Halo Inversi! Bojonegoro lagi penuh semangat! Tiga ajang olahraga besar pelajar Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB), Pekan Paralimpik Pelajar Kabupaten (PEPARPEKAB), dan Kejuaraan Tingkat Kecamatan (KEJURCAM) resmi dibuka di GOR Utama Bojonegoro.
Mengusung tema “Merajut Asa, Mencetak Juara”, kegiatan ini bukan sekadar soal siapa yang menang, tapi juga tentang menumbuhkan sportivitas, semangat kebersamaan, dan karakter tangguh di kalangan pelajar muda Bojonegoro.
Pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan spektakuler dari para atlet muda yang memamerkan kebolehan mereka di depan ratusan penonton. Tepuk tangan dan sorakan memenuhi arena suasana semangat benar-benar terasa.
Ajang untuk Mencetak Generasi Juara
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang, menjelaskan bahwa ketiga event ini adalah bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga.
“Event ini bukan hanya kompetisi, tapi juga proses pembentukan semangat sportivitas, disiplin, dan kebersamaan. Kami ingin membina atlet usia dini secara berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Arief.
Menurutnya, POPKAB, PEPARPEKAB, dan KEJURCAM berperan penting dalam menjaring bibit unggul dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan. Atlet yang berprestasi nantinya akan dibina untuk melangkah ke level provinsi, nasional, bahkan internasional.
Selain mencari talenta, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan sekolah dalam mendukung pembangunan bidang kepemudaan dan olahraga di Bojonegoro.
Dari Desa ke Nasional: Pembinaan dari Akar Rumput
Arief juga menyoroti pentingnya ajang di tingkat kecamatan sebagai fondasi pembinaan. “Untuk di kecamatan, tujuannya menjalin potensi bibit atlet dari desa, membangkitkan semangat olahraga di akar rumput, sekaligus memetakan cabang olahraga unggulan di tiap wilayah,” jelasnya.
Beragam cabang olahraga (cabor) dipertandingkan, mulai dari bola voli, petanque, taekwondo, tenis meja, judo, renang, sepak takraw, e-sport, sepatu roda, hingga panahan.
Sementara itu, untuk cabor paralimpik, para atlet difabel menunjukkan semangat luar biasa dalam atletik, catur, dan tenis meja. Ajang ini membuktikan bahwa semangat juang tidak mengenal batas.
Bupati: Sportivitas Adalah Kunci Masa Depan
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet muda yang berkompetisi.
“Semangat juang dan sportivitas kalian adalah cerminan masa depan Bojonegoro yang tangguh dan inklusif.
Dalam ajang ini, tunjukkan semangat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat persaudaraan,” pesannya dengan penuh semangat.
Dengan terselenggaranya tiga kejuaraan olahraga ini, Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya sehat dan berprestasi, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing di kancah yang lebih luas. Lewat “Merajut Asa, Mencetak Juara”, Bojonegoro mengirim pesan jelas: masa depan olahraga dimulai dari semangat hari ini.