By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah

LifeStyle

Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
8 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana mendorong para remaja untuk melek emosi (emotional awareness) agar lebih mudah menata langkah hidup. Menurut lulusan Universitas Indonesia itu, ketika remaja memahami emosi dan nilai pribadi, keputusan-keputusan penting—dari pertemanan, belajar, hingga karier—akan terasa lebih selaras dengan diri mereka.

Contents
Cara Praktis Melatih Kesadaran EmosiKonteks Sekolah: Pencegahan Kekerasan & EkstremismePeran Bersama: Remaja, Sekolah, dan Orang Tua

Vera menilai ajakan ini penting karena masa remaja sering diwarnai gejolak perasaan yang datang dan pergi. Dengan mengenali pola emosi, remaja bisa mengelola reaksi dengan lebih sehat, bukan sekadar mengikuti dorongan sesaat.

Cara Praktis Melatih Kesadaran Emosi

  • Amati perasaan & pemicunya. Catat kapan kamu merasa senang, marah, kecewa, atau takut—serta apa yang memicu itu.
  • Tulis jurnal harian. Menuliskan pikiran dan perasaan membantu memberi jarak, sehingga lebih mudah dianalisis.
  • Refleksi nilai & minat. Apa yang penting buatmu? Apa yang bikin kamu antusias?
  • Terima ketidaksempurnaan. Tidak perlu selalu sempurna untuk bisa diterima—kemajuan kecil tetap berarti.
  • Minta dukungan. Bila butuh bantuan, temui orang tua, guru BK, atau orang dewasa tepercaya yang peduli.

Konteks Sekolah: Pencegahan Kekerasan & Ekstremisme

KPAI sebelumnya merekomendasikan langkah-langkah pencegahan di lingkungan pendidikan: deteksi dini, penguatan dukungan psikososial di sekolah, serta regulasi dan prosedur penanganan kekerasan yang lebih kuat.
Komisioner KPAI Klaster Pendidikan, Waktu Luang, dan Budaya Aris Adi Leksono menyampaikan keprihatinan atas ledakan di SMAN 72 Jakarta, Selasa (11/11). Peristiwa itu melibatkan seorang peserta didik sebagai terduga pelaku dan menjadi pengingat bahwa budaya sekolah ramah anak dan antikekerasan masih perlu diperkuat.

Pemantauan awal mengindikasikan adanya perubahan perilaku pada terduga pelaku dalam beberapa bulan terakhir—lebih tertutup dan kerap mengakses konten bernada radikal di platform digital. Motif diduga merupakan kombinasi emosi pribadi yang tak terkendali dan internalisasi narasi ekstrem dari ruang digital yang memengaruhi cara berpikirnya.

Peran Bersama: Remaja, Sekolah, dan Orang Tua

  • Remaja: belajar membaca emosi, mengelola stres, dan mencari bantuan saat diperlukan.
  • Sekolah: sediakan layanan konseling yang mudah diakses, program literasi digital, serta budaya anti-bullying yang konsisten.
  • Orang tua: bangun komunikasi dua arah, validasi perasaan anak, dan pantau penggunaan gawai tanpa menginvasi privasi.

Dengan dukungan berlapis—keluarga, sekolah, dan komunitas—remaja dapat tumbuh sebagai pribadi yang tangguh secara emosi, mampu mengambil keputusan sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Guru BKjurnal emosiKesehatan Mental RemajaKPAIremaja kenali emosisekolah ramah anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah
Next Article Istimewa Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor Terjatuh dari Lantai Tiga Gedung Kampus
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index