By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Pildun 2026Terkini

Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Muhammad dzaudan
By
Muhammad dzaudan
10 hours ago
Share
4 Min Read
Kiper Swiss, Gregor Kobel, berhasil menepis salah satu tendangan penalti pemain Kolombia dalam babak adu penalti 16 besar Piala Dunia 2026. Aksi gemilangnya membawa Swiss menang 4-3 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. (Foto, dok FIFA)
SHARE

JAKARTA – Swiss memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal dan babak tambahan dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di BC Place, Vancouver.

Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Swiss dan Kolombia sama-sama menampilkan permainan disiplin dengan mengandalkan organisasi pertahanan yang solid. Meski sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh kedua tim, tidak ada satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol hingga 120 menit pertandingan berakhir.

Swiss mencoba mengambil inisiatif serangan melalui kombinasi umpan-umpan pendek dan serangan dari kedua sisi lapangan. Sementara itu, Kolombia mengandalkan kecepatan para pemain depannya untuk melancarkan serangan balik. Namun, rapatnya lini pertahanan kedua tim membuat peluang bersih sangat sulit tercipta.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kolombia beberapa kali memberikan ancaman melalui situasi bola mati dan tendangan jarak jauh. Di sisi lain, Swiss juga memperoleh peluang emas yang gagal dimaksimalkan karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta penampilan gemilang penjaga gawang lawan.

Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang waktu normal dibunyikan. Pada babak tambahan waktu, kedua tim tetap berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kehati-hatian menjadi faktor yang membuat permainan cenderung lebih seimbang. Kondisi fisik pemain yang mulai menurun turut memengaruhi kualitas penyelesaian akhir sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak adu penalti, Swiss tampil lebih tenang. Para algojo mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik sehingga unggul 4-3 atas Kolombia. Penjaga gawang Swiss, Gregor Kobel, menjadi sosok penentu kemenangan setelah menggagalkan satu tendangan penalti Kolombia. Sementara itu, Rubin Vargas sukses mengeksekusi penalti terakhir yang memastikan langkah Swiss ke babak delapan besar.

Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh para pemain dan suporter Swiss yang memenuhi stadion. Para pemain langsung merayakan kemenangan bersama usai penalti penentu bersarang ke gawang Kolombia. Di sisi lain, para pemain Kolombia tampak kecewa setelah perjuangan mereka selama 120 menit harus berakhir melalui adu penalti.

Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling ketat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama menunjukkan kualitas permainan yang seimbang, terutama dalam menjaga lini pertahanan. Minimnya ruang di area pertahanan membuat para penyerang kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.

Bagi Swiss, kemenangan ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan mereka di turnamen. Konsistensi permainan, disiplin bertahan, serta ketenangan saat menghadapi tekanan di babak adu penalti menjadi faktor utama keberhasilan mereka menembus perempat final.

Baca Juga :

IKN Jadi Sorotan Dunia, UNDSS Buka Peluang Kerja Sama Global
Dito Ariotedjo Resmi Dilantik Jadi Menpora Baru, Ma’ruf Amin: Muda Itu Lebih Semangat

Sebaliknya, Kolombia harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 meski tampil cukup impresif sepanjang turnamen. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada Swiss, tetapi kurang beruntung ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dengan hasil tersebut, Swiss resmi melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi Argentina dalam perebutan tiket menuju semifinal. Pertemuan tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki performa yang konsisten sepanjang turnamen.

Keberhasilan Swiss menjadi bukti bahwa efektivitas permainan dan mentalitas kuat dapat menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan fase gugur. Setelah melewati ujian berat melawan Kolombia, Swiss kini membawa kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi tantangan berikutnya di Piala Dunia 2026.

You Might Also Like

Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Singkirkan Mesir 3-2 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Next Article Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Singkirkan Mesir 3-2 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

1 day ago
InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index