INVERSI.ID – Banyak orang percaya bahwa konsumsi bawang, apalagi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan bau badan. Namun, dalam salah satu episode podcast Raditya Dika, dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Tirta, membantah mitos tersebut dan mengupas fakta-fakta ilmiah di balik aroma tubuh manusia.
Bawang Tidak Bikin Bau Badan
Menurut Dr. Tirta, makanan seperti bawang tidak serta-merta membuat tubuh mengeluarkan bau tak sedap.
“Banyak orang berpikir kalau makan bawang, badannya jadi bau. Padahal penyebab bau badan itu bukan dari makanan, melainkan dari metabolisme tubuh dan infeksi bakteri,” jelasnya.
Bakteri yang menempel di area tubuh seperti ketiak, paha, dan leher terutama di kelenjar keringat apokrin berperan besar dalam menghasilkan aroma tubuh. Sementara itu, bawang justru bermanfaat bagi tubuh karena memiliki sifat antiinflamasi dan membantu sistem pencernaan.
Makanan Tinggi Protein dan Bau Amonia
Meskipun bawang tidak secara langsung menyebabkan bau badan, beberapa jenis makanan lain bisa memberikan pengaruh. Salah satunya adalah makanan tinggi protein, seperti daging merah dan produk susu.
Pada diet tinggi protein dan rendah karbohidrat seperti keto, tubuh memecah protein menjadi senyawa nitrogen yang bisa menghasilkan bau seperti amonia. Bau ini akan keluar melalui keringat, terutama saat tubuh berkeringat lebih banyak dari biasanya.
Bawang dan Peran Bakteri Kulit
Walaupun bawang bukan penyebab langsung, penelitian dalam jurnal Microbiome tahun 2015 menunjukkan bahwa pada beberapa orang, konsumsi bawang bisa memperkuat bau badan. Ini terjadi karena jenis bakteri tertentu di kulit memecah senyawa dari bawang menjadi aroma menyengat.
Dr. Pauline J. Jose, seorang dokter keluarga, menyebutkan bahwa individu dengan mikrobioma kulit tertentu lebih rentan mengalami bau badan mirip aroma bawang. Maka, menjaga kebersihan tubuh dan memahami reaksi tubuh sendiri sangat penting.
Penyakit dan Genetik Juga Berperan
Beberapa kondisi medis juga bisa menyebabkan bau badan yang kuat, seperti trimethylaminuria atau sindrom bau ikan. Kondisi ini membuat tubuh gagal memecah trimethylamine, zat yang terdapat dalam makanan laut, telur, dan hati.
Selain itu, faktor genetik juga memengaruhi persepsi seseorang terhadap bau tubuh. Senyawa seperti androstenone—yang berasal dari hormon testosteron dapat tercium berbeda oleh tiap individu, ada yang merasa baunya menyengat, ada juga yang tidak tercium sama sekali.
Cara Mengatasi Bau Badan
Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi dan mencegah bau badan:
- Gunakan deodoran dan antiperspiran yang sesuai dengan kondisi kulit.
- Segera ganti pakaian setelah berkeringat, terutama setelah beraktivitas berat.
- Cuci area tubuh tertentu seperti ketiak dan selangkangan menggunakan sabun antibakteri.
- Hilangkan rambut di area tubuh tertentu, seperti ketiak, karena dapat menjebak keringat dan bakteri.
Bau badan bukan hanya soal makanan, melainkan juga kebersihan, metabolisme tubuh, kondisi medis, hingga komposisi bakteri di kulit. Konsumsi bawang secukupnya justru memberikan manfaat bagi kesehatan, bukan penyebab utama bau tubuh.
Jadi, jika kamu mengalami bau badan, lebih baik periksa kebersihan tubuh dan pola makan secara keseluruhan daripada menyalahkan satu jenis makanan saja.***