By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Cinderella Cape Verde Berakhir, Argentina Harus Mati-Matian Sebelum Lolos
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Cinderella Cape Verde Berakhir, Argentina Harus Mati-Matian Sebelum Lolos

Pildun 2026Terkini

Kisah Cinderella Cape Verde Berakhir, Argentina Harus Mati-Matian Sebelum Lolos

Nicholas
By
Nicholas
2 hours ago
Share
4 Min Read
Empat kali penyelamatan dari Kiper Cape Verde, Vozinha tak mampu menghindari dari kekelahan atas Argetina, 2-3 di babak 32 besar di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Jumat (3/7/2026). (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

MIAMI – Dongeng indah Cape Verde di Piala Dunia 2026 akhirnya harus berakhir. Tim debutan berjuluk Blue Sharks memang gagal melanjutkan kejutan setelah kalah dramatis 2-3 dari juara bertahan Argentina pada babak 32 besar di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Jumat (3/7/2026). Namun, mereka sukses memaksa Lionel Messi dan kawan-kawan bekerja ekstra keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum memastikan tiket ke 16 besar.

Banyak pihak memprediksi Argentina akan menang mudah. Kenyataannya justru berbeda. Tim asuhan Bubista tampil tanpa rasa takut dan hampir membawa pertandingan ke adu penalti sebelum gol bunuh diri Diney memastikan kemenangan La Albiceleste.

Sejak awal turnamen, Cape Verde memang sudah mencuri perhatian. Negara kepulauan kecil dengan jumlah penduduk hanya sekitar satu persen dari populasi Argentina itu tidak pernah kalah dalam waktu normal melawan tim-tim besar. Mereka bermain imbang melawan Spanyol di fase grup, kemudian terus melaju hingga babak gugur sebelum akhirnya menyerah setelah 120 menit menghadapi sang juara bertahan.

Kapten sekaligus kiper veteran Vozinha kembali menjadi sorotan. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil luar biasa dengan menggagalkan sedikitnya empat peluang emas Lionel Messi sepanjang pertandingan.

Salah satu penyelamatan terbaik terjadi pada menit ke-63 ketika Vozinha menepis tembakan jarak dekat Messi. Ia kembali menggagalkan tendangan bebas kapten Argentina pada menit ke-73, lalu menghentikan peluang lain pada masa injury time dan babak tambahan waktu.

“Kami telah mengangkat martabat Cape Verde sebagai tim nasional di banyak belahan dunia. Hari ini kami bertarung setara melawan Argentina,” ujar Vozinha.

Bek Pico Lopesjuga memberikan pujian tinggi kepada kipernya. “Dia adalah kiper berkualitas luar biasa. Mungkin selama ini dia belum mendapat pengakuan yang layak. Bagi kami, dia adalah legenda sepak bola Cape Verde,” katanya.

Argentina sempat unggul lebih dahulu melalui gol Lionel Messi. Namun Cape Verde bangkit pada babak kedua lewat gol Deroy Duarte yang memaksa pertandingan berlanjut ke extra time.

Saat Argentina kembali memimpin 2-1, Blue Sharks lagi-lagi menunjukkan mental luar biasa. Sidny Lopes Cabral mencetak gol spektakuler untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan kembali menghidupkan asa kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Baca Juga :

Tegaskan Jalan Tol Bantu Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Erick Thohir: Fasilitas Terpenting
Sikap Muhadjir saat Dipanggil MK di Sidang Sengketa Pilpres 2024 hingga Respon Istana

Harapan itu akhirnya pupus ketika Diney mencetak gol bunuh diri bagi kemenangan Argentina setelah terjadi kemelut di depan gawang dari situasi bola mati pada babak tambahan.

Meski tersingkir, para pemain Cape Verde menolak menganggap perjalanan mereka sebagai kegagalan.

“Saya bukan tipe orang yang puas dengan kekalahan terhormat. Kami sebenarnya sangat dekat dan bahkan bisa membawa laga ke adu penalti. Tetapi secara keseluruhan saya sangat bangga dengan apa yang kami capai,” ujar Pico Lopes dikutip dari www.fifa.com.

Sementara itu, Lionel Messi mengakui Cape Verde jauh lebih sulit ditaklukkan daripada yang diperkirakan banyak orang.

“Banyak orang mengira pertandingan ini akan mudah, tetapi kenyataannya sama sekali tidak. Mereka menekan kami dengan sangat baik. Di fase gugur tidak ada pertandingan yang mudah,” kata Messi.

Pelatih Bubista pun menutup perjalanan bersejarah timnya dengan kepala tegak.

“Kami sangat bangga kepada para pemain karena mereka telah mewakili negara ini dengan penuh martabat di Piala Dunia. Yang terpenting, kami mampu menunjukkan identitas permainan kami kepada dunia,” ujarnya.

Meski kisah Cinderella Cape Verde tak mampu berakhir dengan keajaiban, keberanian mereka menyulitkan Argentina akan tetap dikenang sebagai salah satu cerita paling menginspirasi di Piala Dunia 2026.

You Might Also Like

Penalti Emas Mbappe Bungkam Paraguay, Prancis Melaju ke Perempat Final
Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Kanada Tersingkir, Singa Atlas Ukir Sejarah ke Perempat Final
Gol Cepat Jhon Arias Singkirkan Ghana! Kolombia Melesat ke 16 Besar
Gunung Anak Krakatau Siaga: Warga Banten & Lampung Harus Antisipasi!
TAGGED:Argentinacape VerdeLionel Messipiala dunia 2026Vozinha
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tangis Haru Salah Berujung Duel Lawan Messi di 16 Besar
Next Article Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tangis Haru Salah Berujung Duel Lawan Messi di 16 Besar

2 hours ago
Pildun 2026Terkini

Diam-Diam Mematikan! Swiss Belum Terkalahkan dan Siap Jadi Ancaman Besar

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Drama Gila! VAR Hancurkan Harapan Kroasia dan Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Bantai Austria 0-3, La Furia Roja Melenggang Santai ke 16 Besar Piala Dunia 2026

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index