JAKARTA – Pemerintah mulai memperkenalkan CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti elpiji subsidi 3 kilogram yang diklaim lebih hemat, praktis, dan ramah bagi kebutuhan rumah tangga. Program yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diharapkan menjadi solusi untuk menekan biaya dapur masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Salah satu keunggulan utama CNG Merah Putih adalah efisiensi biaya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penggunaan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) mampu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga 30–40 persen dibandingkan penggunaan elpiji konvensional.
Tak hanya lebih hemat, masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kompor baru. Sistem tabung CNG Merah Putih dirancang dengan teknologi plug and play, sehingga tetap kompatibel dengan kompor gas yang selama ini digunakan di rumah.
Selain itu, api yang dihasilkan diklaim lebih biru dan lebih panas sehingga proses memasak menjadi lebih cepat dan efisien.
Dari sisi desain, CNG Merah Putih juga membawa sejumlah pembaruan. Jika tabung elpiji 3 kilogram menggunakan material baja, tabung CNG Merah Putih dibuat dari material komposit tipe 4 yang jauh lebih ringan. Inovasi ini memudahkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, saat mengangkat maupun mengganti tabung gas.
Tabung tersebut memiliki ciri khas berwarna putih dengan ventilasi berpola sarang lebah di bagian samping serta pegangan (hand guard) berwarna merah sebagai identitas produk.
Untuk menjamin keamanan penggunaan, pemerintah memastikan setiap komponen akan melalui serangkaian pengujian ketat, mulai dari ketahanan terhadap tekanan tinggi hingga sistem katup (valve), sebelum dipasarkan secara luas.
Sebagai bagian dari tahap persiapan, Kementerian ESDM melalui Lemigas akan melakukan uji coba akhir pada Juli 2026 terhadap 15 unit prototipe CNG Merah Putih. Pengujian tersebut bertujuan memastikan standar keselamatan dan keandalan operasional sebelum produk didistribusikan kepada masyarakat.
Menariknya, meski menawarkan teknologi yang lebih modern, pemerintah berencana menetapkan harga jual CNG Merah Putih setara dengan harga elpiji subsidi 3 kilogram. Dengan memanfaatkan sumber gas domestik dan rantai pasok yang lebih efisien, pemerintah memperkirakan beban subsidi energi nasional dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
Distribusi CNG Merah Putih akan dilakukan secara bertahap dengan menjadikan beberapa kota besar di Pulau Jawa sebagai proyek percontohan. Jika respons masyarakat positif dan kebutuhan terus meningkat, pemerintah juga membuka peluang membangun pabrik tabung CNG di dalam negeri agar tidak lagi bergantung pada komponen impor.
Melalui inovasi ini, pemerintah berharap masyarakat memperoleh energi rumah tangga yang lebih hemat, praktis, dan aman, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi produksi dalam negeri.