Banyuwangi Penuh Apresiasi untuk Seniman Muda! Halo brother and sister, ada cerita super keren yang bikin hati hangat dari Banyuwangi nih!
Reyhan Iftitan Ramadhanu (Reyhan), seorang calon siswa baru periode 2025/2026 di SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, punya pengalaman yang nggak biasa.
Pada Jumat, 11 Juli 2025, ia bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Kenapa? Karena dia berhasil meraih tiket kuis Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), acara kebanggaan Banyuwangi!
Kehadiran Reyhan ini diterima dengan sangat baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Dr. A. Taufik Rohman. Sebuah sambutan yang luar biasa untuk seorang siswa muda!
Kedatangan Reyhan ke Kantor Disbudpar Banyuwangi didampingi oleh ibunya. Mereka datang dalam rangka pengambilan tiket BEC, setelah Reyhan sebelumnya memenangkan kuis yang diselenggarakan melalui akun Instagram resmi Disbudpar beberapa hari lalu.
BEC sendiri merupakan acara tahunan yang telah menjadi bagian dari agenda pariwisata ikonik Banyuwangi, dan untuk tahun ini digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025. Jadi, Reyhan ini nggak cuma pintar, tapi juga beruntung dan aktif di media sosial!
Reyhan merupakan alumnus SMP Muhammadiyah 1 (SMP Muhi) Genteng, Banyuwangi tahun 2025. Selama di SMP, ia sudah banyak meraih prestasi, khususnya di bidang seni.
Bakatnya memang sudah terlihat sejak dini! Bahkan, pada acara pelepasan siswa kelas IX SMP Muhi beberapa bulan lalu, Reyhan menjadi salah satu dari tujuh siswa berprestasi yang menerima piala penghargaan di berbagai bidang. Ini membuktikan bahwa Reyhan adalah paket lengkap: cerdas dan berbakat seni.
Sebagai siswa berprestasi di bidang seni, Reyhan juga mendapat kehormatan yang nggak semua orang bisa dapat: diundang secara langsung oleh Bupati Banyuwangi selama dua tahun berturut-turut (2023-2024) untuk menghadiri peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba).
Hal tersebut juga sangat menunjukkan betapa bakat dari Reyhan sudah diakui di level tertinggi pemerintahan daerah.
Wejangan dan Dukungan Penuh dari Kabid Kebudayaan!
Setibanya di Kantor Disbudpar Banyuwangi, terlihat suasana kesibukan panitia dalam mempersiapkan gladi bersih BEC. Beberapa pejabat Disbudpar tampak larut dalam kesibukan tersebut, termasuk A. Taufik dan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dewa Alit Siswanto. Semangat mereka luar biasa dalam menyiapkan acara akbar ini.
Setelah beberapa menit berbincang dengan A. Taufik, Reyhan dan ibunya disambut hangat oleh Dewa, sapaan akrab Dewa Alit, yang kemudian mengajak mereka ke ruang dinasnya. Suasana pertemuan ini terasa spesial.
Ternyata, ini bukan pertemuan pertama Reyhan dengan Dewa Alit. Reyhan sudah beberapa kali bertemu dengan Dewa Alit dalam berbagai ajang perlombaan seni, sehingga suasana pertemuan kali ini terasa cukup akrab dan komunikatif, layaknya bertemu kerabat lama.
Setelah menanyakan tentang sekolah barunya dan rencana pengembangan minat di bidang seni, Dewa Alit memberikan beberapa wejangan berharga kepada Reyhan.
“Tolong, setelah kamu bergabung di sekolah barumu, SMA Muha Genteng, kembangkan terus bakatmu yang selama ini sudah banyak membawamu meraih prestasi. Jangan pernah berhenti berkarya!” ujarnya penuh semangat.
“Kami juga siap diundang dalam pagelaran seni di sekolahmu, dengan syarat kegiatan tersebut harus dikemas seunik dan sekreatif mungkin.”
“Kalau itu memenuhi kriteria, akan kami daftarkan di Dinas Pariwisata. Dengan begitu, ketika ada pertunjukan seni baik di tingkat daerah maupun provinsi, SMA Muha Genteng bisa kami rekomendasikan untuk tampil,” jelas Dewa Alit. Ini adalah tawaran dukungan yang sangat konkret dan peluang besar bagi SMA Muha Genteng!
Diskusi Seru Bareng Mbah Pramu & Apresiasi Tambahan!
Tiga puluh menit berlalu dalam perbincangan yang hangat. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Mbah Pramu, salah satu penggerak komunitas seni Banyuwangi yang sudah sangat terkenal.
Ia dikenal dengan ciri khas rambut putih gondrong, kumis tebal berwarna senada, serta gelang tangan besar yang selalu melingkar di pergelangannya. Penampilannya saja sudah artistik!
Mbah Pramu dikenal sebagai tokoh supranatural yang kerap dipercaya memerankan peran dukun dalam berbagai pagelaran budaya di Banyuwangi yang sakral dan memukau, seperti Gandrung Sewu, ritual Seblang, dan sejumlah acara budaya lainnya.
Dinas Pariwisata Banyuwangi hampir selalu melibatkan Mbah Pramu dalam setiap kegiatan seni, termasuk dalam setiap penyelenggaraan BEC. Kehadirannya selalu membawa aura magis.
Kehadirannya membuat suasana perbincangan semakin hidup dengan canda dan joke-joke khasnya yang mencairkan suasana. Reyhan dan ibunya pun terlihat menikmati interaksi santai ini.
Tepat pukul 11.00 WIB, Reyhan dan ibunya berpamitan untuk undur diri menjelang waktu shalat Jumat. Sebelum mereka pulang, Dewa Alit memberikan apresiasi tambahan berupa lima tiket BEC! Ini adalah bentuk penghargaan yang luar biasa atas bakat dan prestasi Reyhan.
Kisah Reyhan ini menunjukkan bahwa Banyuwangi benar-benar menghargai dan mendukung para seniman mudanya. Ini adalah bukti nyata bahwa berprestasi di bidang seni bisa membuka banyak pintu dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa! Semoga Reyhan terus menginspirasi dan mengharumkan nama sekolah serta daerahnya!