INVERSI.ID – Perumda Pasar Jaya menyiapkan sebanyak 500 kali pasar murah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
“Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadhan,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Balkoters Talk bertajuk Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.
Agus menjelaskan, jumlah pelaksanaan pasar murah tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 kegiatan serupa digelar sekitar 250 kali, maka pada 2026 ditargetkan mendekati 500 kali pelaksanaan.
“Tahun lalu pasar murah sekitar 250 kali, tahun ini kami tingkatkan hampir 100 persen menjadi kurang lebih 500 kali,” ujarnya.
Selain pasar murah, Pasar Jaya juga telah menggelar bazar murah sepanjang Februari di seluruh kelurahan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta di 116 gerai Pasar Jaya. Program ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan dan menekan lonjakan harga.
Tak hanya itu, bazar besar juga akan kembali digelar di Balai Kota pada pekan kedua Ramadhan. Kegiatan tersebut akan bersinergi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) dan Perumda Dharma Jaya guna memastikan pasokan bahan pangan tetap aman.
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, Pasar Jaya turut menyediakan paket sembako dan paket hari raya dengan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000. Paket ini tersedia di gerai-gerai Pasar Jaya sebagai alternatif belanja hemat menjelang Lebaran.
“Kami siapkan paket sembako dan paket hari raya dengan harga terjangkau agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih ringan,” ujarnya.
Melalui peningkatan frekuensi pasar murah dan penyediaan paket sembako terjangkau, Pasar Jaya berharap masyarakat Jakarta dapat menjalani Ramadhan dan Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.