By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Sulit Dapat Kerja Layak di Indonesia: Sorotan Bank Dunia dan Tantangan Generasi Masa Kini
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Sulit Dapat Kerja Layak di Indonesia: Sorotan Bank Dunia dan Tantangan Generasi Masa Kini

Terkini

Anak Muda Sulit Dapat Kerja Layak di Indonesia: Sorotan Bank Dunia dan Tantangan Generasi Masa Kini

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
9 months ago
Share
6 Min Read
Istimewa
SHARE

Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus digadang-gadang, sebuah laporan dari Bank Dunia mengungkap fakta yang mengkhawatirkan: anak muda Indonesia masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak dan produktif. Meski tingkat partisipasi tenaga kerja tergolong tinggi, satu dari tujuh anak muda di Indonesia diperkirakan tidak memiliki pekerjaan yang sesuai dengan potensi dan pendidikan mereka.

Temuan ini menjadi sorotan dalam Media Briefing Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik yang digelar pada 7 Oktober 2025. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tantangan ketenagakerjaan bagi generasi muda Indonesia, faktor penyebabnya, serta solusi yang bisa ditempuh oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Fakta dari Bank Dunia: Pekerjaan Layak Masih Sulit Diakses Anak Muda

Menurut Aaditya Mattoo, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum cukup inklusif dalam menciptakan lapangan kerja produktif bagi kaum muda. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Kontan, Mattoo menyebut bahwa sebagian besar pekerjaan baru di Indonesia justru muncul di sektor jasa informal dengan produktivitas rendah.

“Meskipun tingkat partisipasi tenaga kerja tinggi, anak muda masih kesulitan mendapatkan pekerjaan, terutama di negara seperti China dan Indonesia, di mana satu dari tujuh anak muda mungkin tidak memiliki pekerjaan,” ujar Mattoo.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada penciptaan pekerjaan berkualitas, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja.

Apa Itu Pekerjaan Layak?

Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), pekerjaan layak adalah pekerjaan yang:

  • Memberikan upah yang cukup untuk hidup layak
  • Menyediakan jaminan sosial dan perlindungan kerja
  • Menawarkan kesempatan berkembang dan promosi
  • Dilakukan dalam kondisi kerja yang aman dan sehat
  • Menghormati hak-hak pekerja

Sayangnya, banyak anak muda Indonesia yang hanya bisa mengakses pekerjaan informal, kontrak jangka pendek, atau pekerjaan tanpa jaminan sosial dan jenjang karier yang jelas.

Baca Juga :

Kata-kata Plesetan Gombalan Lucu dan Viral di TikTok
Fakta-fakta Serangan Siber Berbasis AI Bakal Makin Sulit Dideteksi di Tahun 2024

Siapa yang Paling Terdampak?

Kelompok usia 15–24 tahun menjadi yang paling rentan. Menurut data dari Aliansi Ekonom Indonesia yang dikutip oleh Kontan, tingkat pengangguran anak muda mencapai 15%—tiga kali lipat dari kelompok usia dewasa.

Lebih dari 25% anak muda Indonesia tidak produktif: tidak bekerja, tidak sekolah, tidak mengikuti pelatihan, dan tidak mempersiapkan diri untuk kerja. Kelompok perempuan muda bahkan menghadapi tantangan ganda karena norma sosial dan keterbatasan akses.

Faktor Penyebab Sulitnya Anak Muda Mendapat Kerja Layak

1. Ketimpangan Keterampilan dan Kebutuhan Industri

Banyak lulusan baru tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Kurikulum pendidikan belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri.

2. Dominasi Sektor Informal

Sebagian besar lapangan kerja baru muncul di sektor informal seperti jasa rumah tangga, perdagangan kecil, dan transportasi online. Sektor ini cenderung menawarkan upah rendah dan minim perlindungan.

3. Minimnya Akses ke Pelatihan dan Magang

Program pelatihan kerja dan magang masih terbatas, terutama di daerah. Anak muda kesulitan mendapatkan pengalaman kerja yang relevan sebelum masuk ke dunia kerja.

4. Ketimpangan Regional

Peluang kerja layak lebih banyak tersedia di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Anak muda di daerah tertinggal menghadapi hambatan geografis dan infrastruktur.

Gen Z dan Tantangan Digitalisasi

Studi dari Kontan menunjukkan bahwa Gen Z menghadapi penurunan drastis dalam akses ke pekerjaan formal. Dari 5,8 juta lulusan baru pada 2016, hanya 21,9% yang mendapatkan pekerjaan formal. Pada 2021, angka ini turun menjadi 13,6%.

Meski Gen Z dikenal memiliki keterampilan digital tinggi, seperti penggunaan AI dan teknologi cloud, pasar kerja lokal belum sepenuhnya siap menyerap talenta digital ini. Ironisnya, banyak perusahaan internasional justru merekrut talenta Indonesia untuk bekerja secara remote.

Solusi dan Rekomendasi

1. Reformasi Pendidikan dan Vokasi

Pemerintah perlu mempercepat reformasi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi dan pelatihan kerja harus diperluas dan diperkuat.

2. Insentif untuk Pekerjaan Formal

Pemerintah bisa memberikan insentif pajak dan subsidi kepada perusahaan yang membuka lapangan kerja formal bagi anak muda, termasuk program magang dan pelatihan.

3. Digitalisasi dan Global Hiring

Anak muda perlu didorong untuk memanfaatkan platform digital dan peluang kerja global. Program seperti Global Hiring dan freelance platform bisa menjadi solusi jangka pendek.

4. Perluasan Jaminan Sosial

Pekerja muda di sektor informal harus mendapatkan akses ke jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, agar pekerjaan mereka lebih aman dan berkelanjutan.

5. Kolaborasi Pemerintah–Swasta

Kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat dan inklusif.

Masa Depan Kerja Layak untuk Anak Muda Indonesia

Laporan Bank Dunia menjadi alarm penting bagi Indonesia. Di tengah bonus demografi, anak muda seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi. Namun, tanpa pekerjaan layak, potensi mereka bisa terbuang sia-sia.

Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Karena masa depan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan generasi mudanya hari ini.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Anak Mudagen zOpen to WorkremajaWork
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Marc Klok Bertekad Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026: Optimisme Garuda di Tengah Tantangan Berat
Next Article Media Belanda Sorot Perjuangan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026: Misi Garuda yang Menginspirasi Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index