By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dampak Gangguan Ponsel Pada Remaja Bisa Alami Kesehatan Mental
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dampak Gangguan Ponsel Pada Remaja Bisa Alami Kesehatan Mental

LifeStyle

Dampak Gangguan Ponsel Pada Remaja Bisa Alami Kesehatan Mental

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di era digital saat ini, penggunaan ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental mereka, termasuk munculnya halusinasi.

Temuan ini menambah kekhawatiran baru mengenai pengaruh teknologi terhadap kesejahteraan generasi muda. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Hindustan Times, sebuah studi kolaboratif yang dilakukan oleh Sapien Labs di Amerika Serikat dan India menganalisis kesehatan mental remaja serta dampak penggunaan ponsel terhadap kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Penelitian ini melibatkan 10.475 remaja dari AS dan India pada tahun 2024. Hasil studi menunjukkan bahwa remaja dari generasi Z yang lebih muda mengalami penurunan kesehatan mental yang signifikan. Gejala seperti agresivitas, kemarahan, dan bahkan halusinasi semakin meningkat, terutama pada mereka yang mulai menggunakan ponsel sejak usia dini.

Anak berusia 17 tahun umumnya mendapatkan ponsel pertama mereka pada usia 11 atau 12 tahun, sementara anak berusia 13 tahun mendapatkannya sekitar usia 10 tahun. Studi ini menunjukkan bahwa semakin muda usia saat pertama kali memiliki ponsel, semakin tinggi risiko mengalami masalah kesehatan mental.

Hasil laporan ini juga mengungkapkan bahwa remaja yang lebih muda cenderung memiliki kondisi kesehatan mental yang lebih buruk dibandingkan mereka yang lebih tua. Kekhawatiran utama adalah bahwa remaja berusia 13 tahun memiliki kesehatan mental yang lebih rendah dibandingkan mereka yang berusia 17 tahun.

Data menunjukkan bahwa sekitar 56% remaja berusia 13–17 tahun mengalami kesulitan atau tekanan yang memengaruhi produktivitas dan keseharian mereka.

Sebagai perbandingan, kurang dari 20% orang dewasa berusia 55 tahun ke atas menghadapi tantangan serupa. Penurunan kesehatan mental ini lebih terlihat pada remaja perempuan, dengan peningkatan signifikan dalam rentang usia 13 hingga 17 tahun di India dan Amerika. Sekitar 65% remaja perempuan mengalami tekanan mental, sementara angka pada remaja laki-laki berada di sekitar 48%.

Kesehatan mental menjadi isu besar bagi kelompok usia ini. Studi ini juga menemukan bahwa banyak remaja di AS dan India bergulat dengan perasaan sedih, takut, dan bersalah. Sekitar 50% dari mereka melaporkan bahwa perasaan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa remaja mengalami perasaan terputus dari realitas akibat terlalu banyak menghabiskan waktu dengan ponsel mereka.

Baca Juga :

Kembangkan Pelayanan Stasiun Tanah Abang, Kemenhub dan Pemprov DKI: Target Akhir Tahun Selesai
SMKN 4 Bandar Lampung Cetak Lulusan Kejuruan Unggul Akademik & Non-Akademik

Tidak hanya itu, dampak lain yang kurang disadari tetapi berbahaya termasuk peningkatan agresivitas, kemarahan, serta kemungkinan mengalami halusinasi. Risiko ini lebih tinggi pada anak berusia 13 tahun dibandingkan mereka yang berusia 17 tahun. Remaja berusia 13 tahun memiliki kemungkinan 20% lebih tinggi untuk mengalami halusinasi dan 40% lebih tinggi untuk menunjukkan perilaku agresif serta mudah tersinggung.

Dengan adanya temuan ini, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memperhatikan pola penggunaan ponsel di kalangan remaja serta mencari cara untuk membantu mereka menjaga kesehatan mental agar tetap seimbang.***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Kesehatan Mentalremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Skill Apa yang Harus Dimiliki Mahasiswa Biar Gak Kaget di Dunia Kerja?
Next Article Pacaran di Usia Remaja Boleh Atau Tidak? Begini Kata Psikolog!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index