By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kampung Ramadan, Surga Kuliner Khas yang Menghidupkan Tradisi dan Ekonomi Lokal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kampung Ramadan, Surga Kuliner Khas yang Menghidupkan Tradisi dan Ekonomi Lokal

Ekonomi

Kampung Ramadan, Surga Kuliner Khas yang Menghidupkan Tradisi dan Ekonomi Lokal

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa khas yang dirindukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tradisi ini diwujudkan melalui pembukaan kembali Kampung Ramadan selama bulan puasa mendatang. Inisiatif ini tidak hanya menawarkan beragam kuliner khas yang memanjakan lidah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang melibatkan 120 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’, menyatakan bahwa keberadaan Kampung Ramadan memudahkan masyarakat dalam memilih berbagai menu makanan dan minuman, karena semuanya tersedia di satu lokasi dengan harga terjangkau. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi warga Rembang dan sekitarnya yang ingin menikmati hidangan berbuka puasa tanpa harus repot mencari ke berbagai tempat.

Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Kampung Ramadan menjadi ajang silaturahmi dan interaksi sosial antarwarga. Suasana hangat dan kebersamaan terasa kental saat pengunjung berburu takjil dan hidangan khas lainnya. Selain itu, inisiatif ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Dengan melibatkan 120 pelaku UMKM, Kampung Ramadan menjadi platform bagi para pengusaha kecil untuk mempromosikan produk mereka, meningkatkan pendapatan, dan memperluas jaringan bisnis.

Salah satu minuman yang menjadi primadona di Kampung Ramadan adalah Kopi Arab Rempah. Minuman ini menawarkan sensasi rasa yang unik dan kaya akan rempah, menjadikannya pilihan favorit untuk berbuka puasa.

Selain Kopi Arab Rempah, pengunjung juga dapat menemukan berbagai hidangan tradisional seperti kolak. Kolak adalah dessert manis khas Indonesia yang terbuat dari gula aren, santan, dan daun pandan, dengan tambahan pisang, ubi, atau labu. Hidangan ini sangat populer sebagai menu berbuka puasa di seluruh Indonesia.

Kampung Ramadan di Rembang bukan hanya sekadar pasar dadakan, tetapi juga simbol pelestarian budaya dan tradisi lokal. Dengan mengunjungi dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, masyarakat turut serta dalam menjaga warisan kuliner dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercipta di Kampung Ramadan menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang seharusnya terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momentum Ramadan ini untuk mendukung produk lokal, mempererat tali silaturahmi, dan bersama-sama membangun perekonomian daerah melalui partisipasi aktif di Kampung Ramadan. Dengan demikian, kita tidak hanya merayakan bulan suci dengan penuh suka cita, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat sekitar.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:ramadanUMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Pemerintah Optimalkan Pemberdayaan UMKM Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Next Article Tips Aman Dapetin Diskon 90% untuk Top Up Free Fire
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index