JAKARTA, INVERSI – Atlet angkat berat putra Indonesia M. Mabruk Arib Dzaky mencatatkan debut yang mengesankan dengan menyumbangkan medali emas pada final cabang olahraga angkat berat nomor putra kelas 59 kilogram dalam ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Keberhasilan tersebut semakin mempertegas kontribusi kontingen Merah Putih dalam perolehan medali di ajang olahraga difabel terbesar se-Asia Tenggara itu.
Bertanding di Nakhon Ratchasima, tepatnya di Convention Hall Center Point Hotel Korat, Kamis 22 Januari 2026, Mabruk tampil tanpa beban meski menjalani laga final internasional pertamanya.
Atlet kelahiran 29 Februari 2004 itu langsung menunjukkan kualitasnya sejak angkatan awal dan mendominasi jalannya pertandingan hingga akhir.
Pada angkatan pertama, Mabruk sukses mengangkat beban seberat 157 kilogram. Ia kemudian melanjutkan performa stabil pada angkatan kedua dengan beban 161 kilogram. Di angkatan penentu, lifter muda asal Kalimantan Barat tersebut kembali tampil solid dengan total angkatan terbaik mencapai 163 kilogram.
Catatan tersebut memastikan posisi puncak podium bagi Indonesia karena tidak mampu dikejar oleh para pesaingnya.
Atlet Filipina Jules Empizo harus puas meraih medali perak setelah hanya mencatatkan total angkatan 147 kilogram. Sementara itu, medali perunggu diraih wakil Vietnam Nguyen Van Phuc dengan total angkatan 128 kilogram. Selisih angka yang cukup jauh menunjukkan dominasi Mabruk sepanjang kompetisi berlangsung.
Usai pertandingan, Mabruk mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya tersebut. Ia menyebut angkatan yang dilakukan pada final masih berada di bawah beban yang biasa ia latih, namun cukup untuk mengamankan medali emas.
“Alhamdulillah bersyukur, tadi angkatan itu adalah angkatan waktu latihan saya, jadi masih di bawah 167 kilogram angkatan yang biasa saya lakukan saat latihan,” ujar Mabruk.
Ia juga menekankan peran penting doa dan dukungan keluarga, khususnya orang tua, dalam membangun kepercayaan dirinya saat tampil di panggung internasional.
“Doa orang tua yang membuat saya yakin dan percaya diri. Mereka bilang jangan takut, sikat saja, karena kita juga sudah latihan dan persiapan kita rasa sudah matang,” katanya.
Menariknya, Mabruk mengaku tidak dibebani target medali emas pada debutnya di ASEAN Para Games Thailand. Meski demikian, ia tetap fokus memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama Indonesia. Menurutnya, dukungan masyarakat Tanah Air menjadi sumber motivasi utama selama menjalani pertandingan.
“Saya persembahkan medali emas ini untuk keluarga di rumah dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung kami para atlet yang berjuang di ASEAN Para Games 2025 Thailand ini,” tutur Mabruk.
Ia juga meminta doa dan dukungan berkelanjutan karena perjalanan kariernya masih panjang dan penuh tantangan.
Keberhasilan Mabruk menambah daftar atlet muda Indonesia yang mampu bersinar di level internasional, khususnya pada ajang olahraga difabel. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti efektivitas pembinaan atlet para angkat berat nasional yang terus menunjukkan hasil positif dari waktu ke waktu.
ASEAN Para Games 2025 sendiri menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menguji kekuatan atlet-atlet muda yang diproyeksikan tampil pada level yang lebih tinggi di masa depan.
Medali emas dari Mabruk tidak hanya menambah pundi-pundi medali kontingen Merah Putih, tetapi juga memberikan harapan besar bagi regenerasi atlet angkat berat Indonesia.
Dengan usia yang masih sangat muda dan capaian prestasi yang menjanjikan, Mabruk Arib Dzaky dipandang sebagai salah satu aset penting olahraga nasional.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan dukungan agar prestasi tersebut dapat berlanjut dan berkembang, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di cabang angkat berat para di kawasan Asia Tenggara.