By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Cerita Ringgo Agus Rahman Soal Kekhawatiran Orang Tua Melepas Anak Kuliah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cerita Ringgo Agus Rahman Soal Kekhawatiran Orang Tua Melepas Anak Kuliah

Hiburan

Cerita Ringgo Agus Rahman Soal Kekhawatiran Orang Tua Melepas Anak Kuliah

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
6 Min Read
Ringgo Agus Rahman. (Foto: Wikipedia)
SHARE

INVERSI.ID – Aktor Ringgo Agus Rahman berbagi pandangannya sebagai seorang ayah terkait masa depan pendidikan anak. Di tengah kesibukannya di dunia perfilman, Ringgo mengaku akan merasa jauh lebih tenang apabila putranya, Bjorka Dieter Morscheck, kelak memilih tempat kuliah yang tidak jauh dari rumah.

Contents
Refleksi Orang Tua di Tengah Cerita TemanTetap Relevan dengan Pilihan AnakBelajar dari Pengalaman Orang Tua Lain

Pandangan tersebut disampaikan Ringgo saat menghadiri konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan film terbarunya berjudul Esok Tanpa Ibu di kawasan Senayan, Jakarta, Senin. Dalam kesempatan itu, Ringgo berbicara dengan jujur mengenai perasaan orang tua yang mulai memikirkan masa depan anak, meski usia sang buah hati masih terbilang sangat muda.

“Kalau milih dekat, oh oke lah, aman deh, tetap tinggal di rumah. Kalau misalnya dia mau di Bandung, waduh, dekat sih tapi itu tuh udah kepikiran,” kata Ringgo saat konferensi pers tersebut.

Bagi Ringgo, jarak antara rumah dan tempat kuliah bukan sekadar persoalan geografis. Ia menilai, keputusan anak untuk menempuh pendidikan jauh dari orang tua akan membawa perubahan besar dalam dinamika keluarga. Kekhawatiran itu bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang kesiapan emosional untuk melepas anak tumbuh mandiri.

Refleksi Orang Tua di Tengah Cerita Teman

Ringgo mengungkapkan bahwa kegelisahan tersebut muncul salah satunya dari cerita orang-orang terdekatnya. Ia kerap mendengar pengalaman teman-teman yang mulai merasakan fase perpisahan dengan anak mereka yang beranjak dewasa dan memilih kuliah di luar kota.

“Ada teman saya yang anaknya udah mulai kuliah, dia mau ditinggalin jauh sama anaknya, udah mulai sedih-sedih. Aduh, siapa tau nanti anak saya juga milih kuliah di luar kota, gimana ya?” kata Ringgo.

Cerita-cerita tersebut membuat Ringgo semakin menyadari bahwa fase melepas anak adalah proses emosional yang hampir pasti dialami setiap orang tua. Meski belum berada di tahap itu, ia mengaku sudah mulai membayangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Sebagai orang tua, Ringgo memahami bahwa anak memiliki hak penuh untuk menentukan pilihan hidupnya, termasuk soal pendidikan. Namun, di sisi lain, ia juga tak menampik adanya perasaan khawatir dan rasa kehilangan yang mungkin muncul ketika anak harus tinggal jauh dari rumah.

Ringgo menilai, perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Ia melihat banyak orang tua mengalami dilema serupa, antara keinginan untuk melindungi anak dan kewajiban untuk memberi ruang bagi anak tumbuh mandiri.

Baca Juga :

Iran Siapkan Tarif Tol Selat Hormuz, Kapal Asing Wajib Bayar dengan Mata Uang Nasional
DPRD DKI Minta Pengadaan TPU di Pulau Kelapa Jadi Prioritas RKPD 2025

Tetap Relevan dengan Pilihan Anak

Di tengah segala kekhawatiran itu, Ringgo menegaskan bahwa dirinya ingin tetap menjadi orang tua yang relevan dan hadir bagi anaknya, apa pun pilihan yang kelak diambil. Baginya, peran orang tua bukan untuk memaksakan kehendak, melainkan mendampingi dan memahami keputusan anak.

“Sama seperti sebagian besar orang tua pada umumnya, Ringgo mengaku ingin bisa selalu relevan dengan apapun pilihan sang anak,” demikian pandangannya yang ia sampaikan dalam kesempatan tersebut.

“Karena sejujurnya memang paling menarik buat kami yang sudah berkeluarga, ya apapun semuanya soal anak,” kata Ringgo.

Menurut Ringgo, fokus orang tua akan perlahan bergeser seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab keluarga. Hal-hal yang dulu menjadi topik obrolan utama, kini perlahan tergantikan oleh cerita seputar anak, pendidikan, dan masa depan keluarga.

Ia bahkan menggambarkan perubahan itu melalui kebiasaan ngobrol dengan teman-temannya. Topik yang dulu penuh semangat, kini terasa berbeda ketika dibandingkan dengan pembahasan seputar anak.

“Kalau mau ngomongin bola aja, kayaknya sekarang udah kalah seru dibanding ngomongin anak. Walaupun tim kegemaran saya sama tim kegemaran teman saya itu sama. Apalagi lagi kalah melulu, mestinya seru, tapi meskipun gitu, kita bicarakan sekenanya, ‘tim kita gimana? Nah, ya gitu lah’, udah segitu aja. Tapi kalau ngomongin anak tuh bisa berapi-api gitu,” kata Ringgo.

Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana peran sebagai orang tua membawa perubahan besar dalam sudut pandang seseorang. Bagi Ringgo, anak menjadi pusat perhatian dan sumber cerita yang tak pernah habis untuk dibicarakan.

Belajar dari Pengalaman Orang Tua Lain

Ringgo juga mengaku merasa beruntung karena bisa mempersiapkan diri lebih awal dengan belajar dari pengalaman orang tua lain. Mendengar cerita suka dan duka dari teman-temannya membuat ia merasa lebih siap secara mental menghadapi fase-fase kehidupan keluarga yang akan datang.

Ia menilai, berbagi cerita antarorang tua menjadi salah satu cara untuk saling menguatkan. Dari pengalaman tersebut, Ringgo bisa melihat bahwa setiap fase tumbuh kembang anak memiliki tantangan tersendiri, termasuk ketika anak mulai mandiri dan menentukan masa depannya sendiri.

Dalam pandangan Ringgo, kesiapan mental orang tua sama pentingnya dengan kesiapan anak. Ia menyadari bahwa melepas anak untuk melangkah lebih jauh bukan berarti kehilangan, melainkan bagian dari proses mendukung anak menjadi pribadi yang mandiri.

Sebagai figur publik, Ringgo kerap dikenal dengan gaya santai dan humoris. Namun dalam isu keluarga dan anak, ia menunjukkan sisi reflektif dan penuh perenungan. Baginya, menjadi orang tua bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga tentang kesiapan emosional dan kemampuan untuk terus belajar.

Melalui ceritanya, Ringgo berharap para orang tua dapat saling memahami dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi berbagai kekhawatiran. Ia menilai bahwa perasaan cemas, sedih, dan takut kehilangan adalah hal yang manusiawi dan justru menunjukkan besarnya rasa cinta kepada anak.

Di tengah kesibukan kariernya di industri film, Ringgo menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama. Apa pun pencapaian profesional yang diraih, baginya kebahagiaan keluarga, terutama anak, adalah hal yang paling bernilai.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
TAGGED:kuliahRinggo Agus Rahman
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dari Insecure Jadi Inspirasi, Kisah Asti Surya Hadapi Era Gen Z
Next Article Istilah ’67’ Bikin Dian Sastro dan Ringgo Sadar Kesenjangan Generasi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara

5 days ago
Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

5 days ago
Musik

Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat

6 days ago
Musik

Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index