By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bencana di Agam: Korban Meninggal Capai 85 Orang, Puluhan Masih Hilang
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bencana di Agam: Korban Meninggal Capai 85 Orang, Puluhan Masih Hilang

Terkini

Bencana di Agam: Korban Meninggal Capai 85 Orang, Puluhan Masih Hilang

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
6 Min Read
Basarnas Padang sedang mengevakuasi korban yang tertimbun banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam. (Foto: Basarnas Padang)
SHARE

INVERSI.ID – Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sedang berada dalam masa yang sangat berat setelah rangkaian bencana alam terjadi hampir bersamaan. Tanah longsor, banjir bandang, dan banjir yang menerjang beberapa wilayah sejak akhir November menyebabkan kerusakan besar, hilangnya harta benda, hingga korban jiwa yang terus bertambah setiap harinya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 85 orang berdasarkan data terakhir yang dirilis Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB.

Contents
Sebaran Korban Jiwa dan Mereka yang Masih DicariPerjuangan di Lapangan dan Dampak Berkepanjangan bagi Warga

“Ini data pada Sabtu (29/11) pada pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu.

Laporan tersebut membuat publik semakin menyadari besarnya skala bencana yang sedang dihadapi masyarakat Agam. Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras yang berlangsung tanpa henti tidak hanya memicu banjir bandang, tetapi juga menyebabkan sejumlah tebing runtuh dan membawa material longsoran ke permukiman warga. Akibatnya, banyak rumah warga tertimbun, akses jalan terputus, serta jembatan rusak dan tidak dapat dilalui.

Kondisi ini diperparah oleh sulitnya menjangkau beberapa lokasi terdampak. Wilayah perbukitan dan lembah sungai yang menjadi karakter geografis Agam membuat proses pencarian dan evakuasi berjalan lambat. Tim penyelamat harus menghadapi medan yang berat, aliran sungai yang deras, serta cuaca yang masih tidak stabil. Hingga kini, pencarian korban hilang masih berlangsung.

Sebaran Korban Jiwa dan Mereka yang Masih Dicari

Dalam penjelasannya, BPBD Agam menyampaikan detail sebaran korban yang meninggal dunia di lima kecamatan yang terdampak paling parah. Kecamatan Malalak tercatat menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat banjir bandang yang terjadi di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur. Sebanyak 10 korban ditemukan atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo, dan Ernawati.

Wilayah berikutnya adalah Kecamatan Tanjung Raya yang mengalami bencana tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko. Jumlah korban yang ditemukan sebanyak dua orang atas nama Safarudin, Emninar, Hafizah, dan Sumardi. Rahmat Lasmono juga menambahkan bahwa dua korban di wilayah ini belum teridentifikasi.

Kecamatan Matur juga dilaporkan terkena tanah longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak. Satu korban atas nama Rajibah ditemukan meninggal dunia. Di Kecamatan Palupuh, ditemukan satu korban atas nama Muhammad Daud.

Sementara itu, Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah korban terparah. Banjir bandang yang terjadi di daerah tersebut menelan puluhan korban jiwa. Di Jorong Koto Alam saja, terdapat 22 korban atas nama Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Revan, Zara, Uci Suna, Kasmawati, Safarudin, Nabila, Iwik, Widya Ningsih, Nalla, Nabila, dan Defrizal.

Di Jorong Sumbarang terdapat 17 korban atas nama Zahara, Iyen, Sidem, Febi, Iseh, Dewi, Aguih, Azam, Iwik, Abibi, Tek Da, Simal, Heru, Mimi, Ratih, dan Sidan. Untuk wilayah Kampuang Tangah, tujuh korban ditemukan atas nama Befriana, Rumi, Asmawati, Jun, Edi Ajo, Bustaman, dan Leni.

Baca Juga :

Siap-siap Kedatangan Bule, Kota Batu Lagi Pamer Pesonanya di China
PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

Jorong Kampung Tangah Timur mencatat sembilan korban atas nama Memet, Mis, Pelangi, Piak Aluih, Celsi, Alif, Yurboy, Pudin, dan Sarianti. Selain itu, terdapat 12 korban di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang hingga kini belum teridentifikasi.

Rahmat Lasmono menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada sekitar 78 orang yang belum ditemukan. “Lima orang hilang berada di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur. Lalu dua orang hilang di Kecamatan Tanjung Raya, dan 69 orang hilang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan,” katanya.

BPBD menegaskan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (30/11) pagi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas Padang, TNI, Lantamal II Padang, Polri, Damkar Agam, Pol PP Agam, Dinas Sosial Agam, PMI Agam, Kelompok Siaga Bencana, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, hingga relawan dari berbagai komunitas.

“Tim juga mendistribusikan makanan kepada warga yang terisolir dampak banjir bandang, tanah longsor,” tambah Rahmat.

Perjuangan di Lapangan dan Dampak Berkepanjangan bagi Warga

Di balik angka-angka tersebut, terdapat kisah perjuangan dan ketidakpastian yang dialami warga. Banyak keluarga masih menunggu kabar anggota keluarga mereka yang hilang. Mereka berharap setiap proses pencarian membawa kepastian, meski kondisi lapangan tidak selalu memungkinkan. Arus sungai yang kuat, kondisi tanah yang labil, serta lokasi bencana yang tersebar membuat pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Selain itu, dampak pascabencana juga menjadi tantangan besar. Banyak warga kehilangan rumah, kendaraan, dokumen, dan mata pencaharian. Wilayah-wilayah terdampak kini berubah menjadi hamparan lumpur, reruntuhan bangunan, dan tumpukan material longsoran. Mereka yang selamat harus bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu bantuan logistik.

Di sejumlah titik, warga hanya bisa mengandalkan bantuan yang datang dari tim penyelamat dan relawan. Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, pakaian layak, tikar, selimut, hingga obat-obatan masih sangat diperlukan. Merespons kondisi ini, BPBD dan berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya menjangkau wilayah yang masih terisolasi.

Namun melihat skala bencana yang besar, diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk pulih. Jalan-jalan harus diperbaiki, rumah warga harus dibangun kembali, dan dukungan psikologis harus diberikan kepada korban terutama anak-anak dan lansia yang rentan.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:AgamBanjir BandangKorbanMeninggal dunia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Banjir Bandang dan Longsor Melanda Sumatera, Inversi dan Turunminum.id Buka Donasi untuk Membantu Para Korban
Next Article Misi Berat di Samarinda, Bali United Cari Jalan Keluar Lawan Tim Tak Terkalahkan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

4 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index