INVERSI.ID – Gen Z di Amerika Serikat semakin berhati-hati dalam mengelola keuangan mereka, terutama untuk urusan kencan. Di tengah tingginya biaya hidup dan inflasi yang meningkat, banyak anak muda memilih gaya hidup hemat demi menjaga kondisi finansial.
Hal ini terungkap dalam survei terbaru Bank of America (BofA) yang dirilis pada Rabu (30/7/2025). Survei tersebut melibatkan lebih dari 900 responden berusia 18–28 tahun dan mengungkap fenomena menarik tentang cara Gen Z menyikapi kencan dan keuangan pribadi.
Lebih dari 50% Gen Z Tak Keluar Uang untuk Kencan
Dalam survei tersebut, lebih dari separuh responden mengaku tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk kegiatan kencan. Artinya, banyak anak muda yang memilih opsi hemat, misalnya:
- Kencan di rumah dengan menonton film streaming
- Piknik di taman tanpa biaya besar
- Mengandalkan aktivitas gratis atau murah seperti jalan sore
Bagi Gen Z yang tetap mengeluarkan uang untuk kencan, jumlahnya pun relatif kecil. Sebanyak 25% pria dan 30% wanita menyatakan hanya menghabiskan kurang dari US\$ 100 per bulan (sekitar Rp 1,6 juta) untuk urusan kencan.
Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku anak muda yang kini lebih realistis soal biaya hidup dibandingkan generasi sebelumnya.
Tekanan Biaya Hidup yang Tinggi
Holly O’Neill, Presiden Divisi Consumer, Retail, dan Preferred Banking Bank of America, menjelaskan bahwa Gen Z kini semakin sadar akan beratnya biaya menjadi dewasa.
“Gen Z mulai merasakan bahwa menjadi dewasa datang dengan biaya yang cukup tinggi. Mereka sangat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga barang dan jasa naik signifikan, mulai dari kopi, furnitur rumah, hingga peralatan elektronik. Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh inflasi dan dampak kebijakan tarif impor tambahan era pemerintahan Trump, yang mulai membebani konsumen pada pertengahan 2025.
Akibatnya, anak muda kini lebih cermat dalam memilih pengeluaran. Survei menunjukkan banyak dari mereka yang:
- Jarang makan di luar demi menghemat uang
- Berbelanja kebutuhan pokok di toko yang lebih terjangkau
- Menyusun anggaran ketat untuk menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran
Fokus pada Tabungan dan Pelunasan Utang
Selain menekan pengeluaran untuk kencan, Gen Z juga semakin fokus membangun kesehatan finansial mereka. Survei Bank of America menemukan bahwa:
- Lebih dari 50% responden sedang meningkatkan tabungan
- 24% responden memprioritaskan melunasi utang, baik cicilan kartu kredit maupun pinjaman pendidikan
Langkah ini menunjukkan kesadaran finansial yang cukup tinggi di kalangan generasi muda. Banyak anak muda sadar bahwa memiliki tabungan darurat dan mengurangi utang adalah kunci menuju kemandirian finansial.
Sayangnya, 55% responden masih mengaku tidak memiliki tabungan darurat yang cukup untuk menutupi kebutuhan selama tiga bulan. Kondisi ini menjadi tantangan besar di tengah risiko ekonomi yang tidak menentu.
Penurunan Ketergantungan pada Dukungan Keluarga
Menariknya, ketergantungan Gen Z terhadap dukungan finansial dari orang tua dan keluarga kini menurun. Hanya 39% responden yang masih menerima bantuan finansial dari keluarga, turun dari 46% tahun lalu.
Rinciannya sebagai berikut:
- 22% responden menerima bantuan lebih dari US\$ 1.000 per bulan, turun dari 32% tahun lalu
- Lebih dari 50% responden menerima bantuan di bawah US\$ 500, naik dari 44% tahun lalu
Data ini menandakan bahwa banyak anak muda mulai berusaha mandiri secara finansial, meski dalam kondisi ekonomi yang menantang.
Gen Z Menantang Stereotip “Borong Tanpa Pikir”
Selama ini, generasi muda sering dicap boros dan impulsif. Namun, survei ini justru menunjukkan sebaliknya. Menurut Holly O’Neill, Gen Z kini aktif membuktikan diri sebagai generasi yang mampu mengelola uang dengan baik.
“Mereka mulai menantang stereotip bahwa anak muda tidak bisa mengelola uang,” katanya.
“Meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan biaya hidup yang tinggi, Gen Z bekerja keras untuk mencapai kemandirian finansial.”
Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran finansial di media sosial, di mana banyak kreator berbagi tips budgeting, investasi, dan cara hidup hemat ala Gen Z.
Gaya Hidup Hemat Pilihan atau Terpaksa?
Fenomena hemat yang dijalani Gen Z memunculkan dua sisi interpretasi:
- Pilihan Sadar – Banyak anak muda ingin hidup lebih sederhana dan fokus pada tujuan jangka panjang, seperti menabung untuk rumah atau dana darurat.
- Tekanan Ekonomi – Tingginya biaya hidup membuat mereka terpaksa mengurangi pengeluaran untuk hiburan dan kencan.
Meski demikian, sebagian Gen Z juga melihat gaya hidup hemat sebagai bentuk self-care finansial, di mana mereka lebih menghargai stabilitas keuangan dibandingkan kesenangan sesaat.
Gen Z dan Masa Depan Keuangan
Survei Bank of America ini menegaskan bahwa Generasi Z sedang menghadapi realitas ekonomi yang kompleks. Dengan penghasilan yang terbatas, inflasi yang tinggi, dan biaya hidup yang terus meningkat, banyak anak muda memilih untuk:
- Mengurangi pengeluaran hiburan, termasuk kencan
- Memperkuat tabungan dan melunasi utang
- Mengurangi ketergantungan pada dukungan keluarga
Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda tidak selalu boros, dan mereka mampu menyesuaikan diri dengan tantangan finansial yang ada. Dalam jangka panjang, kedisiplinan Gen Z dalam mengatur uang bisa menjadi modal penting untuk mencapai kemandirian finansial.