INVERSI.ID – Robert Kiyosaki, penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, menyoroti pentingnya membangun kekayaan melalui perolehan aset, bukan sekadar menaiki tangga karier di perusahaan. Lewat bukunya, Kiyosaki membagikan berbagai nasihat tentang keuangan, investasi, hingga cara mencapai kebebasan finansial.
Dalam pandangannya, salah satu kesalahan terbesar generasi muda saat ini adalah terlalu fokus pada pekerjaan yang mereka sukai tanpa memikirkan strategi membangun aset sejak dini.
Melansir New Trader U, Kiyosaki mendorong anak muda untuk tidak hanya mengandalkan passion, tapi juga memprioritaskan investasi dan pengembangan aset.
Kesalahan Finansial Anak Muda yang Paling Sering Terjadi
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Robert Kiyosaki tentang kesalahan finansial yang kerap dilakukan generasi muda:
1. Terlalu Fokus Mengejar Pekerjaan Impian
Banyak orang muda tumbuh dengan keyakinan bahwa kebahagiaan hidup datang dari bekerja di bidang yang mereka sukai. Namun, menurut Kiyosaki, terlalu fokus pada “melakukan apa yang disukai” justru bisa menghambat proses membangun kekayaan. Ia menyarankan agar generasi muda mempelajari keterampilan finansial, bekerja keras di luar jam kerja, dan mulai membangun aliran pendapatan pasif.
2. Kurang Menginvestasikan Waktu untuk Memperoleh Aset
Menurut Kiyosaki, kunci kekayaan sejati adalah kepemilikan aset yang menghasilkan pendapatan, seperti properti, bisnis, royalti, atau investasi. Sayangnya, banyak anak muda hanya fokus mengejar jabatan atau gelar akademik tanpa berusaha memiliki aset yang mendatangkan penghasilan tambahan.
3. Mengutamakan Passion Dibanding Kebebasan Finansial
Kiyosaki mengingatkan bahwa mengejar passion tanpa rencana keuangan yang matang bisa membawa ke jalan buntu. Ia mencontohkan dirinya yang dulu harus mempelajari akuntansi dan hukum bisnis, walaupun tidak menyukainya, demi membangun pondasi kekayaannya di masa depan.
4. Enggan Belajar Keterampilan Baru di Luar Zona Nyaman
Untuk maju secara finansial, Kiyosaki menekankan pentingnya belajar keterampilan seperti penjualan, investasi, hingga akuntansi. Meski keterampilan ini tidak selalu menarik, mereka sangat berharga untuk membangun kekayaan jangka panjang.
5. Hanya Menginvestasikan Waktu di Karier, Bukan Aset
Kiyosaki mengajak anak muda untuk juga berinvestasi secara finansial, bukan sekadar berkarier di bidang yang disukai. Misalnya, meski seseorang menyukai menulis atau seni, investasi dalam properti atau bisnis tetap diperlukan untuk membangun stabilitas keuangan.
6. Mengabaikan Kesempatan Hanya Karena Masih Muda
Banyak anak muda merasa masih punya banyak waktu untuk mulai mengelola keuangan. Kiyosaki menegaskan bahwa semakin cepat seseorang mulai berinvestasi dan mengelola uang dengan cerdas, semakin besar peluang membangun kekayaan besar di masa depan.
7. Tidak Meluangkan Waktu untuk Belajar Keuangan
Dalam Rich Dad Poor Dad, Kiyosaki mengkritik minimnya pendidikan finansial di sekolah. Ia mendorong anak muda untuk proaktif belajar tentang pengelolaan uang, penganggaran, hingga investasi, sebagai langkah penting dalam mencapai kebebasan finansial.
Robert Kiyosaki mengingatkan bahwa membangun kekayaan butuh strategi dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Passion memang penting, tetapi tanpa aset dan kecerdasan finansial, impian kebebasan finansial bisa sulit tercapai. Mulailah belajar, berinvestasi, dan mengambil keputusan bijak sejak dini agar masa depan finansial lebih terjamin.***