By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Benarkah Makan Bawang Bikin Bau Badan? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Benarkah Makan Bawang Bikin Bau Badan? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Terkini

Benarkah Makan Bawang Bikin Bau Badan? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Banyak orang percaya bahwa konsumsi bawang, apalagi dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan bau badan. Namun, dalam salah satu episode podcast Raditya Dika, dokter sekaligus influencer kesehatan, Dr. Tirta, membantah mitos tersebut dan mengupas fakta-fakta ilmiah di balik aroma tubuh manusia.

Contents
Bawang Tidak Bikin Bau BadanMakanan Tinggi Protein dan Bau AmoniaBawang dan Peran Bakteri KulitPenyakit dan Genetik Juga BerperanCara Mengatasi Bau Badan

Bawang Tidak Bikin Bau Badan

Menurut Dr. Tirta, makanan seperti bawang tidak serta-merta membuat tubuh mengeluarkan bau tak sedap.

“Banyak orang berpikir kalau makan bawang, badannya jadi bau. Padahal penyebab bau badan itu bukan dari makanan, melainkan dari metabolisme tubuh dan infeksi bakteri,” jelasnya.

Bakteri yang menempel di area tubuh seperti ketiak, paha, dan leher terutama di kelenjar keringat apokrin berperan besar dalam menghasilkan aroma tubuh. Sementara itu, bawang justru bermanfaat bagi tubuh karena memiliki sifat antiinflamasi dan membantu sistem pencernaan.

Makanan Tinggi Protein dan Bau Amonia

Meskipun bawang tidak secara langsung menyebabkan bau badan, beberapa jenis makanan lain bisa memberikan pengaruh. Salah satunya adalah makanan tinggi protein, seperti daging merah dan produk susu.

Pada diet tinggi protein dan rendah karbohidrat seperti keto, tubuh memecah protein menjadi senyawa nitrogen yang bisa menghasilkan bau seperti amonia. Bau ini akan keluar melalui keringat, terutama saat tubuh berkeringat lebih banyak dari biasanya.

Bawang dan Peran Bakteri Kulit

Walaupun bawang bukan penyebab langsung, penelitian dalam jurnal Microbiome tahun 2015 menunjukkan bahwa pada beberapa orang, konsumsi bawang bisa memperkuat bau badan. Ini terjadi karena jenis bakteri tertentu di kulit memecah senyawa dari bawang menjadi aroma menyengat.

Dr. Pauline J. Jose, seorang dokter keluarga, menyebutkan bahwa individu dengan mikrobioma kulit tertentu lebih rentan mengalami bau badan mirip aroma bawang. Maka, menjaga kebersihan tubuh dan memahami reaksi tubuh sendiri sangat penting.

Penyakit dan Genetik Juga Berperan

Beberapa kondisi medis juga bisa menyebabkan bau badan yang kuat, seperti trimethylaminuria atau sindrom bau ikan. Kondisi ini membuat tubuh gagal memecah trimethylamine, zat yang terdapat dalam makanan laut, telur, dan hati.

Baca Juga :

Sumber Kekayaan Harvey Moeis, Suami Sandra Dewi Usai Jadi Tersangka Korupsi
Hasil Indonesia vs Jepang, Skuad Garuda Kalah 1-3

Selain itu, faktor genetik juga memengaruhi persepsi seseorang terhadap bau tubuh. Senyawa seperti androstenone—yang berasal dari hormon testosteron dapat tercium berbeda oleh tiap individu, ada yang merasa baunya menyengat, ada juga yang tidak tercium sama sekali.

Cara Mengatasi Bau Badan

Berikut beberapa cara efektif untuk mengatasi dan mencegah bau badan:

  • Gunakan deodoran dan antiperspiran yang sesuai dengan kondisi kulit.
  • Segera ganti pakaian setelah berkeringat, terutama setelah beraktivitas berat.
  • Cuci area tubuh tertentu seperti ketiak dan selangkangan menggunakan sabun antibakteri.
  • Hilangkan rambut di area tubuh tertentu, seperti ketiak, karena dapat menjebak keringat dan bakteri.

Bau badan bukan hanya soal makanan, melainkan juga kebersihan, metabolisme tubuh, kondisi medis, hingga komposisi bakteri di kulit. Konsumsi bawang secukupnya justru memberikan manfaat bagi kesehatan, bukan penyebab utama bau tubuh.

Jadi, jika kamu mengalami bau badan, lebih baik periksa kebersihan tubuh dan pola makan secara keseluruhan daripada menyalahkan satu jenis makanan saja.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Bau BadanBawang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Minum Kopi Tiap Hari? Ini Dampak Kafein ke Tubuh dan Mental Remaja
Next Article Petani Muda Masa Kini! Rizky Pratama dan Revolusi Irigasi IoT dari Malang
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

18 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index