By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Alasan hingga Makna Pertemuan Putin dan Kim Jong Un, Korut Butuh Teknologi?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Alasan hingga Makna Pertemuan Putin dan Kim Jong Un, Korut Butuh Teknologi?

Terkini

Alasan hingga Makna Pertemuan Putin dan Kim Jong Un, Korut Butuh Teknologi?

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengunjungi Korea Utara pada Selasa, 18 Juni 2024, untuk bertemu dengan pemimpin Kim Jong Un. Kunjungan ini adalah yang pertama bagi seorang Presiden Rusia dalam 24 tahun terakhir, menandakan pentingnya pertemuan ini di tengah situasi geopolitik yang cepat berubah.

Setelah Perang Dunia Kedua, Korea Utara menjalin hubungan dekat dengan Uni Soviet. Namun, setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, Korea Utara kehilangan pendukung utama, yang menyebabkan kelaparan besar pada dekade tersebut.

Pada tahun 2000, tak lama setelah menjadi presiden, Putin berusaha memperbarui hubungan dengan mengunjungi Pyongyang untuk bertemu dengan ayah Kim, pemimpin saat itu, Kim Jong Il. Putin menjadi pemimpin Rusia pertama yang melakukan kunjungan tersebut.

Namun, pada pertengahan tahun 2000-an, Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB mendukung sanksi terhadap Korea Utara karena program nuklirnya.

Saat Kim Jong Un mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011, ia awalnya berusaha menyeimbangkan hubungan antara Rusia dan China, sekutu historis Korea Utara. Namun, hubungan Korea Utara dengan Rusia semakin erat.

Baca Juga: Fakta-fakta Pertemuan Putin dan Kim Jong Un, Buat Barat Ketar-ketir hingga Sebuah Perjalanan Bersejarah

Pada tahun 2012, Moskow menghapus sebagian besar utang Korea Utara, dan Kim Jong Un melakukan perjalanan ke Vladivostok pada tahun 2019 untuk bertemu Putin.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Rusia semakin terisolasi dan mencari sekutu baru. Tahun lalu, Kim melakukan perjalanan luar negeri dengan kereta antipeluru untuk bertemu Putin di pelabuhan antariksa Rusia.

Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Ukraina menuduh Korea Utara mengirim senjata ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina, yang melanggar sanksi PBB. Korea Utara disebut-sebut menerima bantuan teknis untuk program satelitnya sebagai imbalan, meskipun Korea Utara membantah klaim ini.

Baca Juga :

Minim Data Lawan, Begini Cara Indra Sjafri Siapkan Tim U23 untuk SEA Games
Komitmen Pemkab Kutai Kartanegara Dukung Program MBG

Kim Jong Un juga meningkatkan pengujian senjata, termasuk peluncuran rudal jelajah yang menurut analis mungkin dipasok ke Rusia untuk perang di Ukraina. Pertemuan dengan Putin akan meningkatkan status internasional Korea Utara dan memperkuat legitimasi Kim di dalam negeri. Meskipun Rusia tidak dapat menggantikan China secara ekonomi, pertemuan ini menunjukkan bahwa “Pyongyang memiliki pilihan”.

12Next Page

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Fakta-fakta Pertemuan Putin dan Kim Jong Un, Buat Barat Ketar-ketir hingga Sebuah Perjalanan Bersejarah
Next Article Alasan LPSK Belum Beri Perlindungan Saksi dan Keluarga Kasus Vina Cirebon, Dalami Dokumen Pemohon
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index