By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Begini Nasib Produk AI Facebook Meta Usai Ditinggal Peneliti, Imbas Ada ChatGPT
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Begini Nasib Produk AI Facebook Meta Usai Ditinggal Peneliti, Imbas Ada ChatGPT

Terkini

Begini Nasib Produk AI Facebook Meta Usai Ditinggal Peneliti, Imbas Ada ChatGPT

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Nasib produk AI Facebook Meta semakin memprihatinkan usai ditinggal para peneliti, imbas adanya ChatGPT yang berasal dari OpenAI.

Contents
Hilang kepercayaanSulit Tiruan ChatGPTImbas Ada PHK

Dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan artificial intelligence (AI), memang membuat ketar-ketir perusahaan teknologi yang memiliki proyek AI. Apa lagi setelah chatbot bikinan OpenAI ChatGPT muncul pada November 2022. Begitu juga dengan nasib produk AI Facebook Meta.

Bahkan, beberapa perusahaan teknologi terpaksa mengembangkan dan meningkatkan kemampuan AI bikinan mereka masing-masing untuk memperkecil ketertinggalan dan siap berkompetisi dengan ChatGPT yang lebih dahulu merajai pasar artificial intelligence (AI).

Induk Facebook, Meta juga mengalami kesulitan untuk mengembangkan produk AI mereka.

Salah satu penyebabnya adalah banyak peneliti AI di Meta yang meninggalkan perusahaan rintisan Mark Zuckerberg tersebut, karena ragu akan visi dan misi Meta terhadap AI yang dianggap tidak jelas.

Bahkan, sejumlah peneliti AI tersebut juga takut Meta tidak bisa bersaing di masa depan dengan beberapa platform AI yang sudah populer, sebut saja seperti ChatGPT dan Midjourney.

Para peneliti AI ini kelelahan untuk mengerjakan berbagai proyek AI, sampai-sampai mereka menyerah.

Hilang kepercayaan

Kesulitan Meta untuk mengembangkan AI juga dipicu oleh hilangnya kepercayaan dari sejumlah pihak, salah satunya adalah Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Meta kabarnya tidak diundang dalam acara yang digelar oleh White House baru-baru ini. Acara tersebut mengundang sejumlah CEO yang memiliki proyek artificial intelligence (AI) dan bertujuan untuk membicarakan bagaimana pengembangan AI untuk ke depannya.

Baca Juga :

7 Manfaat Cuka Apel Bagi Kesehatan Tubuh, Bunuh Kuman di Makanan
Chord Gitar dan Lirik Lagu “Satu Bulan” Bernadya

Padahal, pada 2013, Zuckerberg merekrut Yann LeCun, sosok yang dianggap sebagai sangat ahli dan terkenal di bidang AI dunia. Namun, kehadiran LeCun tampaknya belum cukup membuat Meta terlihat pantas untuk diundang ke acara AI yang digelar Pemerintah AS.

Meta juga disebut kehilangan kepercayaan dari sejumlah karyawannya.

Sulit Tiruan ChatGPT

Sulit bagi Meta untuk mengembangkan model AI seperti ChatGPT.

Tidak disebutkan mengapa teknologi tersebut sulit dibuat. Namun, Zuckerberg sempat mengatakan belum lama ini bahwa ia mengapresiasi segala proyek AI yang telah dibuat dan dikerjakan oleh beberapa timnya di Meta.

Apresiasi ini sendiri tampaknya tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sebab, para peneliti AI Meta belakangan hilang kepercayaan dengan proyek AI, serta ramai-ramai mulai meninggalkan perusahaan tersebut karena ragu dengan pengembangan AI Meta.

Imbas Ada PHK

Terlebih lagi, Zuckerberg mengatakan bahwa tahun 2023 ini merupakan tahun efisiensi bagi Meta. Salah satu efisiensi yang dilakukan adalah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 11.000 karyawan mereka sejak November lalu.

Meta juga menyetop sejumlah proyek yang dianggap tidak penting untuk menghemat uang.

You Might Also Like

Haru Modric di Laga ke-200 Saat Kroasia Persembahkan Kemenangan Spesial
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Mati Lampu Terulang Lagi? Bahlil Semprot PLN: Penyakit Lama Sejak 2019 Belum Sembuh
Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Huawei Prediksi Kemampuan Komputer Meningkat 10 Kali Lipat Akibat Kemajuan AI
Next Article Respon Jokowi Soal Mimpi SBY Naik Kereta Bareng Dirinya, Ungkap Sebuah Kerja Sama
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index