JAKARTA, INVERSI – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir menunjukkan dukungan langsung terhadap perjuangan atlet nasional dengan menyaksikan pertandingan boccia Indonesia dari tribun penonton pada babak penyisihan grup ASEAN Para Games di Thailand.
Kehadiran Menpora menjadi penyemangat tersendiri bagi para atlet yang tengah berjuang membawa nama Indonesia di ajang olahraga difabel terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Pertandingan boccia cabang BC1 berlangsung di Indoor Stadium, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Rabu 21 Januari 2026. Pada laga penyisihan grup, atlet Indonesia Muhamad Afrizal Syafa tampil dominan di nomor Men’s Individuals BC1 dengan kemenangan telak 12-0 atas wakil Myanmar. Hasil tersebut menjadi pembuka yang meyakinkan bagi langkah tim boccia Indonesia di fase awal kompetisi.
Tak kalah membanggakan, atlet putri Handayani juga menunjukkan performa impresif saat menghadapi wakil tuan rumah Thailand pada nomor Women’s Individuals BC1. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Handayani berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 5-1, meski sempat menghadapi tekanan setelah lawan mengubah strategi permainan.
Menpora Erick Thohir mengaku terkesan dengan penampilan para atlet, khususnya Afrizal yang mampu tampil konsisten sejak ajang internasional sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa prestasi yang diraih di Paralimpiade menjadi modal penting, namun tetap harus dibarengi dengan fokus dan kerendahan hati dalam setiap pertandingan.
“Saya melihat Rizal ini beregu pernah meraih perak di Paralimpiade Prancis. Dan hari ini dia tampil luar biasa, menang 12-0,” ujar Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan secara langsung dari tribun penonton.
Meski demikian, Erick menekankan agar para atlet tidak terlena dengan kemenangan awal. Menurutnya, setiap laga di ajang internasional memiliki tantangan tersendiri, sehingga konsentrasi dan disiplin menjadi kunci utama untuk menjaga performa hingga babak akhir.
“Rizal harus tetap fokus. Jangan hanya unggul di satu gim lalu lupa diri. Semua pertandingan ke depan akan semakin berat,” tegasnya.
Erick juga menyoroti perjuangan Handayani yang dinilainya menunjukkan mental bertanding yang kuat. Ia menjelaskan bahwa laga melawan Thailand sempat membuat suasana menegangkan ketika tuan rumah mengubah pola permainan dengan lemparan jarak jauh untuk mengejar ketertinggalan.
“Yang menarik tadi pertandingan putri. Yani melawan wakil tuan rumah di lemparan pertama, kedua, dan ketiga unggul 5-0. Thailand kemudian mengubah strategi, sempat membuat deg-degan, tetapi alhamdulillah mereka hanya mendapat satu poin. Kedua atlet kita tampil luar biasa,” kata Erick.
Menpora menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh atlet boccia Indonesia atas hasil positif di babak penyisihan. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh dan meraih prestasi terbaik demi Merah Putih.
Kehadiran langsung Menpora Erick Thohir di arena pertandingan menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap atlet difabel nasional. Dukungan tersebut diharapkan mampu menambah kepercayaan diri atlet boccia Indonesia untuk terus berjuang, menjaga fokus, dan mengharumkan nama bangsa di panggung olahraga internasional.