By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Fashion Murah, Risiko Mahal, Dokter Kulit Ungkap Bahaya Pakaian Thrift
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fashion Murah, Risiko Mahal, Dokter Kulit Ungkap Bahaya Pakaian Thrift

LifeStyle

Fashion Murah, Risiko Mahal, Dokter Kulit Ungkap Bahaya Pakaian Thrift

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
6 Min Read
Ilustrasi barang-barang thrifting. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Beberapa tahun terakhir, thrifting udah jadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda Indonesia. Tren ini bukan cuma soal cari baju keren dengan harga miring, tapi juga bentuk ekspresi diri dan gaya hidup berkelanjutan. Berburu pakaian bekas impor di pasar, toko online, sampai bazar vintage jadi aktivitas seru yang rasanya sayang kalau dilewatkan.

Contents
Pakaian Bekas Bisa Jadi Sarang Virus dan BakteriKulit Sensitif Lebih BerisikoThrifting Tetap Aman Asal Tahu Caranya

Tapi di balik euforia mencari “harta karun” fashion itu, ada sisi lain yang jarang disadari banyak orang: risiko kesehatan yang bisa mengintai. Nggak cuma soal bau apek atau debu, tapi juga kemungkinan paparan bakteri dan virus dari pakaian bekas yang nggak dicuci dengan benar.

Dokter spesialis kulit lulusan Universitas Hasanuddin, dr Fransiskus Xaverius Clinton SpDVE, menegaskan bahwa risiko ini nyata.

“Memakai baju thrifting langsung itu bahaya sekali, apalagi kalau tidak diproses dulu,” ujar dr. Clinton dalam temu media di Jakarta, Kamis (30/10), dikutip dari Antara.

Pakaian Bekas Bisa Jadi Sarang Virus dan Bakteri

Menurut dr. Clinton, pakaian yang sudah lama disimpan atau ditumpuk, terutama di tempat lembap, bisa menjadi tempat berkembang biaknya virus dan bakteri. Beberapa mikroorganisme bahkan mampu bertahan hidup di serat kain selama berhari-hari.

Salah satunya adalah virus Molluscum contagiosum, yang dapat bertahan di kain hingga lebih dari 48 jam. Virus ini bisa menular lewat kontak langsung dengan kulit atau benda yang terkontaminasi, termasuk pakaian.

“Masalahnya, kita tidak tahu sudah berapa lama virus itu bersarang di dalam baju bekas yang kita beli,” jelasnya.

Infeksi dari virus ini biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil di kulit, mirip jerawat atau lenting, dan membutuhkan penanganan medis. Kalau diabaikan, infeksinya bisa menyebar ke area tubuh lain atau bahkan ke orang lain melalui kontak kulit.

Karena itu, Clinton menegaskan pentingnya mencuci pakaian bekas sebelum digunakan.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Hasyakyla Utami, Kakak Adhisty Zara Minta Maaf Nyetir saat Mabuk
Youth City Changers 2025 Ajang Anak Muda Tukar Gagasan untuk Masa Depan Kota Indonesia

“Kalau bisa, gunakan air mendidih agar virusnya benar-benar mati,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar setiap baju thrift direndam sekitar 30 menit dalam air bersuhu lebih dari 40 derajat Celsius sebelum dicuci pakai detergen.

Menurutnya, langkah sederhana ini bisa mengurangi risiko paparan mikroorganisme berbahaya yang menempel pada serat kain. “Proses mencuci ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, riwayat penyakit kulit seperti eksim, atau luka terbuka,” tambahnya.

Selain virus, pakaian bekas juga bisa membawa jamur, tungau, atau sisa bahan kimia dari proses pencucian atau penyimpanan sebelumnya. Buat yang sering mengalami gatal-gatal setelah memakai baju thrift, itu bisa jadi tanda bahwa ada reaksi alergi atau iritasi dari sisa kontaminan yang belum benar-benar hilang.

Kulit Sensitif Lebih Berisiko

Clinton juga menegaskan bahwa semua orang berpotensi terkena infeksi dari pakaian bekas, tapi risikonya jauh lebih tinggi bagi mereka dengan kulit sensitif atau pelindung kulit yang lemah.

“Baik kulit yang sehat maupun yang sensitif tetap harus berhati-hati. Tapi kalau lapisan pelindung kulitnya tidak bagus, risikonya jauh lebih tinggi,” katanya.

Orang dengan kondisi kulit tertentu seperti dermatitis, psoriasis, atau eksim punya lapisan kulit yang lebih rentan. Saat bersentuhan dengan kain yang kotor atau mengandung bahan kimia, kulit bisa langsung meradang atau terinfeksi. Karena itu, penting untuk mencuci semua pakaian bekas—baik yang terlihat bersih maupun tidak—sebelum dipakai.

Selain mencuci, ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan biar lebih aman. Setelah mencuci, keringkan baju di bawah sinar matahari langsung, karena sinar UV alami bisa membantu membunuh sisa mikroorganisme yang mungkin masih menempel. Kalau perlu, setrika pakaian dengan suhu tinggi agar kain benar-benar steril.

Untuk kamu yang punya kulit sensitif, sebaiknya gunakan detergen yang lembut atau bebas pewangi agar nggak menimbulkan reaksi alergi. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan setelah menyentuh atau memilah baju thrift yang baru dibeli. Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan ini bisa mencegah paparan bakteri dari permukaan kain.

Tren thrifting memang bikin gaya makin keren dan dompet aman, tapi jangan sampai kesehatan dikorbankan. Langkah kecil seperti mencuci dan menjemur dengan benar bisa jadi tameng penting dari berbagai masalah kulit.

Thrifting Tetap Aman Asal Tahu Caranya

Thrifting pada dasarnya bukan hal buruk. Justru, di tengah kesadaran global soal sustainability, gaya ini dianggap ramah lingkungan karena membantu mengurangi limbah tekstil. Tapi biar tetap aman, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat berburu barang bekas:

  1. Perhatikan kebersihan tempat thrift. Hindari membeli di tempat yang terlihat lembap, berdebu, atau bau menyengat. Kondisi seperti itu bisa jadi indikator kalau pakaian disimpan tanpa sirkulasi udara yang baik.
  2. Periksa kondisi pakaian. Pastikan nggak ada noda mencurigakan, jamur, atau bagian kain yang terlalu lembek karena bisa menandakan adanya kontaminasi.
  3. Cuci secepatnya setelah dibeli. Jangan menumpuk pakaian thrift di kamar tanpa dicuci. Semakin lama disimpan tanpa dibersihkan, semakin besar kemungkinan bakteri berkembang.
  4. Gunakan air panas dan detergen. Suhu tinggi membantu membunuh mikroorganisme, sedangkan detergen berfungsi mengangkat kotoran dan minyak yang bisa jadi tempat bakteri bersarang.
  5. Keringkan maksimal. Pastikan baju benar-benar kering sebelum disimpan agar jamur tidak tumbuh di serat kain.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, thrifting tetap bisa jadi kegiatan yang seru, aman, dan berkelanjutan. Kamu tetap bisa tampil stylish tanpa mengorbankan kesehatan kulit.

“Selalu cuci pakaian bekas sebelum digunakan. Langkah sederhana ini bisa menjadi perlindungan efektif terhadap berbagai penyakit kulit,” tutup Dr. Clinton.

Buat para pecinta thrift, pesan itu bisa jadi pengingat bahwa gaya dan kesehatan harus berjalan beriringan. Karena seunik apapun outfit hasil hunting-mu, nggak akan berarti kalau malah bikin kulit bermasalah.

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Pakaian ThriftPenyakit KulitThrifting
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sheryl Sheinafia Bawa Pulang Dua Medali di Turnamen Selebriti Indonesia Double Winner! Sheryl Sheinafia Bawa Pulang Dua Medali di Turnamen Selebriti Indonesia
Next Article Perubahan Mindset Anak Muda Jadi Kunci Hadapi Dunia yang Terus Bergerak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

1 week ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index