By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Ekonomi

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Nicholas
By
Nicholas
11 hours ago
Share
2 Min Read
Di tengah masih maraknya penimbunan dan penyelewengan BBM subsidi, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi harus menjadi prioritas utama. (Foto, Antara/Agatha Olivia V)
SHARE

JAKARTA – Terbongkarnya modus “helikopter” dalam penyalahgunaan BBM subsidi di Jepara menjadi alarm keras bahwa jalur distribusi energi bersubsidi masih menyisakan banyak celah yang bisa dimanfaatkan oknum nakal. Temuan sebuah truk yang membawa 16 QR Code dan 18 pasang pelat nomor berbeda memperlihatkan bagaimana mafia BBM masih berupaya mengakali sistem demi meraup keuntungan pribadi.

Kasus tersebut memicu desakan agar pemerintah segera memperketat pengawasan distribusi sekaligus menerapkan pembatasan pembelian BBM subsidi dalam batas wajar. Langkah ini dinilai penting untuk mengunci ruang gerak para spekulan sehingga kuota subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Di tengah munculnya berbagai modus penyalahgunaan tersebut, Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi harus menjadi prioritas utama.

“Distribusi di lapangan tetap membutuhkan pengawasan ketat agar pasokan tidak terlambat sampai ke masyarakat,” kata Fadhil Hasan di Jakarta, Selasa (19/5/2026)

Menurut Fadhil, persoalan yang sering muncul di lapangan bukan semata-mata karena stok BBM subsidi kurang, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh tata kelola distribusi yang belum optimal.

“Kalau melihat stok dan cadangan yang disiapkan Pertamina, persoalannya kemungkinan lebih berada pada tata kelola distribusi di lapangan. Jadi, faktor terbesar memang ada pada distribusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan distribusi dapat memicu antrean panjang, mengganggu distribusi barang, meningkatkan biaya logistik, hingga berdampak pada inflasi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Fadhil menilai pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan identifikasi konsumen melalui sistem digital. Pemerintah perlu memperkuat verifikasi penerima manfaat serta mengintegrasikan data antara Pertamina, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.

“Hal terpenting bukan mengidentifikasi konsumen, tetapi memastikan penerima manfaat subsidi tepat sasaran. Data sosial ekonomi masyarakat perlu disinergikan dengan data Pertamina, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga :

Semarak Bulan Pemuda 2025, Kota Tangerang Jadi Panggung Generasi Hebat!
Lagu Jhonny Iskandar yang Disukai Pecinta Musik Lintas Generasi, Ini Judul dan Liriknya

Kasus Jepara semakin memperkuat argumentasi bahwa pengetatan pengawasan dan pembatasan pembelian BBM subsidi dalam batas wajar bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Dengan aturan yang lebih ketat, peluang manipulasi menggunakan banyak QR Code, pelat nomor palsu, maupun tangki modifikasi dapat ditekan secara signifikan.

You Might Also Like

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
TAGGED:BBM SubsidiINDEFPertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Next Article PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
EkonomiTerkini

“Gas Aceh Bukan Buat Jawa” Pemerintah Kebut Pipa Nasional Sambung Energi Sumatera

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index