By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: BI Optimistis Inflasi 2026–2027 Kembali ke Target
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BI Optimistis Inflasi 2026–2027 Kembali ke Target

Ekonomi

BI Optimistis Inflasi 2026–2027 Kembali ke Target

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.(foto: AntaraNews)
SHARE

INVERSI.ID – Bank Indonesia (BI) tetap optimistis laju inflasi tahunan pada 2026 dan 2027 akan bergerak menurun dan kembali berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan, meski inflasi pada Januari 2026 tercatat relatif tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen (year on year/yoy). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan berada di atas target inflasi 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen atau kisaran 1,5–3,5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa keyakinan bank sentral terhadap penurunan inflasi ke depan didukung oleh konsistensi kebijakan moneter serta kuatnya koordinasi pengendalian inflasi antara BI dan pemerintah.

Optimisme tersebut juga ditopang oleh penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional serta berakhirnya dampak base effect akibat rendahnya inflasi Januari 2025 yang dipengaruhi kebijakan diskon tarif listrik.

Secara bulanan, inflasi Januari 2026 justru mencatat deflasi sebesar 0,15 persen (month to month/mtm). Kondisi ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang masih terkendali serta terjadinya deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices.

Inflasi inti pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,20 persen (mtm). Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya harga emas global, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi inti antara lain emas perhiasan, sewa rumah, dan sepeda motor. Secara tahunan, inflasi inti Januari 2026 tercatat sebesar 2,45 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,38 persen (yoy).

Sementara itu, kelompok volatile food mengalami deflasi sebesar 1,96 persen (mtm), berbalik arah dari bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 2,74 persen (mtm). Penurunan harga terutama dipicu oleh melimpahnya pasokan cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah pada masa panen.

Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat sebesar 1,14 persen (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 6,21 persen (yoy).

Baca Juga :

Biodata Lengkap Yudi Nurcahya, Wasit Berlisensi FIFA yang Kawal Liga 1
Lagu ‘Hari yang Mantap’ Viral di TikTok, Jadi Warisan Terakhir Mendiang Gusti Irwan Wibowo

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional,” kata Ramdan.

Kelompok administered prices juga mencatat deflasi sebesar 0,32 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,37 persen (mtm). Deflasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan harga bensin, tarif angkutan udara, serta tarif angkutan antarkota seiring turunnya harga BBM nonsubsidi dan normalisasi mobilitas setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru.

Namun secara tahunan, inflasi administered prices tercatat meningkat signifikan menjadi 9,71 persen (yoy), dari bulan sebelumnya sebesar 1,93 persen (yoy). Kenaikan ini terutama dipicu oleh faktor base effect akibat kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen yang berlaku pada Januari–Februari 2025.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:Bank IndonesiaInflasi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kemenpora Gelar Seleksi Terbuka Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Jakarta. Senin (2/2). (Foto : HO-Kemenpora) Kemenpora Buka Seleksi Terbuka Deputi Industri Olahraga, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Meritokrasi
Next Article Temuan WHO Ungkap Perkembangan Kasus Virus Nipah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
EkonomiTerkini

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index