By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan

Politik

Belum Pulih dar Bencana, Aksi Desak Status Darurat Aceh Utara Berakhir Ketegangan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
2 Min Read
Bentrokan antara warga Aceh dan anggota TNI diharapkan tidak menjadi runcing di tengah upaya pemerintah memulihkan Sumatera dari bencana. (Foto, Antara/Rahmat Fajri)
SHARE

ACEH UTARA —

Di saat ribuan warga masih bergulat dengan dampak banjir besar yang melanda Aceh Utara, ketegangan justru meletup di ruang publik. Aksi demonstrasi yang sedianya menyuarakan tuntutan kemanusiaan berubah ricuh, menambah daftar persoalan di tengah masa pemulihan bencana.

Demonstrasi yang digelar Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) di Desa Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kamis (25/12/2025), bertujuan mendesak pemerintah menetapkan banjir besar Aceh sebagai bencana nasional. Namun aksi tersebut berakhir dengan dugaan kekerasan yang memicu kecaman.

Koordinator aksi, Muhammad Chalis, menyebut sedikitnya enam peserta demonstrasi mengalami pemukulan oleh oknum aparat TNI. Salah satu korban, Pon Satria, dilaporkan mengalami luka di bagian bibir, sementara korban lain menderita memar di wajah, badan, hingga kaki.

“Ini terjadi di tengah situasi darurat. Kami menyuarakan bencana, tapi justru diperlakukan represif,” ujar Chalis, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, ketegangan bermula sejak massa bergerak dari Kecamatan Nibong menuju pusat pemerintahan Aceh Utara. Aksi disebut telah dilengkapi surat pemberitahuan resmi kepada kepolisian. Namun di lapangan, massa dihadang kendaraan taktis milik TNI, sebelum insiden perampasan atribut dan dugaan pemukulan terjadi.

Situasi semakin memanas ketika ponsel milik wartawan Portalsatu.com, Fazil, yang tengah meliput aksi, turut dirampas. Insiden ini memunculkan kekhawatiran atas kebebasan pers di tengah situasi krisis kemanusiaan.

Massa aksi membawa sejumlah simbol, termasuk bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai penanda kondisi darurat pascabanjir yang mereka nilai lebih parah dari bencana-bencana sebelumnya. Kehadiran bendera bulan bintang disebut menjadi salah satu pemicu ketegangan di lapangan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Komandan Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menegaskan bahwa TNI saat ini memprioritaskan penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak. Ia menyebut aparat berkewajiban menjaga stabilitas keamanan agar proses pemulihan tidak terganggu.

Baca Juga :

Era Baru Pertanian Dimulai! RI Gandeng Belanda untuk Gen Z yang Mau Bertani Modern
Profil dan Biodata Reza Gladys, Dokter Kecantikan Pergoki Karyawannya Kirim Foto Seksi ke Suami

“Tugas kami menjaga kondusivitas wilayah. Jika ada hal yang dinilai mengganggu, maka kami bertindak sesuai prosedur,” ujarnya.

Kodim juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu ketegangan baru, terutama di saat fokus utama seharusnya tertuju pada pemulihan korban banjir.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:Aceh UtaraGRABKeteganganKodim 0103 Aceh Utara
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gunung Kayu Pascabencana, Kemenhut Hadapi Pekerjaan Panjang Pulihkan Sumatera
Next Article Bonus SEA Games Rp 1 Miliar, Erick Thohir Ingatkan Atlet: Pikirkan Masa Depan!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

HukumTerkini

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

7 days ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index