By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Habib Ja’far Sentil Gen Z: Z-Nya Itu Zonk!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Habib Ja’far Sentil Gen Z: Z-Nya Itu Zonk!

Terkini

Habib Ja’far Sentil Gen Z: Z-Nya Itu Zonk!

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Dai milenial Habib Husein Ja’far Al Hadar menegaskan pentingnya peran anak muda dalam dakwah Islam di era modern. Ia menilai, sejak awal sejarah perkembangan Islam, generasi muda selalu menjadi garda depan dalam membawa perubahan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan.

Contents
Pemuda, Pionir Dakwah Sejak Zaman Rasulullah SAWGen Z di Zaman Nabi dan Sekarang: Bedanya di “Z”Dakwah yang Relevan dan Dekat dengan Dunia Anak MudaMeneladani Akhlak Nabi, Bukan Sekadar Simbol AgamaAnak Muda Adalah Harapan Umat

Pandangan itu ia sampaikan dalam acara Tabligh Akbar Republika bertajuk “Muda, Taqwa, Berdaya” yang digelar di arena Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). Acara ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, sebagian besar berasal dari kalangan muda dan mahasiswa yang antusias mendengarkan ceramah penuh makna dari Habib Ja’far.

Pemuda, Pionir Dakwah Sejak Zaman Rasulullah SAW

Dalam ceramahnya, Habib Husein Ja’far Al Hadar menekankan bahwa peran anak muda dalam dakwah bukanlah fenomena baru. Sejak awal penyebaran Islam, kaum muda sudah menjadi kekuatan utama yang menggerakkan perubahan sosial dan spiritual.

“Dari 40 orang pertama yang masuk Islam atau as-sabiqunal awwalun, 38 di antaranya adalah anak muda,” ujar Habib Ja’far.

Ia menjelaskan bahwa para sahabat Rasulullah SAW pada masa awal dakwah merupakan anak muda dengan usia antara belasan hingga awal 30-an tahun.

“Hanya dua yang bukan anak muda, di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib. Selainnya adalah anak muda dari umur belasan sampai 20-an hingga awal 30-an,” tambahnya.

Menurut Habib Ja’far, hal ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan Rasulullah SAW terhadap potensi kaum muda. Mereka bukan hanya pengikut, tetapi penggerak utama perjuangan Islam.

“Mereka lah orang-orang yang bersama nabi, menemani nabi, berjuang bersama nabi, dan mensukseskan misi dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,” tutur Habib Ja’far.

Gen Z di Zaman Nabi dan Sekarang: Bedanya di “Z”

Habib Ja’far kemudian menarik perbandingan menarik antara generasi muda di masa Rasulullah dan generasi muda masa kini, yang kerap disebut Gen Z.

Baca Juga :

Daftar Nama Bayi Laki-Laki Kristen dari Alkitab dan Artinya
Demi Piala Dunia U20 di Indonesia, Erick Thohir Sambangi Markas FIFA

“Jadi, Nabi itu dikelilingi oleh Gen Z dan generasi milenial. Bedanya, Gen Z di zaman Nabi itu betul-betul tercerahkan. Sedangkan Gen Z zaman ini, sebagian Z-nya itu Zonk,” ujarnya, disambut tawa oleh ribuan jamaah yang hadir.

Candaan itu disampaikan dengan gaya khas Habib Ja’far yang santai dan dekat dengan bahasa anak muda. Namun, di balik kelakar tersebut, tersimpan pesan mendalam, banyak generasi muda modern yang kehilangan arah spiritual dan moral di tengah arus digitalisasi serta gaya hidup instan.

Ia juga menyinggung fenomena perilaku konsumtif, gaya hidup hedonis, hingga maraknya judi online dan pinjaman daring (pinjol) yang menjerat banyak anak muda.

“Sebagian yang lain, Z-nya adalah Zeus (judi online). Karena dia dari pinjol, duitnya dari pinjol,” ucapnya.

Dakwah yang Relevan dan Dekat dengan Dunia Anak Muda

Bagi Habib Husein Ja’far, kunci sukses dakwah di era digital adalah relevansi dan kedekatan dengan realitas generasi muda. Ia berpendapat bahwa pendekatan ceramah yang menekankan dialog, humor, dan bahasa kekinian lebih efektif untuk menyentuh hati anak muda dibandingkan metode yang terlalu kaku atau menggurui.

“Dakwah Nabi itu dikelilingi anak muda. Karena itu Nabi berjuang bersama anak muda, sehingga dakwah Nabi penuh daya. Itulah yang menyebabkan saya berdakwah ke anak muda,” ujarnya.

Habib Ja’far mengingatkan, generasi muda bukan hanya objek dakwah, tetapi juga subjek yang bisa menjadi pelaku dakwah. Dengan kreativitas dan semangat digital yang mereka miliki, Gen Z dapat menjadi agen penyebar nilai-nilai Islam yang moderat, damai, dan inklusif melalui berbagai platform.

“Sekarang dakwah tidak harus di mimbar atau masjid. Lewat konten, video pendek, podcast, bahkan story Instagram pun bisa jadi ladang pahala,” katanya.

Meneladani Akhlak Nabi, Bukan Sekadar Simbol Agama

Dalam kesempatan itu, Habib Husein Ja’far Al Hadar juga mengajak para peserta untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta kepada Allah SWT. Menurutnya, esensi dakwah sejati bukan hanya tentang menyampaikan ajaran, tetapi juga tentang mencontohkan perilaku yang mencerminkan kasih sayang dan kejujuran.

“Karena kita semua kan pengen cosplay jadi Nabi Muhammad. Sebab kata Allah dalam Al-Qur’an, ‘Kalau kamu mencintai Allah, ikuti jalan Muhammad,’” tuturnya.

Pernyataan itu disambut tawa sekaligus tepuk tangan dari jamaah muda yang hadir. Gaya santai dan humoris Habib Ja’far membuat dakwah terasa ringan, tapi tetap menyentuh hati. Ia ingin menegaskan bahwa menjadi religius tidak harus kaku, dan menjadi modern tidak berarti meninggalkan nilai-nilai spiritual.

Anak Muda Adalah Harapan Umat

Menutup ceramahnya, Habib Husein Ja’far Al Hadar menyampaikan pesan kuat bagi seluruh anak muda Indonesia agar tidak minder dengan usia atau pengalaman. Menurutnya, sejarah Islam sudah membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari tangan anak muda.

“Jangan pernah remehkan diri sendiri. Kalian adalah generasi yang bisa membawa cahaya di tengah kegelapan zaman. Kalian bisa jadi bagian dari sejarah dakwah Islam modern,” katanya.

Habib Ja’far berharap, anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan dakwah, tapi juga pelaku utama yang menghidupkan kembali semangat Islam yang damai, cerdas, dan berdaya guna.

“Kalau Nabi bisa dikelilingi anak muda hebat, kenapa sekarang dakwah tidak bisa juga dikuasai anak muda? Ayo jadi bagian dari perubahan,” ajaknya menutup tabligh akbar.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:gen zHabib Ja'far
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Soekarno-Hatta Masuk 5 Besar Terbaik di Asia Pasifik
Next Article Festival Kuliner Kebhinekaan Depok! Festival Kuliner Kebhinekaan Depok! Obat Rindu Masakan Kampung Halaman Buat Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index