INVERSI.ID – Dua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang berhasil masuk dalam daftar 5 besar bandara terbaik di Asia Pasifik versi 18th Annual Readers’ Choice Awards 2025 yang digelar oleh majalah pariwisata internasional DestinAsian.
Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi layanan dan infrastruktur bandara Indonesia yang dilakukan InJourney Airports selama beberapa tahun terakhir telah membuahkan hasil positif.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan dunia internasional terhadap dua bandara kebanggaan Indonesia tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan pelayanan dan customer experience di bandara.
“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan sehingga Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta masuk dalam daftar bandara terbaik di Asia Pasifik. Pencapaian ini berkat transformasi dan kolaborasi stakeholders dalam memberikan pelayanan kepada penumpang pesawat,” ujar Pahlevi.
Ia menambahkan, Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta menjadi pilot project dari program transformasi besar-besaran yang sedang dijalankan InJourney Airports. Hasil positif dari dua bandara ini nantinya akan dijadikan acuan untuk peningkatan layanan di 35 bandara lainnya di bawah pengelolaan InJourney Airports.
Transformasi tersebut mencakup pembenahan fasilitas, peningkatan infrastruktur, digitalisasi layanan, serta penerapan standar pelayanan berbasis kenyamanan dan efisiensi. Tujuannya sederhana: menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan berkelas dunia bagi setiap penumpang pesawat.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali: Sentuhan Seni, Alam, dan Teknologi
Sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia dan gerbang utama pariwisata nasional, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi contoh nyata bagaimana transformasi membawa dampak besar terhadap kualitas pelayanan.
InJourney Airports melakukan peningkatan infrastruktur di sisi darat (landside) dan terminal penumpang. Di area terminal, dilakukan perluasan area pemeriksaan penumpang, penataan ulang ruang keberangkatan, serta penambahan 10 unit baggage drop untuk mempercepat proses check-in.
Selain itu, terminal juga mengalami beautifikasi dengan sentuhan budaya Bali, menghadirkan nuansa hijau dan corak arsitektur lokal yang menenangkan. Upaya ini tidak hanya memperindah tampilan terminal, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia di mata wisatawan dunia.
“Optimalisasi ini selain memperindah terminal juga menambah kapasitas bandara sehingga dapat menampung 32 juta penumpang per tahun dari semula 24 juta,” kata Mohammad R. Pahlevi.
Tak hanya itu, area luar terminal juga mendapat perhatian besar. Dilakukan perluasan akses kendaraan bermotor, penambahan jalur keluar-masuk bandara, pembuatan shelter area penjemputan penumpang, hingga pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan desain estetis khas Bali.
Area luar terminal kini juga diperkaya dengan taman air dan penataan lanskap hijau yang menghadirkan kesan tropis alami. Semua pembenahan ini menjadikan Bandara Ngurah Rai tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman dan artistik — sejalan dengan citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Bandara Soekarno-Hatta: Modern, Hijau, dan Berteknologi Tinggi
Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta — pintu gerbang utama Indonesia di Pulau Jawa — juga menjalani serangkaian transformasi besar dengan mengusung konsep budaya dan teknologi.
Terminal 3, yang menjadi wajah utama bandara, kini tampil lebih segar dengan suasana tropis khas Indonesia yang dipadukan dengan teknologi modern. Hasilnya, pada tahun ini Terminal 3 berhasil meraih status Bintang 4 dari Skytrax, lembaga pemeringkat bandara internasional terkemuka.
Beautifikasi dilakukan di berbagai titik penting, termasuk area check-in, boarding lounge, dan baggage claim. Sentuhan alam terlihat dari kehadiran vertical garden, instalasi Giant LED interaktif, hingga desain tenant facade baru yang menampilkan kearifan lokal dalam gaya modern.
Di area eksterior, pembenahan meliputi penataan taman arrival outdoor garden, redesigning median access road, dan penataan lanskap area parkir dan akses kendaraan.
Dengan konsep “tropical identity”, Soekarno-Hatta kini bukan hanya sekadar bandara transit, melainkan juga ruang pengalaman yang menyatukan seni, alam, dan kenyamanan modern.
Bandara Indonesia Mulai Diakui Dunia
Masuknya dua bandara besar Indonesia dalam daftar bandara terbaik di Asia Pasifik 2025 versi DestinAsian menandakan bahwa standar pelayanan bandara nasional semakin mendekati level global.
Polling Readers’ Choice Awards sendiri dilakukan secara online selama tiga bulan dan diikuti oleh ribuan pembaca dari berbagai negara. Penilaian mencakup aspek kenyamanan, kebersihan, efisiensi layanan, arsitektur, dan pengalaman penumpang secara keseluruhan.
Bandara I Gusti Ngurah Rai menempati peringkat 4, sementara Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi 5. Dua posisi teratas ditempati bandara besar dari Jepang dan Singapura yang selama ini dikenal sebagai benchmark dunia penerbangan.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengakuan internasional atas kerja keras InJourney Airports dalam menjalankan transformasi menyeluruh di industri kebandarudaraan Indonesia.
Transformasi Berkelanjutan di 37 Bandara
Ke depan, InJourney Airports berkomitmen untuk melanjutkan program transformasi secara bertahap di seluruh jaringan bandara yang dikelolanya.
“Transformasi terus dilanjutkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Soekarno-Hatta, serta seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports untuk menjalankan komitmen sebagai pengelola bandara kelas dunia,” jelas Pahlevi.
Program transformasi ini meliputi pengembangan sistem digitalisasi pelayanan, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan konsep sustainability dan eco-airport di beberapa lokasi strategis.
Selain itu, InJourney Airports juga berfokus pada peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) agar seluruh petugas bandara mampu memberikan pelayanan sepenuh hati kepada setiap penumpang.
Melalui komitmen ini, InJourney Airports ingin memastikan bahwa pengalaman pengguna bandara di Indonesia tidak hanya efisien dan aman, tetapi juga berkesan dan membanggakan.
Kebanggaan Baru bagi Indonesia
Penghargaan dari DestinAsian bukan sekadar prestasi, tetapi juga simbol kepercayaan dunia terhadap kualitas infrastruktur dan layanan publik di Indonesia. Dengan capaian ini, Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta tidak hanya menjadi pintu masuk wisatawan, tetapi juga wajah modern Indonesia di mata dunia.
Dari Bali yang artistik hingga Tangerang yang futuristik, dua bandara ini membuktikan bahwa pelayanan prima dan pengalaman berkualitas bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pelaku bisnis global.
Dengan langkah transformasi yang berkelanjutan, InJourney Airports tidak hanya mengelola bandara, tetapi juga mengelola kesan pertama tentang Indonesia bagi jutaan orang yang datang dari berbagai penjuru dunia.