SEMARANG, INVERSI – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memprediksi sebanyak 8,7 juta orang akan masuk dan melintasi wilayah tersebut selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini meningkat sekitar 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko menyatakan prediksi akhir tersebut berdasarkan pemantauan langsung perkembangan lalu lintas tahunan di tol dan non-tol.
“Angkanya memang besar, berkisar 20 juta orang masuk Jawa Tengah. Namun kami tidak hanya mengacu pada data itu, kami juga melakukan survei langsung,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemprov Jateng telah membentuk Tim Nataru dan akan mengaktifkan Posko Terpadu Nataru mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko utama akan berpusat di Wahana Graha Dishub Jateng, didukung oleh posko wilayah, kabupaten/kota, serta 23 posko di terminal tipe B dan 19 di terminal tipe A.
Terkait infrastruktur jalan, Arief menyebut kondisi jalan nasional dan provinsi di Jateng telah mantap di atas 90%. Sementara kondisi jalan kabupaten/kota rata-rata 77%, yang akan diantisipasi dengan rekayasa lalu lintas.
Dishub juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor selama Nataru, khususnya di sepanjang Pantura, Brebes, Purworejo, Kebumen, dan Banjarnegara.
“Kami imbau masyarakat tertib berlalu lintas, menyiapkan kendaraan dengan baik, dan beristirahat jika menempuh perjalanan jauh,” pungkas Arief.
Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 24-25 Desember 2025 dan 31 Desember 2025 – 1 Januari 2026. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 4 Januari 2026.
Baca Juga : https://inversi.id/jelang-nataru-sat-lantas-polres-semarang-matangkan-skema-quick-response-kecelakaan/