By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bahaya Scroll Tanpa Henti: Pesan Menko PMK untuk Generasi Z
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahaya Scroll Tanpa Henti: Pesan Menko PMK untuk Generasi Z

Terkini

Bahaya Scroll Tanpa Henti: Pesan Menko PMK untuk Generasi Z

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan generasi muda yang terlalu sering mengakses media sosial tanpa tujuan yang jelas.

Contents
Pentingnya Pembatasan Akses Digital Secara BertahapPeran Keluarga dan Sekolah sebagai Garda Terdepan

Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional yang digelar di Jakarta pada Selasa (17/6), Pratikno menyoroti fenomena mindless scrolling, yakni kebiasaan berselancar di media sosial berjam-jam tanpa arah atau tujuan. Menurutnya, kebiasaan ini bisa membentuk pola pikir yang dangkal dan membuat generasi muda terbiasa mengambil keputusan secara impulsif.

“Scrolling membuat tradisi berpikir jadi sangat pendek, tidak mendalam. Anak-anak terbiasa mengambil keputusan kurang dari 20 detik, itu bahaya,” ujar Pratikno.

Lebih lanjut, ia menyebut rata-rata screen time masyarakat Indonesia telah mencapai 7,5 jam per hari, termasuk pada anak-anak di bawah usia dua tahun. Paparan digital yang terlalu dini ini, menurutnya, bisa mengganggu proses perkembangan mental anak.

Pentingnya Pembatasan Akses Digital Secara Bertahap

Pratikno menekankan bahwa anak-anak seharusnya tidak langsung diberi akses penuh terhadap perangkat digital. Penggunaan teknologi harus diperkenalkan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia dan kebutuhan psikologis anak.

“Kita harus secara gradual membuka akses screen kepada anak, secara gradual membuka eksklusif informasi kepada anak,” jelasnya.

Sebagai contoh nyata, Pratikno membagikan pengalaman pribadinya. Di rumah anak dan cucunya, tidak ada televisi atau gawai. Sebagai gantinya, ia menempatkan akuarium berisi ikan, yang diberi nama-nama tokoh.

“Screen-nya adalah akuarium. Setiap ikan diberi nama tokoh-tokoh. Jadi setiap pagi, anak-anak ribut menyapa ikan-ikan itu,” katanya.

Menurutnya, pendekatan seperti ini mendorong anak-anak untuk mengembangkan kemampuan observasi dan berpikir secara mendalam, sekaligus mencegah ketergantungan pada informasi instan yang umum dijumpai di media sosial.

Baca Juga :

Isma Kini Ikut Menjaga Asupan Gizi Anak (Penerimaan SPPG)
UKW PWI Pertama di Papua Selatan untuk Tingkatkan Kualitas Jurnalis

Peran Keluarga dan Sekolah sebagai Garda Terdepan

Menko PMK menegaskan bahwa edukasi digital tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan institusi pendidikan dalam mengarahkan penggunaan teknologi yang sehat dan bertanggung jawab.

“Itu tanggung jawab bukan hanya pemerintah. Sekolah dan keluarga harus mengajarkan kebijaksanaan dalam teknologi,” tegasnya.

Dengan pendidikan digital sejak dini dan pendekatan yang bijak dari keluarga serta sekolah, diharapkan generasi muda Indonesia bisa tumbuh sebagai individu yang kritis, bijak dalam bermedia, dan tidak mudah terbawa arus informasi instan.***

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:Generasi ZMenko PMKPratiknoScroll
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Canyoneering, Tren Ekstrem Gen Z yang Viral di Medsos: Seru, Menantang, Tapi Tetap Harus Aman!
Next Article Gen Z Terancam Krisis Finansial? Ini Kata Survei Sun Life Asia 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index