By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah

LifeStyle

Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
7 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana mendorong para remaja untuk melek emosi (emotional awareness) agar lebih mudah menata langkah hidup. Menurut lulusan Universitas Indonesia itu, ketika remaja memahami emosi dan nilai pribadi, keputusan-keputusan penting—dari pertemanan, belajar, hingga karier—akan terasa lebih selaras dengan diri mereka.

Contents
Cara Praktis Melatih Kesadaran EmosiKonteks Sekolah: Pencegahan Kekerasan & EkstremismePeran Bersama: Remaja, Sekolah, dan Orang Tua

Vera menilai ajakan ini penting karena masa remaja sering diwarnai gejolak perasaan yang datang dan pergi. Dengan mengenali pola emosi, remaja bisa mengelola reaksi dengan lebih sehat, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat.

Cara Praktis Melatih Kesadaran Emosi

  • Amati perasaan & pemicunya. Catat kapan kamu merasa senang, marah, kecewa, atau takut—serta apa yang memicu itu.
  • Tulis jurnal harian. Menuliskan pikiran dan perasaan membantu memberi jarak, sehingga lebih mudah dianalisis.
  • Refleksi nilai & minat. Apa yang penting buatmu? Apa yang bikin kamu antusias?
  • Terima ketidaksempurnaan. Tidak perlu selalu sempurna untuk bisa diterima—kemajuan kecil tetap berarti.
  • Minta dukungan. Bila butuh bantuan, temui orang tua, guru BK, atau orang dewasa tepercaya yang peduli.

Konteks Sekolah: Pencegahan Kekerasan & Ekstremisme

KPAI sebelumnya merekomendasikan langkah-langkah pencegahan di lingkungan pendidikan: deteksi dini, penguatan dukungan psikososial di sekolah, serta regulasi dan prosedur penanganan kekerasan yang lebih kuat.
Komisioner KPAI Klaster Pendidikan, Waktu Luang, dan Budaya Aris Adi Leksono menyampaikan keprihatinan atas ledakan di SMAN 72 Jakarta, Selasa (11/11). Peristiwa itu melibatkan seorang peserta didik sebagai terduga pelaku dan menjadi pengingat bahwa budaya sekolah ramah anak dan antikekerasan masih perlu diperkuat.

Pemantauan awal mengindikasikan adanya perubahan perilaku pada terduga pelaku dalam beberapa bulan terakhir—lebih tertutup dan kerap mengakses konten bernada radikal di platform digital. Motif diduga merupakan kombinasi emosi pribadi yang tak terkendali dan internalisasi narasi ekstrem dari ruang digital yang memengaruhi cara berpikirnya.

Peran Bersama: Remaja, Sekolah, dan Orang Tua

  • Remaja: belajar membaca emosi, mengelola stres, dan mencari bantuan saat diperlukan.
  • Sekolah: sediakan layanan konseling yang mudah diakses, program literasi digital, serta budaya anti-bullying yang konsisten.
  • Orang tua: bangun komunikasi dua arah, validasi perasaan anak, dan pantau penggunaan gawai tanpa menginvasi privasi.

Dengan dukungan berlapis—keluarga, sekolah, dan komunitas—remaja dapat tumbuh sebagai pribadi yang tangguh secara emosi, mampu mengambil keputusan sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Guru BKjurnal emosiKesehatan Mental RemajaKPAIremaja kenali emosisekolah ramah anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah
Next Article Istimewa Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Terjatuh dari Lantai Tiga Gedung Kampus
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

1 week ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index