kompensasi berupa 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja. Perusahaan juga menanggung perlindungan kesehatan COBRA hingga 18 bulan bagi karyawan dan keluarga mereka.
Meski demikian, gelombang PHK ini memperlihatkan bahwa bahkan perusahaan teknologi dengan valuasi raksasa sekalipun tidak kebal terhadap tekanan ekonomi global, perlambatan bisnis digital, dan tingginya biaya pengembangan teknologi baru.
Fenomena ini juga mempertegas bahwa industri teknologi dunia kini sedang memasuki fase transformasi besar, di mana efisiensi tenaga kerja mulai menjadi konsekuensi dari perlombaan investasi AI dan tekanan profitabilitas perusahaan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, langkah Meta dinilai menjadi sinyal bahwa era “mega ekspansi tanpa batas” perusahaan digital mulai berubah menjadi era efisiensi ketat dan restrukturisasi besar-besaran.