By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bukan Sekadar Makan Gratis! Pakar Ungkap Program MBG Bisa Jadi “Mesin Ekonomi” Raksasa untuk Daerah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bukan Sekadar Makan Gratis! Pakar Ungkap Program MBG Bisa Jadi “Mesin Ekonomi” Raksasa untuk Daerah

MBGTerkini

Bukan Sekadar Makan Gratis! Pakar Ungkap Program MBG Bisa Jadi “Mesin Ekonomi” Raksasa untuk Daerah

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
5 Min Read
Para siswa SMPN 1 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menerima paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (6/3/2025) lalu. (Foto, Antara/Gecio Viana).
SHARE

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama ini lebih sering disorot dari sisi teknis, mulai dari masalah distribusi hingga kualitas makanan. Namun di balik berbagai polemik tersebut, para pakar menilai MBG sebenarnya menyimpan potensi jauh lebih besar, menjadi penggerak ekonomi daerah.

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Nusa Cendana, Kupang, Prof. Dr. Ir. D. Roy Nendissa, menilai cara pandang publik terhadap program ini masih terlalu sempit karena hanya melihatnya sebagai program konsumsi bagi siswa.

“Jika MBG hanya dipahami sebagai program makan, maka yang kita lihat hanyalah piring, menu, dan anggaran. Tetapi jika dilihat dari perspektif ekonomi, MBG adalah pasar raksasa yang dibiayai negara dan berlangsung setiap hari,” kata Roy Nendissa dalam kajiannya, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi mesin ekonomi baru, terutama bagi daerah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbatasan pasar seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program MBG menciptakan permintaan besar untuk berbagai komoditas pangan, mulai dari beras, sayuran, telur, ayam, ikan, hingga buah-buahan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi sektor jasa seperti distribusi, pengolahan makanan, hingga tenaga kerja.

Roy menjelaskan, skema pengadaan pangan publik seperti MBG pada dasarnya dapat menjadi pasar institusional yang stabil bagi produsen lokal.

“Setiap program makan sekolah menciptakan permintaan besar untuk pangan dan jasa. Artinya negara sedang membangun pasar yang sangat kuat. Jika dirancang dengan tepat, pasar ini bisa memperkuat rantai nilai lokal dan membuka peluang bagi produsen kecil,” ujarnya.

Dalam konteks NTT, kepastian pasar seperti ini dinilai sangat penting karena selama ini banyak petani dan peternak kesulitan menjual hasil produksinya secara berkelanjutan.

“Petani menanam tetapi tidak tahu ke mana menjual, peternak berproduksi tanpa kontrak pembelian yang jelas. MBG sebenarnya menawarkan sesuatu yang sangat mahal nilainya bagi daerah seperti NTT, yaitu kepastian permintaan,” tambahnya.

Baca Juga :

Kinerja di PSSI Bikin Elektabilitas Erick Thohir Naik sebagai Cawapres
Tips Agar Tidur Nyenyak di Malam Hari, Jauh dari Insomnia

Jangan Sampai Ekonomi Bocor ke Luar Daerah

Roy juga mengingatkan, potensi ekonomi dari program MBG bisa hilang jika kebutuhan pangan program tersebut justru dipenuhi dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut akan membuat manfaat ekonomi tidak dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Jika kebutuhan MBG dipenuhi dari luar daerah, maka yang terjadi adalah kebocoran manfaat ekonomi. Anak-anak memang memperoleh makanan, tetapi petani lokal tidak mendapatkan pasar,” jelas Roy.

Sebaliknya, apabila komoditas seperti sayur, telur, ayam, dan bahan pangan lokal lainnya dipasok dari dalam daerah, maka program ini dapat menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.

Roy menegaskan bahwa keberhasilan MBG sebagai penggerak ekonomi sangat bergantung pada kebijakan pemerintah daerah. Pemerintah tidak cukup hanya menjadi pelaksana program, tetapi harus membangun sistem yang menghubungkan produksi lokal dengan kebutuhan program.

“Pemerintah daerah tidak cukup hanya berperan sebagai pembayar program. Pemerintah harus menjadi arsitek sistem yang memastikan produksi lokal masuk dalam rantai pasok MBG,” katanya.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan sentra produksi, pengaturan pola tanam, penguatan koperasi, hingga dukungan pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Roy juga menilai MBG seharusnya menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, koperasi, hingga dunia usaha.

Perguruan tinggi seperti Universitas Nusa Cendana, misalnya, dapat berperan dalam riset, pelatihan, dan pendampingan petani agar produksi pangan lokal dapat memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan.

“Jika seluruh unsur ini terhubung, MBG tidak lagi sekadar memberi makan siswa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.

Investasi Sosial-Ekonomi Jangka Panjang

Roy menilai program MBG sebenarnya merupakan investasi sosial yang memiliki dampak ekonomi luas jika dikelola dengan baik.

Menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan dalam program tersebut tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk kebutuhan makan siswa tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga dapat mendorong produksi lokal, menggerakkan perdagangan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat koperasi, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika dikelola secara strategis, program MBG dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi pangan lokal yang lebih mandiri di daerah seperti NTT.

“MBG tidak seharusnya dipahami sebagai pengeluaran rutin semata, tetapi sebagai investasi sosial-ekonomi bagi masa depan daerah,” kata Roy.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:NTTProgram MBGRoy NendissaUniversitas Nusa Cendana Kupang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tiga Prajurit Gugur di Lebanon Pulang Ke Tanah Air. Duka Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah
Next Article Foto : Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : bgn.go.id) Pemerintah Dorong Peningkatan Distribusi MBG bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index