By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan

Politik

Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
6 months ago
Share
2 Min Read
Bentrokan antara warga Aceh dan anggota TNI diharapkan tidak menjadi runcing di tengah upaya pemerintah memulihkan Sumatera dari bencana. (Foto, Antara/Rahmat Fajri)
SHARE

ACEH UTARA —

Di saat ribuan warga masih bergulat dengan dampak banjir besar yang melanda Aceh Utara, ketegangan justru meletup di ruang publik. Aksi demonstrasi yang sedianya menyuarakan tuntutan kemanusiaan berubah ricuh, menambah daftar persoalan di tengah masa pemulihan bencana.

Demonstrasi yang digelar Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) di Desa Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kamis (25/12/2025), bertujuan mendesak pemerintah menetapkan banjir besar Aceh sebagai bencana nasional. Namun aksi tersebut berakhir dengan dugaan kekerasan yang memicu kecaman.

Koordinator aksi, Muhammad Chalis, menyebut sedikitnya enam peserta demonstrasi mengalami pemukulan oleh oknum aparat TNI. Salah satu korban, Pon Satria, dilaporkan mengalami luka di bagian bibir, sementara korban lain menderita memar di wajah, badan, hingga kaki.

“Ini terjadi di tengah situasi darurat. Kami menyuarakan bencana, tapi justru diperlakukan represif,” ujar Chalis, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, ketegangan bermula sejak massa bergerak dari Kecamatan Nibong menuju pusat pemerintahan Aceh Utara. Aksi disebut telah dilengkapi surat pemberitahuan resmi kepada kepolisian. Namun di lapangan, massa dihadang kendaraan taktis milik TNI, sebelum insiden perampasan atribut dan dugaan pemukulan terjadi.

Situasi semakin memanas ketika ponsel milik wartawan Portalsatu.com, Fazil, yang tengah meliput aksi, turut dirampas. Insiden ini memunculkan kekhawatiran atas kebebasan pers di tengah situasi krisis kemanusiaan.

Massa aksi membawa sejumlah simbol, termasuk bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai penanda kondisi darurat pascabanjir yang mereka nilai lebih parah dari bencana-bencana sebelumnya. Kehadiran bendera bulan bintang disebut menjadi salah satu pemicu ketegangan di lapangan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menegaskan bahwa TNI saat ini memprioritaskan penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak. Ia menyebut aparat berkewajiban menjaga stabilitas keamanan agar proses pemulihan tidak terganggu.

Baca Juga :

Mengenal Aquaplaning dan Risiko Bikin Mobil Terbalik
Pastikan Microsoft Tak Akan Menyesal Usai Berinvestasi di Indonesia, Luhut: Saya Berjanji

“Tugas kami menjaga kondusivitas wilayah. Jika ada hal yang dinilai mengganggu, maka kami bertindak sesuai prosedur,” ujarnya.

Kodim juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu ketegangan baru, terutama di saat fokus utama seharusnya tertuju pada pemulihan korban banjir.

You Might Also Like

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik
Bertemu Prabowo di Istana, Chatib Basri Buka Suara soal Rumor Menteri Keuangan
Marinir TNI AL Matangkan Akurasi Tembakan untuk Tampil Maksimal di RIMPAC 2026
Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara
Prabowo Bentuk BUMN Ekspor Raksasa, Kebocoran SDA Rp2.600 Triliun Diburu !
TAGGED:Aceh UtaraGRABKeteganganKodim 0103 Aceh Utara
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gunung Kayu Pascabencana, Kemenhut Hadapi Pekerjaan Panjang Pulihkan Sumatera
Next Article Bonus SEA Games Rp 1 Miliar, Erick Thohir Ingatkan Atlet: Pikirkan Masa Depan!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Dunia Memanas, Indonesia Tambah Gahar! Rafale hingga Rudal Canggih Resmi Perkuat TNI

1 month ago
PolitikTerkini

Bongkar “Sistem Kasta”, Ketum Golkar Tegaskan Partai Beringin Rumah Bersama Semua Kader

1 month ago
PolitikTerkini

Dipuji Prabowo! Satgas PKH di Bawah Bahlil Bikin Bandit Perampok Ketar-Ketir

1 month ago
PolitikTerkini

Diam-Diam Bahlil Bergerak di Filipina! Misi Energi Prabowo di KTT ASEAN Jadi Sorotan

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index