By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Cegah Pemborosan, BGN Perkuat Penyaluran MBG Lewat Tim Optimalisasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cegah Pemborosan, BGN Perkuat Penyaluran MBG Lewat Tim Optimalisasi

MBG

Cegah Pemborosan, BGN Perkuat Penyaluran MBG Lewat Tim Optimalisasi

Adrian
By
Adrian
3 months ago
Share
6 Min Read
Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 (Sumber : www.bgn.go.id)
Foto : Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025 (Sumber : www.bgn.go.id)
SHARE

Inversi Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui langkah strategis yang berorientasi pada efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran.

Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah pembentukan tim optimalisasi penyaluran MBG, yang bertugas memastikan program berjalan secara efektif sekaligus menghindari potensi pemborosan anggaran negara.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa pembentukan tim ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kualitas implementasi program di lapangan. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak hanya diukur dari besarnya penyerapan dana, tetapi juga dari sejauh mana manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui penyisiran penerima manfaat ini, BGN dapat menggunakan anggaran secara lebih efisien, sekaligus menghindari pemborosan uang negara, misalnya dalam bentuk makanan yang tidak dikonsumsi dan berpotensi menjadi limbah makanan (food waste),” ujarnya.

Tim optimalisasi MBG memiliki tugas utama untuk melakukan pemetaan dan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. Proses ini mencakup identifikasi sekolah yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi, serta evaluasi terhadap tingkat penerimaan program di kalangan siswa.

Dalam pelaksanaannya, BGN menerapkan pendekatan yang adaptif dan berbasis data. Untuk sekolah swasta dengan kategori biaya tinggi, BGN akan memberikan sosialisasi bahwa program MBG tidak menjadi prioritas utama, mengingat sebagian besar siswa telah memiliki akses terhadap makanan bergizi secara mandiri.

Sementara itu, untuk sekolah negeri yang berada di kawasan perkotaan dengan karakteristik sosial ekonomi yang heterogen, akan dilakukan pendataan melalui kuesioner guna mengetahui minat dan kebutuhan siswa terhadap program MBG.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah inovatif yang mengedepankan prinsip keadilan dan efektivitas. Dengan demikian, program MBG dapat difokuskan kepada kelompok siswa yang benar-benar membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, sehingga dampaknya menjadi lebih optimal.

Lebih lanjut, Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa pembentukan tim optimalisasi juga didasarkan pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Dalam beberapa kunjungan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah di wilayah Jakarta, ditemukan bahwa tidak semua makanan yang disediakan dalam program MBG dikonsumsi oleh siswa.

Baca Juga :

Gen Z Lebih Pilih Anime Dibanding Film Panas
Biodata dan Profil Adrian Mattheis, Lengkap dengan Umur, Rekor, Hingga Daerah Asal

“Dalam beberapa kunjungan, kami menemukan adanya makanan yang tidak dimakan. Hal ini menjadi catatan penting bagi kami untuk melakukan evaluasi, baik dari sisi menu, distribusi, maupun pendekatan kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi BGN dalam meningkatkan kualitas program. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah variasi menu makanan, agar lebih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan siswa. Dengan demikian, tingkat konsumsi makanan dapat meningkat dan potensi terjadinya limbah makanan dapat ditekan.

Selain itu, masukan dari berbagai pihak, termasuk anggota legislatif dan pemerintah daerah, turut menjadi pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan. Beberapa pihak menilai bahwa program MBG sebaiknya difokuskan pada sekolah-sekolah dengan tingkat kerentanan gizi yang lebih tinggi, sehingga alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara lebih tepat.

BGN juga menegaskan bahwa pembentukan tim optimalisasi merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya fokus program pada anak-anak yang mengalami atau berisiko mengalami kekurangan gizi. Arahan tersebut menjadi landasan utama dalam merumuskan strategi penyaluran yang lebih terarah dan berdampak.

Tim optimalisasi MBG sendiri terdiri dari berbagai unsur, antara lain tim investigasi, kedeputian promosi dan kerja sama, serta kedeputian pemantauan dan pengawasan. Kolaborasi lintas unit ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Pada tahap awal, kegiatan penyisiran penerima manfaat difokuskan di wilayah DKI Jakarta sebagai proyek percontohan. Selanjutnya, metode dan temuan yang diperoleh akan diterapkan di daerah lain secara bertahap, dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing wilayah.

Langkah ini menunjukkan komitmen BGN dalam mengedepankan prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Setiap temuan di lapangan tidak hanya dipandang sebagai kendala, tetapi juga sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas program.

Di sisi lain, upaya optimalisasi ini juga memberikan dampak positif dalam menjaga keberlanjutan program MBG. Dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas cakupan program serta meningkatkan kualitas layanan.

Program MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia. Dengan pemenuhan gizi yang optimal, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap perekonomian lokal melalui penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima langsung, tetapi juga oleh pelaku ekonomi di berbagai sektor.

Secara keseluruhan, pembentukan tim optimalisasi MBG menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola program. Dengan pendekatan yang lebih terarah, adaptif, dan berbasis data, BGN memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ke depan, BGN akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program, sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program MBG diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:BGNcegahpemborosanPenyaluranTimTim Optimalisasi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi Program MBG Untuk Kesehatan Gizi Anak Sekolah (Sumber : Inversi.id) Belanja MBG 2025 Capai Rp51,5 Triliun, Efisien dan Tepat Sasaran
Next Article Sejumlah petugas SPPG Cijayanti 2, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan menu MBG, Kamis (2/10/2025). (Foto : ANTARA/Savira Hazra) SLHS SPPG Tembus 52%, BGN Targetkan Seluruh Dapur MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index